
Sawerannya mana saweran Kembang dan kopinya? 😘
Ceklek
Kirana terlonjak kaget saat mendangar suara pintu kamar terbuka dari luar, jantungnya pun berdetak dengan cepat. Kirana yang sudah merebahkan diri diatas tempat tidur dengan posisi miring menghadap dinding kayu jati itu memejamkan matanya dengan erat.
Aku takut, tapi untung saja aku masih datang bulan setidaknya aku masih bisa selamat untuk sementara. Batin Kirana, sedikit bernafas lega.
Nathan berjalan mendekati tempat tidur, menatap istrinya yang sudah terbaring disana. Sebenarnya Nathan tahu jika istinya hanya pura-pura tidur, terlihat jelas dari punggung Kirana yang terlihat menegang.
Pria itu tersenyum kecil, lalu mendudukan diri di tepian tempat tidur yang berukuran tidak terlalu besar itu, tapi cukup untuk tidur dua orang.
"Dek ..." Nathan memanggil istrinya sembari mencolek bokong semok yang tertutup celana pendek bermotif doraemon itu.
Nathan terkekeh geli ketika melihat punggung istrinya semakin menegang.
Kirana semakin memejamkan matanya dengan erat.
Aku takut di seruduk banteng! Batin Kirana, menyamakan suaminya dengan banteng.
"Dosa kalau tidur membelakangi suami," ucap Nathan, lalu merebahkan diri disamping Kirana.
Mendengar kata 'dosa' gadis yang sudah berstatus menjadi istri itu pura-pura menggeliat dan merubah posisi tidurnya menjadi terlentang, dengan mata yang masih terpejam.
Nathan tersenyum geli, lalu ia memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Sampai kapan mau pura-pura tidur seperti ini? Heum?" Nathan mengecup pipi Kirana dengan lembut. Dan salah satu tangannya bergerak menyentuh dua bukit kembar dengan gerakan lembut.
Tubuh Kirana meremang, dia tidak kuasa menahan sentuhan itu. Perlahan dia membuka kedua matanya.
"Jangan begini, Mas. Nanti kalau kamu ingin bahaya, jalannya 'kan lagi di cor," ucap Kirana, seraya menepis tangan Nathan yang masih bertengger didadanya.
Nathan terkekeh, lalu mengecup pipi istrinya lagi namun kali ini dengan sensual. "Kan ada cara lain untuk menuntaskannya," jawab Nathan, tangannya mulai tidak mau diam lagi.
Ternyata mendengarkan perkataan Sean, ada manfaatnya juga bagi dirinya.
"Cara lain?" beo Kirana, tubuhnya menegang merasakan tangan Nathan masuk kedalam bajunya dan mencari sesuatu didalam sana.
"He'em, cara lain," jawab Nathan, mulai menindih tubuh Kirana.
"Mas ..." pekik Kirana tertahan, saat Nathan mulai menarik baju yang di kenakannya begitu pula dengan Bra-nya.
Kirana langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
"Masih ingat dengan janjimu? Jika aku boleh mencicipi pabrik susuku sampai puas kalau sudah SAH? Sekarang aku mau menagih janji itu," ucap Nathan dengan suara paraunya, matanya menggelap ketika melihat dua bukit kembar yang ukurannya cukup besar dengan pucuk bukit berwarna pink, semakin terlihat menggiurkan dimata Nathan.
Kirana menganggukkan kepalanya pelan dan kedua tangannya masih membungkam mulutnya.
Nathan tersenyum melihat jawaban dari istrinya, kemudian ia menundukkan kepalanya dan mulai menyesap pucuk bukit itu bergantian ddan memainkan lidahnya disana dengan gerakan sangat lambut namun sangat sensual.
Kirana membusungkan dadanya dan kedua tangannya yang tadinya membungkam mulutnya kini mencengkeram kedua sisi bantal di bawah kepalanya.
Rasanya sangat nikmat sekali, bahkan lebih nikmat dari yang dia rasakan sebelumnya. Mungkin karena mereka sudah sah menjadi suami istri makanya rasanya pun berbeda.
Yang halal itu lebih nikmat!
"Nathan." Kirana memejamkan matanya dan menahan desahaannya agar tidak keluar dari mulutnya.
Nathan menegakkan badannya, sembari mengusap permukaan bibirnya yang basah karena saliva-nya sendiri. Ia membuka kaosnya dan melemparkannya dengan asal, setelah itu membuka resleting celana panjangnya.
Kirana memalingkan wajahnya lantaran malu melihat pria yang mengungkungnya setengah telan-jang.
Nathan menundukkan badannya lagi, dan menarik salah satu tangan Kirana dan menuntunnya untuk menyentuh pedang pamungkasnya yang sudah berdiri tegak, tapi masih tertutup kain itu.
Kirana sangat risih karena belum terbiasa, ia ingin menarik tangannya namun ditahan oleh Nathan.
"Kamu harus berkenalan dengannya, Sayang. Tenang saja, dia sudah jinak kok."
*
*
"Sudah jinak katanya! Memangnya dia pikir ular kobra?" ucap seseorang sambil tertawa cekikikan.
"Stttt, diamlah. Atau kamu ingin mencoba ular kobraku?" tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.
"Ogah!!"
Hayo siapa itu yang nguping? 🤣🤣