
Mengandung bakso mercon level 50!! Udah paham 'kan?š
Ciuman itu semakin menuntut. Mata Aiden semakin menggelap, gairah dan hawa nafssu sudah menguasai dirinya. Ciuman itu kini berpindah ke leher, menjilat dan menggigit leher jenjang dan putih itu, hingga meninggalkan jejak kemerahan.
"Eumh." Gwem melenguh dan terus mendesah ketika tangan Aiden meremat bukit kembarnya dengan penuh gairah.
Aiden menjauhkan wajahnya dari leher itu, dan menatap wajah Gwen yang terlihat sangat cantik dan sexy ketika sedang bergairah seperti itu. Begitu pula Gwen menatap Aiden penuh dengan damba. Tangannya terulur untuk mengusap rahang tegas itu, seraya berjinjit lalu mendaratkan ciuman ke bibir tebal itu. Aiden membalasnya dengan senang hati. Ia membuka mulutnya dan membiarkan akses agar Gwen mengeksplor rongga mulutnya. Ia menjulurkan lidanya dengan sigap Gwen menyesap dan melumaat lidah itu dengan rakus, bertukar saliva-nya.
Nafas keduanya sudah memburu. Aiden melepaskan kaos yang melekat di tubuh Gwen. "Sexy," gumam Aiden dengan suara paraunya, ketika melihat tubuh bagian atas Gwen terbuka, dengan gunung kembar yang masih tertutup kain busa.
"Kamu juga," jawab Gwen, menatap sayu sang kekasih yang sudah berkabut gairah.
"Gwen. Aku ingin memilikimu seutuhnya," ucap Aiden. Tangan kanannya merambat ke punggung Gwen dan mencari pengait Bra.
Klek
"Dapat," batin Aiden ketika berhasil membuka pengait Bra tersebut dengan satu tangan.
Menarik Bra berwarna merah itu lalu menciuminya sesaat, mengirup aroma segar dari Bra tersebut. Setelah puas, barulah di leparkan kesembarang arah. Kemudian menggendong Gwen menuju tempat tidur dan merebahkan tubuh ramping yang sudah setengah polos itu diatas ranjang.
Mulai mengungkung tubuh sexy kekasihnya, menatap penuh cinta wajah Gwen yang terlihat malu-malu mau.
"Bolehkan Gwen? Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Please." Aiden memasang wajah melas.
"Tapi, aku takut," lirih Gwen, menatap wajah kekasihnya yang sudah sangat bergairah itu.
"Aku akan bertanggung jawab. Bukankah kita sudah bertunangan?" Aiden mengelurakan jurus rayuannya.
"Kalau hamil bagaimana?" tanya Gwen lagi.
"Aku akan mengeluarkannya di luar. Please, sayang. Apa kamu tidak kasihan dengan ku yang selalu tersiksa saat berdekatan denganmu?" Aiden masih memohon.
Gwen yang melihat wajah melas Aiden dan terlihat tersiksa itu akhirnya mengangguk pasrah. "Tapi, pelan-pelan," lirih Gwen.
Ah, sungguh bodoh. Gwen mau melepas kesuciannya untuk Aiden kekasih yang di cintainya.
Aiden tersenyum lalu mengangguk pelan. "Pasti sayang," ucap Aiden, seraya mengecup bibir Gwen sekilas. Lalu ia menegakkan punggungnya, melepaskan kaos dan juga celananya, dan tersembul lah senjatanya yang berdiri tegak, besar dan panjang.
Wajah Gwen memerah, dan segera memalingkan wajahnya saat melihat milik Aiden yang super duper jumbo.
Aiden beralih melepaskan Hotpant yang di kenakan Gwen beserta underware-nya dan melemparkannya asal.
Aiden mulai mengungkung tubuh Gwen lagi, dan mulai mencubu kekasihnya itu. Salah satu tanganny meremat bukit kembar itu bergantian dan sesekali memilin pucuk bukit itu dengan gemas. Bibir mereka masih bertaut, namun tangan mereka saling menyentuh dan memberi kenikmatan.
"Ughh." Gwen melenguh ketika tangan Aiden mengusap bagian sensitifnya dan bermain disana. Ciuman itu perlahan turun, Aiden mennyesap pucuk dada bergantian, dengan salah satu tangannya yang masih bermain di bagian sensitif Gwen.
"Ahh ... Ahh ... Ahh." Gwen menggelinjang, mendesah tidak karuan ketika merasakan kenikmatan yang tiada terkira.
Puas dengan pucuk bukit, kini bibir itu beralih mencium perut rata Gwen dan semakin turun lagi, berhenti disela paha itu.
Ah, belahan daging tembem yang merekah dan berwarna pink kemerahan itu terlihat sangat menggoda. Aiden memajukan wajahnya, mengendus aroma khas dari sana, yang membuat dirinya sudah tidak tahan lagi untuk menikmatinya. Lidahnya terjulur untuk menyapu permukaan daging tembem itu. Membuat pemiliknya mendesaah tidak tertahan.
Kemudian yang terjadi selanjutnya
*
*
*
Bersambungš¤£š¤£
Digantung pas lagi enak-enaknyaš¤£
Maafkan jariku yang losdolll. jangan lupa tinggalkan Like dan votenyaā¤