
Di sisi lain, Gwen sangat bersemangat menyambut suaminya yang baru pulang bermain golf.
"Sayang! Jangan berlari!" seru Aiden kepada istrinya yang berlari menuruni tangga.
"Tidak apa-apa, Daddy," jawab Gwen, tidak mendengarkan seruan suaminya.
Aiden segera cepat-cepat berjalan menghampiri istrinya, namun siapa sangka kejadian tidak terduga menimpa Gwen.
BRUK!
"Aww!!" Gwen terpeleset dan terjatuh dari tangga, hingga berguling beberapa kali.
"Gwen!!!" teriak Aiden dengan keras.
Dunia Aiden seakan hancur saat itu juga, melihat istrinya terjatuh dari tangga dan bersimpah darah di depan matanya. Kedua tangan Aiden bergetar hebat, dan tubuhnya terasa lemas seketika, air matanya pun ikut mengalir deras mengiringi kepiluannya.
Seluruh penghuni rumah tersebut langsung berlari menuju sumber suara di mana Aiden berteriak keras.
"Gwen!!" Jeje membekap mulutnya seraya meneteskan air matanya. Begitu yang juga yang lainnya pun ikut terkejut dan bersedih.
Xander mencoba tenang saat melihat menantunya tidak sadarkan diri, kemudian ia memerintahkan Nathan dan Ansel untuk mengangkat tubuh Gwen menuju mobil mereka dan segera membawanya ke rumah sakit. Dan Jeje cepat-cepat mengikuti kedua putranya yang mengangkat Gwen.
"Ai!" Kirana berseru kepada Aiden yang terlihat mematung.
"Gwen," lirih Aiden dengan perasaan sesak di dalam dada.
"Aku tahu kalau kamu sangat syok, tapi kamu harus yang sabar dan memberikan kekuatan untuk istri dan anakmu," ucap Kirana kepada Aiden.
"Iya, benar yang di katakan Kirana." Melisa ikut menimpali.
Aiden yang masih syok langsung berlari menuju mobil yang akan membawa istrinya ke rumah sakit.
*
*
"Amin, semoga mereka tidak apa-apa," jawab Kirana yang merasakan kecemasan seperti yang di rasakan Melisa.
Kemudian Kirana memerintahkan salah satu pelayan untuk membersihkan darah Gwen yang masih tersisa di lantai.
Aiden memengang tangan Gwen dengan erat, sesekali menciuminya, dan tidak hentinya ia mengucapkan kata cinta, seolah memberikan kekuatan untuk istrinya itu. Air matanya tidak mau berhenti mengalir saat melihat wajah pucat istrinya.
"Ansel lebih cepat lagi!!" seru Aiden kepada Ansel yang menyetir mobil.
Jeje yang memangku kepala Gwen sembari mengusap darah yang keluar dari hidung Gwen, semakin merasa sangat sedih, karena melihat putranya yang sangat terpukul. Sedangkan Xander dan Nathan duduk berdempetan di jok bagian depan, tepat di samping pengemudi mobil.
*
*
Sampai di rumah sakit, Gwen langsung di tangan oleh Tim dokter yang terbaik di rumah sakit Dokter Ricky.
"Luka di kepala Gwen tidak parah, tapi Gwen mengalami pendaharan hebat, maka dari itu kami harus mengeluarkan bayinya secepatnya. Aiden, mohon untuk menandatangani surat pernyataan kalau kamu setuju jika istrimu di operasi," ucap Dokter Ricky kepada Aiden sembari menyerahkan surat pernyataan tersebut. Tanpa berfikir lagi, Aiden segera menandatangani surat pernyataan tersebut.
"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku," ucap Aiden penuh harap kepada Dokter Ricky.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin," jawab Ricky dengan mantap.
Fika, Nue dan Arjuna berlari menghampiri keluarga Clark yang berdiri di depan ruangan IGD. Mereka sangat syok dan terkejut saat mendapat kabar jika Gwen terjatuh dari tangga, dan di bawa ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Gwen?" tanya Fika dengan wajah yang sangat panik.
"Dan bagaimana ini bisa terjadi?!!" kali ini Arjuna yang bertanya dengan tatapan mengintimidasi Aiden.
Jangan lupa dukungannya ya❤❤