My Hot ART

My Hot ART
Surprise!



Nathan tercengang ketika melihat dua mobil mewah berhenti di depan halaman rumah Kirana. Pria itu yang sedang asyik makan rujak pun langsung beranjak dari duduknya. Begitu pula Kirana yang baru keluar dari dalam rumah sembari membawa teko yang sudah terisi air di tangan kanannya, tidak kalah terkejutnya.


"Mas, mereka siapa?" tanya Kirana, mendekati Nathan dan meletakkan teko tersebut diatas ambal.


Kirana juga menatap heran para tetangganya yang berkerumun disana. Mungkin mereka pernasaran dengan pemilik mobil mewah itu, pikir Kirana.


Nathan menaikkan kedua bahunya, namun mata tajamnya masih menatap dua mobil mewah itu yang penumpang didalamnya tidak kunjung turun.


"Surprise!!!" seru Oma Airin yang keluar dari mobil lebih dulu, dan diikuti yang lainnya.


Para tetangga Kirana yang kebanyakan emak-emak, terlihat berbisik ketika melihat keluarga Clark yang notabennya keturunan bule dan kaya raya.


Oma Airin berseru heboh, sembari melambaikan tangannya kepada Nathan dan Kirana.



Kurang lebih seperti ini penampilan Oma Airin.🤣


Mata Nathan membulat sempurna saat mengetahui jika Keluarganya datang ke Kampung halaman kekasihnya.


Tapi, yang membuat Nathan lebih terkejut lagi adalah, ketika melihat penampilan nyentrik Oma Airin yang sangat luar biasa.


"Kalian kenapa datang tidak mengabariku?" Nathan protes sembari melangkahkan kakinya menyambut kedatangan keluarganya dengan pelukan hangat.


Kirana tidak menyangka jika seluruh keluarga Clark berkunjung ke rumahnya.


"Namanya juga kejutan," jawab Jeje, memeluk dan mengecup seluruh wajah putranya dengan sayang.


Xander mendengus kesal ketika melihat istriya menciumi Nathan. "Sudah! Acara kangen-kangenannya." Xander menarik tangan istrinya hingga jatuh kepelukanya.


"Lebay!!" Ansel mencebik, melihat ayahnya yang selalu posesif kepada ibunya.


Sedangkan Nathan hanya terkekeh geli ketika melihat adik bungsunya selalu kesal jika bersama Daddy mereka.


"Selamat datang Tuan besar, Tuan muda, Nyonya besar dan Oma," sapa Kirana dengan sopan, dan menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Terima kasih atas sambutanmu ini, apa kita tidak di persilahkan masuk?" tanya Xander dengan nada datar, karena ia merasa sudah ingin buang air kecil. Sudah berada di ujung pedang pamungkasnya.


"Ah, iya. Maaf, silahkan masuk. Dan maaf sekali lagi, jika kalian nanti tidak nyaman karena rumah kami kecil," ucap Kirana, mempersilahkan masuk keluarga Clark dengan hati yang was-was, karena takut jika mereka tidak betah.


"Tidak perlu menjelaskannya, kami sudah tahu semuanya," sahut Xander datar, lalu melangkah masuk lebih dulu kedalam rumah tersebut. Lalu di ikuti Oma Airin, Jeje, Sean, dan Ansel.


Melihat keluarga Clark sudah memasuki rumah para tetangga Kirana pun membubarkan diri, walaupun mereka masih di gelayuti rasa penasaran.


"Daddy!!" Kali ini Nathan yang protes kepada ayahnya.


"Apa? Daddy hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab Xander sedikit berseru.


"Maafkan Daddy, beliau memang begitu. Jangan diambil hati, Oke." Nathan berucap sembari mengelus pipi Kirana dengan lembut.


"Iya, lagi pula aku sudah tahu karakter beliau seperti apa," jawab Kirana tersenyum.


Aiden berdecak kesal, ketika melihat intraksi keduanya itu.


"Mas, kamu temani keluargamu dulu ya. Aku mau ke ladang, nyusulin Bapak dan Ibu," ucap Kirana dan diangguki Nathan.


"Aiden! Ayo, masuk ke dalam," ajak Nathan.


"Nanti saja, aku mau menghabiskan rokok ini dulu," jawan Aiden, sembari memperlihatkan sebatang rokok yang baru dia sulut.


"Oke." Nathan mengerti lalu segera melangkah masuk kedalam rumah.


Kirana menatap Aiden dengan perasaan takut, ia segera beranjak dari sana, menuju ke ladang. Namun baru ingin melangkahkan kakinya tangannya sudah dicekal oleh Aiden.


"Lepas!!" Kirana menyentakkan tangannya dan menatap tajam Aiden.


Aiden tersenyum miring, lalu mengecup punggung tangan Kirana sebelum melepaskan tangan mungil itu.


"Gila!!" Maki Kirana tertahan, dan mengusap punggung tangannya berulang kali dengan perasaan marah. Kemudian ia segera berlari menuju ladang yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya.


Wah, Aiden gila ini. 😱