My Hot ART

My Hot ART
Belum terbiasa



Setelah percintaan mereka berakhir keduanya itu kini membersihkan diri di kamar mandi bersama. "Mas, kamu memang sangat keterlaluan sekali. Lihat dadaku sudah seperti macan tutul!" gerutu Kirana, sembari menunjuk dadanya. Beruntung Nathan tidak meninggalkan jejak kepemilikan dilehernya seperti yang sebelumnya, membuatnya bernafas lega karena tidak perlu menutupi lehernya.


"Ini yang namakan seni," jawab Nathan dengan bangga, lalu memiln salah satu pucuk dada istrinya dengan gemas, membuat pemiliknya melenguh sesaat.


"Mas!!" Kirana mengerucutkan bibirnya kesal.


Nathan tergelak keras saat melihat wajah istrinya yang terlihat lucu. Kemudian ia mulai menyabuni tubuh istrinya dengan lembut dan telaten.


Nathan memperlakukan istrinya seperti seorang ratu, membuat Kirana merasa sangat beruntung didunia ini karena mempunyai suami sebaik Nathan.


Setelah selesai mandi bersama dan berpakain lengkap, keduanya kini sudah berada diruang makan untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar.


"Berapa lama?" tanya Oma Airin, mendekati pengantin baru itu.


"Apanya?" Nathan bertanya balik, karena tidak mengerti dengan maksud neneknya.


"Durasinya," jawab Oma Airin, membuat Kirana tersipu malu dan menundukkan kepalanya.


Tidak berselang lama sarapan untuk pengantin baru itu sudah tersaji dimeja makan.


Seketika itu Nathan mengerti arah pembicaraan Oma Airin. Dan ia tersenyum bahagia lalu melirik istrinya yang menunduk malu.


"Melihat wajah kalian berdua yang berseri, pasti long time dan strong. Kau memang keturunan Clark, tidak diragukan lagi!" ucap Oma Airin, menepuk pundak Nathan dengan bangga.


"Tentu saja," jawab Nathan berbangga diri.


"Ayo Kirana makan yang banyak, setelah ini lanjutkan jungkat-jungkit kalian . Biar calon cicitku cepat jadi, hi hi hi," ucap Oma Airin tidak berfilter, membuat Kirana hampir tersedak makanannya sendiri.


"Oma?!" tegur Nathan, lalu mengusap punggung istrinya dengan lembut.


"Apa? Kenapa? Aku hanya menyampaikan keinginaku!" ucap Oma Airin lalu berlalu dari meja makan menuju ruang GYM untuk senam Zumba agar tubuhnya sehat dan panjang umur.


*


*


*


"Aww! Sakit, Dek." Nathan mengelus pahanya yang terasa panas akibat dicubit istrinya.


"Lagian mesum! Ini saja masih sakit banget!" gerutu Kirana, sambil menunjuk pangkal pahanya.


"Masa sakit? Tapi kamu tadi bilang enak waktu di bawah kungkunganku?" bisik Nathan, dengan nada menggoda.


"Mas!!!" kesal Kirana tertahan, wajahnya bersemu merah mengingat percintaan mereka yang sangat panas dan nikmat, tapi entah kenapa selesai bercinta bagian intinya terasa perih dan nyeri.


Mungkin karena belum terbiasa dimasuki milik Nathan yang panjang dan besar itu. 🤣


Nathan tergelak melihat ekpresi wajah istrinya, kemudian ia mengusap pucuk kepala Kirana dengan gemas.


Lalu keduanya itu mulai memakan sarapannya dengan tenang hingga makanannya habis tidak tersisa.


"Hari ini kamu ikut Mommy ke salonnya Om Emanuel ya," ucap Nathan kepada istrinya.


"Oh, Om gemulai itu ya?" tanya Kirana dan diangguki oleh Nathan.


Kirana masih mengingat jelas saat pertama kali ia dibawa ke salon tersebut oleh Oma Airin, dimana dia melihat pemilik salonnya adalah pria gemulai.


"Biar gemulai beliau sudah punya 2 anak," jelas Nathan.


"Benarkah? Pasti kalau anaknya cowok ganteng banget dan kalau cewek juga pasti akan cantik. Secara Om Emanuel 'kan ganteng dan gagah apalagi istrinya juga sangat cantik," ucap Kirana, langsung mendapat lirikan tajam dari suaminya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Kirana.


"Beraninya kamu memuji ketampanan pria lain?!" jawab Nathan dengan ketus, membuat Kirana menggelengkan kepala, menurutnya sikap Nathan sangat berlebihan.