My Hot ART

My Hot ART
Ayu berulah lagi?



Dikediaman Keluarga Clark tampak heboh, seluruh penghuni rumah sedang berkumpul diruang keluarga sembari membungkus seserahan yang akan dibawa saat pernikahan Sean dan Irene.


"Bagaimana menurutmu, Fika? Apakah ini kurang mewah?" tanya Jeje, sembari memperlihatkan kalung berlian yang harganya ratusan juta.


"Itu sudah cukup, Je. Karena aku yakin jika menantumu itu tidak akan menyukainya," jawab Fika.


"Ah, iya. Kamu benar sekali, menantuku yang satu itu lain dari pada yang lain," jawab Jeje seraya terkekeh. Lalu menyimpan kalung berlian itu ke tempatnya lagi.


"Tapi, Irene adalah wanita hebat, karena mampu merubah Buaya Amazon menjadi Biawak Buntung," balas Fika, sambil tertawa terbahak.


"Kamu juga wanita hebat, Fika. Karena mampu merubah si burung kutilang berubah menjadi burung elang," ucap Jeje, sambil melirik Emanuel yang sedang menghias seserahan yang sudah terbungkus rapi dengan pita.


Fika tergelak keras ketika mendengar ucapan Jeje. "Iya, kamu benar sekali. Dia sangat ganas jika di atas ranjang."


"WOW! Benarkah? Pantas saja, bisa mencetak Abang Juna dan Gwen yang sangat ganteng dan cantik." Jeje menjawab sembari terkekeh pelan.


"Mommy?" panggil Kirana, yang duduk diatas sofa sendiri. Karena seluruh orang disana duduk diatas karpet ruangan keluarga itu.


"Ya, sayang?" Jeje menoleh menatap menantunya. "Kamu ingin sesuatu? Biar Mommy ambilkan," ucap Jeje seraya beranjak dari duduknya, menghampiri menantunya yang sedang hamil muda itu.


"Tidak, Mom. Aku hanya ingin menunjukkan ini." Kirana menunjukkan ponselnya kepada Jeje.


"Oh My God!" Jeje memekik ketika melihat layar ponsel Kirana. "Ini sudah gila namanya! Dasar Ayu!" kesal Jeje, lalu menyerahkan ponsel tersebut kepada Kirana.


"Aku tidak menyangka dia bisa berbuat nekat seperti ini," ucap Kirana dengan mata yang mengembun.


"Kenapa kamu baru bilang sekarang?! Tidak bisa di biarkan ini!!" geram Jeje, lalu beranjak dari duduknya, menemui suaminya yang sedang diruangan pribadi. Jeje tidak akan membiarkan rubah betina itu mengusik keluarganya lagi.


Kirana tertunduk lesu, sembari mengusap wajahnya dengan kasar. Hatinya sangat resah memikirkan suaminya. Takut, jika Nathan tergoda dengan paras cantik Ayu Wandira.


"Jangan terlalu dipikirkan, ingat kandunganmu yang lemah." Fika mengelus pundak Kirana, dengan lembut.


"Tapi, aku takut jika dia—"


"Apa yang kamu takutkan? Nathan tidak akan mudah tergoda dengan uler keket seperti itu. Dia sudah cinta mati sama kamu. Oke! Dan percaya sama Tante," ucap Fika, lalu memeluk Kirana, seraya mengusap-usap punggung Kirana, agar ibu hamil itu tenang.


Kirana tidak menyangka, jika Ayu yang dulu ia kenal sangat baik berubah menjadi wanita yang sangat ambisius dan mengerikan.


"Jangan dipikirkan lagi, lebih baik kamu mempersiapkan dirimu untuk memuaskan suamimu diatas ranjang, biar suamimu semakin klepek-klepek sama kamu," bisik Fika, membuat Kirana tersipu malu.


"Tapi, bagaimana caranya? Sedangkan Dokter melarang kami untuk berhubungan karena kandunganku lemah," ucap Kirana, seraya mengurai pelukannya.


Fika tersenyum, lalu membisikkan sesuatu ke telinga Kirana. Mata Kirana membola seraya membekap mulutnya karena terkejut saat mendengar bisikan Fika. "Apakah boleh seperti itu?" tanya Kirana dengan polosnya.


"Boleh, Tante juga begitu jika sedang berhalangan. Ingat! menyenangkan suami adalah kewajiban seorang istri dan kamu juga akan mendapat banyak pahala," terang Fika, dan Kirana mengangguk pelan.


"Aku akan coba, nanti malam," jawab Kirana.


Ayu oh ayu banyak amat julukanmu, dari Yuyu kangkang, sekarang ulet keket, nanti apa lagi ya? 🤣