
Sean menggeram tertahan saat Si Joni sudah tertanam sempurna didalam milik istrinya. Setelah tiga kali mencoba gagal dan akhirnya yang ke empat kali, ia berhasil menjebol keperawanan istrinya. Butuh perjuangan yang extra saat akan melakukan penyatuan itu.
Sean bahagia tidak terkira karena dia adalah pria pertama untuk Irene, begitu pula dengan Irene juga sangat bahagia karena sudah menyerahkan diri sepenuhnya kepada suaminya, walaupun ia harus merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
"Terima kasih, Sayang," ucap Sean seraya mengusap air mata yang masih mengalir di pelipis sang istri. Kemudian, ia menciumi seluruh wajah istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Ia sengaja mendiamkan sejenak miliknya yang sudah tertanam sempurna didalam sana, agar Irene merasa tenang lebih dulu.
"Masih sakit banget ya?" tanya Sean.
"Sakit banget, tapi tidak apa-apa. Bergeraklah," jawab Irene, disambut senyuman oleh Sean.
Sean menggerakannya dengan sangat pelan dan lembut. Sean mengetatkan rahangnya karena merasakan miliknya terasa dijepit dan di pijat didalam sana. Rasanya sangat nikmat dan berbeda dari yang pernah ia rasakan sebelumnya.
"Gokil! Rasa perawan dahsyat banget," batin Sean bersorak senang.
Jika Sean merasakan kenikmatan, berbeda dengan Irene yang meringis ngilu karena bagian intinya masih sangat sakit. Bahkan ia sampai mencengkram kuat kedua sisi pundak suaminya.
Dan rasa sakit itu berangsur hilang kini tergantikan rasa nikmat yang tidak terkira.
"I love you, Ren," racau Sean disela aktifitasnya yang mengenakan itu.
"Mee too, Sean," jawab Irene.
Kemudian bibir keduanya saling memanggut lembut dan saling berbagi kenikmatan. Sean membuktikan ucapanya, bermain dengan sangat lembut dan hati-hati, mengingat ini adalah pengalaman pertama Irene. Suara desahann dan lenguhan terdengar bersahutan memenuhi kamar pengantin baru itu. Hingga keduanya mencapai pelepasan bersama. Sean menghujamkan senjatanya sampai ke titik yang terdalam saat akan memuntahkan Mayones kedalam rahim istrinya.
Lagi-lagi Sean merasa terharu dan bahagia, karena dia lah pria pertama untuk istrinya.
"Terima kasih, Ren. Karena lo sudah menjaganya buat gue," ucap Sean seraya mengecup dan memeluk tubuh Irene dari samping.
"Iya, aku lelah. Aku mau tidur," jawab Irene, mulai memejamkan matanya.
"Oke, nanti minta tambah ya," ucap Sean, seraya menaikan selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
"Masih sakit, Se!" kesal Irene, dan mengerucutkan bibirnya tajam.
Hampir satu jam melakukan penyatuan, sudah membuat tubuhnya remuk terasa tidak bertulang. Dan suaminya itu minta tambah? Apakah suaminya itu tidak merasa lelah sama sekali?
"Hanya bercanda Sayang, kali aja di kasih satu ronde lagi," jawab Sean penuh harap, langsung mendapat pukulan dari Irene.
Sean tergelak keras, sembari menahan tangan Irene yang terus memukulnya, lalu ia membawa istrinya itu kedalam pelukan hangatnya
"Istirahatlah, Sayang," ucap Sean, sembari mengusap punggung polos istrinya itu.
Irene tersenyum lalu mendongak seraya mengecup bibir suaminya sekilas. Ia mulai memejamkan matanya, tubuhnya sangatlah lelah, dan tidak berselang lama ia sudah terlelap ke alam mimpi.
Hotnya level 4 aja, kalau mau Hot banget tinggal nambahin bon cabe 🤣🤣🤣
Ayo, bestie, mana sawerannya?💃