
Pengantin baru yang sudah mengikrarkan janji suci mereka kini sudah berada di kediaman Keluarga Clark. Suasana rumah itu semakin ramai karena bertambahnya dua anggota baru yaitu Melisa dan Zahra.
Mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah mewah itu. Jeje dan Xander meminta maaf kepada Melisa karena tidak menggelar resepsi yang mewah karena waktu mereka yang terbatas. Dan Melisa pun mengerti, karena ini semua pasti Ansel yang mendesak untuk segera menikahinya. Justru Melisa yang merasa bersalah.
"Akhirnya Oma Airin keluar dari kandang," ucap Sean tidak berfilter, langsung mendapatkan hadiah pukulan dari Omanya itu.
"Dasar cucu luknut, kurang garam!" umpat Oma Airin.
Sean berengut kesal, sembari mengusap kepalanya yang baru saja di getok pakai tongkat ajaibnya.
Semua orang yang ada disana terkekeh pelan ketika melihat Sean yang menekuk wajahnya.
Acara pesta kecil-kecilan itu berjalan dengan lancar, walau hanya di hadiri oleh kelurga sendiri. Dan saat ini mereka berkumpul di ruang keluarga sambil mengobrol ringan. Raya dan Devan beserta anak dan cucunya juga turut hadir di sana, memberikan selamat kepada Ansel dan Melisa, sekaligus memberikan kado.
"Rasa janda bagaimana, Ans?" tanya Nathan dengan berbisik.
Ansel mendengus seraya menatap tajam Saudaranya itu. "Kamu mengejekku?" tanya Ansel dengan ketus.
"Ih! Sensitif sekali. Bukan seperti itu, aku hanya ingin tahu saja," jawab Nathan.
"Mau di jawab jujur atau bohong?" tanya Ansel, membuat Nathan memutar kedua matanya dengan malas.
"Sak karepmu!" jawab Nathan dengan bahasa jawa, karena istrinya jawa tulen, ia sedikit mengerti bahasa jawa.
Ansel terkekeh mendengarnya karena karena tidak mengerti ucapan Nathan. "Kalau janda itu rasanya lebih hot dan menggigit," jawab Ansel jujur.
"Kamu berkata jujur?" tanya Nathan dan di angguki Ansel.
"Kenapa? Kamu tidak percaya? Kalau gitu coba saja menikahi janda," ucap Ansel, langsung mendapat cubitan dari Nathan, membuatnya memekik kesakitan.
"Sakit bodoh!" umpat Ansel.
"Mulut di saring! Untung saja Kirana tidak mendengarnya, bisa di tebas kepala si botak!" kesal Nathan.
Ansel yang tadinya merasa kesakitan, kini tertawa terbahak karena melihat saudaranya yang takut dengan istrinya.
*
*
*
Ya, malam ini ia menginap di rumah orang tuanya. "Sayang, kenapa lama sekali?" teriak Sean, karena sejak tadi pintu kamar mandi tidak kunjung terbuka, padahal istrinya itu sudah setengah jam berada didalam kamar mandi.
"Kamu ini teriak-teriak sudah kayak di hutan!" gerutu Irene, sembari membenarkan baju saringan tahunya. Semenjak ia menikah dengan Sean, dirinya selalu memakai baju dinasnya, yaitu Lingerie.
"Lo lama banget sih!" Sean membawa istrinya ke dalam pangkuannya. Hasratnya memuncak ketika melihat tubuh sexy istrinya.
"Sabar dong. Emang nggak bosen, tiap malam anu terus?" tanya Irene, seraya mendongakkan kepalanya, menatap suaminya yang juga menatapnya dengan sayu.
"Nggak ada bosen. Tubuh lo itu udah candu buat gue," bisik Sean, tangannya sudah mulai menjalar di sela paha Irene. "Nggak pakai celana da*lam?" ucap Sean dengan suaranya yang parau, hasratnya sudah tidak terbendung lagi.
"Iya, biar cepat," jawab Irene, sambil menggigit bibir bawahnya, saat merasakan jari-jari nakal suaminya bermain di bagian intinya. Ia membuka lebar kakinya, memberi ruang agar Sean bermain di sela pahanya itu.
Ah, tubuh Irene rasanya ingin melayang di udara, merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Tangan Sean aktif di bawah sana, sedangkan bibirnya mengendus dan menjilat leher istrinya dengan rakus, dan sesekali menggigit daun telinga istrinya dengan gemas.
"Umhh, Sean."
"Apa Sayang?" Sean tidak tahan lagi, ia merebahkan tubuh istrinya diatas tempat tidur dengan perlahan. Kemudian ia melucuti pakaiannya dan pakaiannya sendiri hingga tubuh keduanya kini sudah polos tanpa sehelai benang.
"Si Joni mau berkunjung lagi, lo sudah siap?" tanya Sean, sambil memegang Si Joni yang sudah menganggukkan kepalanya berulang kali dan mengeluarkan air liurnya, sudah tidak sabar bertemu dengan bestie-nya.
"Siap, Se. Cepatlah!" Irene membuka kedua kakinya dengan lebar, lalu menekuk kedua kakinya, agar suaminya itu secepatnya memberikannya kenikmatan.
"Oke! Otw!" ucap Sean penuh semangat, kemudian.
Bersambung ...🤣🤣🤣🙈
Ampuni aku ya 🤣🤣🙏
Jangan lupa tinggalkan likenya ya❤