My Hot ART

My Hot ART
Menjadi yang terbaik buat lo, Ren!



Sabar ya sabar. Jangan esmosi, sebentar lagi mereka nikah kok dan sebentar lagi juga tamat. 🤣🙏


"Sean!!!" teriak Irene, saat melihat kekasihnya melepaskan celana panjangnya dan menyisakan celana boxer bergambar patrick si bintang laut.🤣


"Berisik? Gue mau tidur!" ucap Sean, lalu merebahkan diri di samping Irene dan memeluk kekasihnya itu dengan erat.


Irene yang sudah spot jantung kini merasa lega, lalu mengusap kepala Sean yang berada di ceruk lehernya. Irene mengerti jika kekasihnya ini lelah, apa lagi setiap hari harus lembur dan pulang tengah malam.


"Pijitin pundak gue," ucap Sean, sambil mengendusi leher Irene yang selalu membuatnya tenang.


"Ck! Manja!" cibir Irene, walau begitu ia tetap memijit pundak Sean dengan telaten.


"Capek banget gue, Ren. Badan gue remuk seperti di gebukin orang satu komplek," ucap Sean, dengan lirih.


Seketika itu Irene menjadi berkaca-kaca dan merasa bersalah karena dirinya lah Sean harus bekerja keras seperti itu. "Se, maafkan aku. Seharusnya aku tidak menuntut banyak sama kamu," ucap Irene, dengan nada bergetar. Ia benar merasa bersalah.


Sean mendongak dan menatap wajah Irene yang sudah terlihat sembab. "Sttt! Jangan berbicara seperti itu. Gue seharusnya terima kasih banget sama lo. Karena lo mampu merubah diri gue menjadi lebih baik, menuntun gue ke jalan yang benar dan membuat gue mengerti arti perjuangan," ucap Sean, seraya menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil itu.


"Tapi—"


"Please, don't ever say that again. You are the greatest woman I have ever met. I love you, Ren." Sean mengatakannya dengan sangat tulus , penuh kelembutan, dan menatap kekasihnya penuh cinta.


Ya, bersama Irene, pria bajingan dan brengsek itu berubah menjadi lebih baik dan mengerti arti sebuah perjuangan kehidupan. Dia yang tidak pernah tahu, kerasnya hidup diluaran sana, kini dia mengerti dan melihat dunia sekitarnya.


Sean tersenyum bahagia, lalu memeluk tubuh mungil itu dengan erat, seraya mengusap air mata itu yang membasahi pipi kekasihnya dengan lembut lalu mengecup kening Irene sekilas.


"Meski ada banyak orang lain yang lebih baik, gue nggak akan menyerah untuk menjadi yang terbaik dalam hidup lo, Ren. Gue yakin telah menemukan cinta sejati gue. Karena itu gue nggak akan melepaskan lo, apa pun yang terjadi," batin Sean, ikut menitihkan air mata, sembari mengusap-usap lengan kekasihnya agar lebih tenang.


Keduanya saling berpelukan, saling menguatkan dan saling melepas beban yang selama ini mengendap di dada.


Sean mengurai pelukkannya lalu memandang wajah Irene yang terlihat sendu kemudian ia menangkup wajah imut itu, kemudian ia memajukan wajahnya dan mengecup hidung mungil itu dengan sekilas. "Gue mau ngecup bibir lo takut kena tendangan maut," ucap Sean terkekeh lalu menjawil hidung mungil yang baru saja di kecupanya itu.


"Ih! Sean!" Irene mengerucutkan bibirnya, lalu memeluk tubuh kekar itu lagi. Suasana yang penuh haru itu pecah seketika saat mendengar perkataan Sean.


Irene tertawa cekikikan dibalik pelukan itu. "Dasar Biawak buntung!" kesal Irene.


"Tapi, cinta 'kan?"


"Nggak!" jawab Irene dengan cepat.


"Nggak salah maksudnya?" ledek Sean, lalu tergelak keras.


Sedih banget sama Sean dan Irene yang berjuang bersama,😭