
Perasaan bahagia membuncah di dada. Senyuman terus terlukis di wajah tampan itu. Restu dari kedua orang tuanya sudah ia kantongi. Satu hari lagi, ia akan memperistri kekasihnya, Irene.
"Se, apa kamu bahagia?" tanya Irene, mengeratkan kedua tangannya yang melingkar di perut Sean, sembari merebahkan kepalanya di punggung Sean, yang saat itu sedang fokus mengendarai motor.
Sean tersenyum lebar, sembari mengelus tangan Irene yang melingkar di perutnya. "Kenapa bertanya seperti itu? Jelas gue sangat bahagia, Ren."
"Nggak, cuma memastikan saja, lalu apakah kamu akan kembali ke WG?" tanya Irene lagi.
Ya, Xander meminta Sean kembali ke Warja Grub, untuk memimpin perusahaan itu kembali, akan tetapi Sean dengan tegas menolak.
"Tidak! Apa lo keberatan, jika nanti hidup sederhana dengan gue?" tanya Sean.
Irene tersenyum mendengarnya. "Tentu saja tidak, karena aku lebih suka hidup yang sederhana, apalagi jika tinggal di rumah utama itu aturannya sangat ketat, dan juga tidak bebas pergi kemana pun," jawab Irene.
Irene merasa takut saat mendengar cerita dari Kirana, perihal aturan yang super ketat jika menjadi keluarga Clark.
"Memang seperti itu, kamu mau pergi kemana pun harus di kawal." Sean menanggapinya sembari tergelak keras, karena dirinya satu server dengan Irene. "Gue nggak ingin membuat lo terkurung disana, Ren. Ya, walau pun kehidupan bergelimang harta, akan tetapi lo akan merasa terkekang. Keluarga Clark adalah Public Figure di Negara ini, lo berbuat kesalahan sedikit saja, bisa berakibat fatal, maka dari itu saat gue terkena scandal hingga sampai saat ini, Daddy menutupinya serapi mungkin, agar tidak menjadi trending topic."
Irene tersenyum, bersyukur karena dirinya tidak berada di posisi seperti itu. Walau pun dirinya sebentar lagi akan menjadi menantu Keluarga Clark, akan tetapi Sean akan membawanya pergi dari sana, dan memilih untuk menempati paviliun belakang rumah besar itu.
Sean membelokan motornya di depan Cafetaria. "Sebelum masuk kerja, isi perut dulu," ucap Sean, turun dari motor, kemudian ia membantu Irene turun dari motor gede itu.
Sean dan Irene memasuki Cafetaria sambil bergandengan tangan. Sosok Sean yang tampan, tinggi, dan gagah, berjalan bersama Irene yang culun dan pendek, membuat semua mata mengarah kepadanya. Irene menundukkan kepala, merasa insecure.
"Abaikan mereka, Sayang." Sean merangkul pundak Irene dengan mesra, menunjukkan kepada semua orang, jika Irene adalah kekasihnya, calon istri dan calon ibu dari anak-anaknya.
Muanise Maseehh, bikin baper Abang Sean ini.😚
Irene tersenyum tipis, sembari membenarkan kaca matanya yang merosot dari hidung mungilnya. Tindakan Sean sangat romantis, dan membuat hatinya menghangat. Ia menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena dicintai dengan begitu besar oleh Sean.
Keduanya duduk berhadapan disalah satu meja disudut Cafetaria tersebut. Terdengar alunan musik akustik dari Band dan Penyanyi Cafe yang ada diatas panggung kecil sana. Tidak berselang lama, ada waitre datang memberikan buku menu. Setelah memilih menu makan siang, mereka harus menunggu makanan mereka datang selama beberapa menit.
"Siapa yang mau nyumbang lagu?" tanya Penyanyi pria, yang ada dipanggung kecil sana kepada para pengunjung.
Sean mengangkat tangannya, sambil tersenyum manatap Irene yang terkejut melihatnya.
"Memang kamu bisa nyanyi?" tanya Irene, dan di jawab gelengan kepala Sean, membuat Irene melotot lebar.
"Ya, silahkan Abang Tampan yang ada disudut sana, silahkan naik keatas panggung, berikan tepuk tangannya dong!" ucap Penyanyi tersebut.
Riuh tepuk tangan di berikan kepada Sean yang beranjak dan berjalan menuju panggung kecil yang ada disana.
"Mau nyanyi lagu apa, Maseh?" tanya Penyanyi tersebut, Sean menjawab berbisik didekat pria tersebut dan diangguki kepala berulang kal dari Penyanyi tersebut.
Sean menatap ke arah Band yang ada di belakangnya, sembari menganggukkan kepalanya, dan seorang gitaris mulai memetik senar gitarnya dengan lihai dan enak didengar.
Lagu Papinka- Pencuri hati, yang di nyanyikan oleh Sean.
Matamu melemahkan aku
Senyummu yang selalu sejukan hatiku
Dan buat aku terjatuh
Gayamu dan lembut suaramu
Membuatku semakin suka kepadamu
Tergila-gila padamu
Rasanya aku
Tak sabar 'tuk miliki dirimu
Pastinya ku 'kan selalu
Berusaha semampu hatiku
Kamu pencuri hatiku
Aku tak boleh diam
Kau harus tahu
Bahwa ku suka padamu
Sean bernyanyi sangat merdu, dan membuat semua pendengarnya menjadi baper. Ikut bahagia dan merasa jatuh cinta kembali.
Irene membekap mulutnya, dan meneteskan air matanya, begitu terharu ketika mendengar setiap lirik yang begitu menyentuh hati, sebagai ungkapan rasa cinta Sean kepada Irene.
Bacanya sambil dengerin lagunya, ya. WAJIB. Biar feelnya dapat gitu. 🤧
Ayo sawerannya mana?💃💃💃