
WARNING AJA! seneng 'kan kalian?🤣
Sean merebahkan istrinya diatas ranjang yang bertaburan kelopak bunga mawar merah itu dengan perlahan. Tatapan matanya menatap penuh damba sosok cantik yang ada dibawah bawah kukungannya.
Diusapnya bibir mungil dan ranum itu dengan ibu jarinya, mengusap permukaan bibir yang belum pernah terjamahan oleh siapa pun dengan gerakan lembut. Betapa beruntungnya dirinya yang brengsek dan bajingan ini mendapatkan wanita suci seperti Irene.
Jantung Irene berdetak tidak karuan, takut dan gugup bercampur menjadi satu. Tapi, ia sudah memasrahkan dan akan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada pasangan halalnya, yaitu Sean.
"Se, aku takut," lirih Irene ketika Sean baru akan mencium bibirnya.
Sean menjauhkan wajahnya, matanya yang sudah berkabut gairah itu menatap sayu wajah Irene yang memerah.
"Rileks dan tenang, aku akan melakukannya dengan lembut. Percayalah kepadaku, sayang," bisik Sean tepat didepan bibir mungil Irene.
Irene memejamkan matanya sesaat, lalu menganggukkan kepalanya pelan. Sean tersenyum melihatnya, kemudian mendekatkan wajahnya lagi dan mulai mengecup bibir yang ranum itu. Awalnya hanya sebuah kecupan dan semakin lama berubah menjadi sesapan dan lumaatan. Dan Irene membalas ciuman itu walau masih kaku, ia sampai tersengal dan hampir kehabisan nafas karena tidak mengimbangi Sean.
Sean melepas pagutannya, dan membiarkan Irene meraup udara sabanyak mungkin. "Kamu ingin membunuhku ya!" kesalnya masih dengan nafas yang tersengal dan dada yang naik terun.
"Maaf, aku terlalu menikmati bibirmu yang manis ini," ucap Sean tersenyum bahagia, seraya mengusap bibir Irene yang basah.
Irene mengerucut sebal menganggapinya, lalu memukul salah satu lengan Sean yang sedang mengungkungnya.
Sean terkekeh lalu menundukkan wajahnya lagi, meraup bibir manis itu yang membuatnya ketagihan. Dan kali ini tangannya tidak tinggal diam, menarik tali jubah mandi hingga terlepas, lalu menyibakkan jubah mandi itu hingga terlihat jelas tubuh Irene yang polos.
Telapak tangan besar itu mengusap lembut perut Irene dan perlahan naik, mengusap bukit kembar yang menantang dan sesekali memilin pucuknya yang berwarna merah muda itu. Melepaskan pagutannya, lalu beralih menyesap pucuk bukit itu bergantian dan tidak lupa meninggalkan jejak pendakian disana.
Sean semakin semangat, bibirnya kini semakin turun menciumi perut Irene yang rata dan semakin turun lagi tepat sela paha istrinya, lalu membuka kedua kaki itu dengan lebar.
Irene mengangkat kepalanya, lalu menutup bagian intinya ketika Sean akan mendekatkan wajahnya disana. "Se! Kamu mau apa? Malu."
"Diam dan nikmati," jawab Sean, lalu mengingkirkan kedua tangan Irene yang menghalanginya, dan ia memulai aksinya memberikan kenikmatan kepada istri tercinta..
"Se—" Irene mengangkat bokongnya, ketika merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Sean. Tubuhnya menggelinjang ketika lidah Sean bermain dibagian intinya, hingga membuat dirinya mencapai pelepasan pertama.
Sean menjauhkan wajahnya, menatap belahan daging yang tembem dan berwarna merah muda itu yang sudah basah. Ia mulai mengungkung tubuh istrinya lagi, melepaskan boxernya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang polos.
"Kamu ingin memegangnya?" tanya Sean, ketika Irene akan melihat Si Joni yang sudah berubah menjadi Hulk.
Irene dengan cepat menggeleng dan bergidik mengeri. "Besar sekali, apakah akan muat?" batin Irene menatap Si Joni kemudian menatap lengannya, dan ukurannya hampir sama.
"Sudah siap? Rileks ya," ucap Sean seraya memposisikan dirinya, lalu mengecup bibir istrinya dan menyesapnya dengan lembut.
Irene menganggukkan kepala disela ciumannya itu. Dan tidak berselang lama, ia meringis sakit ketika merasakan ada benda tumpul yang ingin menembus bagian intinya.
"Sakit, Se!"
Gerah ya gerah🤣🤣
Sawerannya dong bestie💃💃