My Hot ART

My Hot ART
Minta Susu



"Hei! Apa yang kamu lakukan!!" sentak Ansel, ketika melihat Melisa membekap mulut Zahra.


Melisa langsung melepaskan tangannya, sambil tersenyum meringis.


"Kamu ini bodoh atau bagaimana?! Zahra nanti tidak bisa bernafas!" Ansel masih mengomel, lalu melajukan mobilnya lagi.


"Iya, maaf, aku hanya reflek karena mendengarkan ucapannya," ucap Melisa.


"Tidak apa-apa, lagi pula dia masih kecil. Aku masih memaklumi. Sikapmu sangat berlebihan!" jawab Ansel dengan ketus.


Sedangkan Zahra tersenyum sambil menatap Mamanya dan Ansel bergantian. "Om, aku tidak apa-apa," ucap Zahra.


"Tapi, hal itu tidak di benarkan, Sayang. Bilang kepada Om, jika Mama kamu seperti itu lagi sama kamu," ucap Ansel dengan lembut.


"Siap Bos!" jawab Zahra, sambil memberikan hormat kepada Ansel, membuat pria itu terkekeh melihatnya.


Tidak berselang lama, mobil yang di kendarai Ansel sampai di depan rumah Melisa.


"Sepertinya akan hujan," gumam Melisa saat mendongak keatas, menatap langit yang sudah mulai gelap.


"Mari masuk dulu, Tuan," ajak Melisa, saat akan membuka pintu rumah.


"Baiklah, buatkan aku susu hangat," ucap Ansel, dan langsung masuk ke dalam rumah, dan mendudukan diri di sofa.


Rumah tersebut model minimalis modern, yang di beli Melisa 2 tahun yang lalu. Hanya ada dua kamar di dalamnya, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Rumahnya tidak begitu luas, namun terasa nyaman.


"Hah? Susu hangat?" beo Melisa, tercengang dan juga ingin tertawa.


"Iya, kamu tidak dengar? Susu hangat itu bagus untuk tulang dan juga perkembangan otak!" jawab Ansel, sambil menarik Zahra ke dalam pangkuannya lalu menguyel-uyel pipi Zahra dengan gemas, sehingga membuat gadis kecil itu tertawa terbahak, karena merasa geli terkena kumis tipis Ansel.


"Tapi, tidak ada susu hangat disini. Sepertinya, aku harus membelinya dulu ke warung," ucap Melisa.


"Terserah, aku maunya susu hangat," jawab Ansel.


"Iya," jawab Melisa, merasa kesal dengan tingkah Ansel. Ia keluar rumah, tidak lupa membawa selembar uang 50 ribu ditangannya, menuju warung terdekat. Tidak berselang lama, ia kembali lagi dengan mambawa kantung kresek berwarna hitam.


"Aku buatkan susunya dulu. Tolong jaga Zahra, ya," ucap Melisa sebelum pergi ke dapur.


"Hem," di jawab Ansel dengan deheman saja.


*


*


*


Melisa merasa geli melihatnya, karena baru kali ini melihat pria dewasa suka meminum susu hangat.


Ansel segera meminum susu hangatnya dengan sekali tenggak, sedangkan Zahra meminumnya sedikit demi sedikit. "Susu buatan Mama, memang yang terbaik. Apalagi susu itu ..." Zahra menunjuk dada Ibunya.


Ansel mengikuti jari telunjuk Zahra, seketika itu ia langsung tersedak.


"Uhuk .... Uhuk ..." Ansel sampai tersedak, sambil menepuk dadanya berulang kali.


Sedangka Melisa langsung menyilangkan kedua tangannya di dada. "Zahra!!" geram Melisa.


"Apa? Aku hanya berbicara apa adanya, jika susu Mama yang itu paling enak. Apa Om Tampan belum mencobanya? Jika belum, minta saja sama Mama," jawab Zahra dengan polosnya.


Ansel menggigit bibit bawahnya, seraya menatap wajah Melisa yang sudah semerah tomat.


"Astaga! Kenapa mulutnya sama persis seperti Malin ya? Tidak berfilter." batin Ansel, lalu memalingkan wajahnya. Otaknya menjadi bertraveling ria.


"Mel, sepertinya aku harus segera pulang," ucap Ansel, segera beranjak.


"Ah, iya. Maaf, jangan dengarkan ucapan Zahra," ucap Melisa dengan pelan, tidak berani menatap wajah Ansel.


"Oke," jawab Ansel, lalu keluar dari pintu rumah tersebut. Namun, ia mengurungkan niatnya saat mendengar suara petir yang menggelegar. Bertanda jika sebentar lagi hujan akan turun.


JEDERRRRR


JEDERRRR


"Mama!!" teriak Zahra ketakutan, Melisa dengan sigap mendekap putrinya. Sedangkan Ansel mendudukan dirinya lagi di atas sofa.


Rintik air hujan mulai membasahi bumi, suara deru riuh angin terdengar sangat menakutkan.


"Tuan, lebih baik anda pulang nanti saja," usul Melisa dan di angguki Ansel.


Ansel beranjak, menutup pintu agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.


Ada gledek!! Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya?🤔🤔


Jangan lupa likenya ya❤❤