
Kasih bunga, kopi, like dan Vote ya❤❤❤
Xander dan Jeje yang sedang berpelukan diatas tempat tidur mengernyit heran dan menajamkan pendengarannya.
Xander mendudukan diri begitu pula dengan Jeje.
"Anak kita mau belah duren." Jeje tertawa cekikikan, lalu menempelkan telinganya ke papan kayu jati yang menjadi pembatas kamar mereka.
"Sudah jinak katanya! Memangnya dia pikir ular kobra?" ucap Jeje sambil tertawa cekikikan.
"Stttt, diamlah. Atau kamu ingin mencoba ular kobraku?" tanya Xander, sembari menaik turunkan alisnya.
"Ogah!! Nanti pinggang Daddy encok lagi," tolak Jeje sambari mendorong pundak suaminya yang akan menciumnya.
"Ck! Kamu meragukan kemampuanku?" tanya Xander kesal.
Jeje menatap kesal suaminya yang masih sok kuat dalam urusan ranjang. "Satu minggu yang lalu Daddy sampai di bawa ke tempat dokter Ricky karena encok. Apa tidak ingat?" Jeje mengingatkan.
"Huh!" Xander mendengus kesal lalu merebahkan dirinya lagi diatas tempat tidur yang berbahan kapuk itu.
Dia menjadi kesal dan juga malu mengingar kejadian itu, ditambah lagi dokter Ricky terus meledeknya tiada henti.
Jeje masih menempelkan telinganya dipapan kayu jati itu. Ia menutup mulutnya lalu merebahkan badannya disamping Xander.
"Ada apa?" tanya Xander, ketika wajah istrinya terkejut.
"Ternyata putramu sangat mengerikan!" Jeje menajamkan pendengarannya, sayup-sayup terdengar suara desaahan lirih.
"Itu tandanya jika dia memang keturunan Keluarga Clark. Long time and strong!" jawab Xander, lalu menutup kedua telinga dengan bantal. Karena dia tidak ingin mendengar suara laknat itu, takut jika tidak bisa menahan diri untuk menyerang istrinya.
*
*
Sementara itu di kamar sebelah.
Nathan memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya, suara desaahan pun terus keluar walau tertahan. Ia merasakan sensasi nikmat yang baru pertama kali dia rasakan saat Kirana mengurut pedang pamungkasnya hingga menyemburkan lahar panas.
Kirana mengambil tisu basah untuk mengelap tangannya, sedangkan Nathan melakukan hal yang sama mengelap pedangnya hingga bersih.
"Terima kasih, Sayang." Nathan mengecup punggung tangan Kirana dengan lembut dan penuh cinta.
Nathan membenarkan celananya lagi, lalu merebahkan diri diatas tempat tidur.
"Dek ... Sini tidur." Nathan menepuk dada bidangnya bertanda jika Kirana harus tidur disana.
Kirana tersenyum lalu merebahkan kepalanya didada bidang itu dan salah satu tangannya melingkar di perut Nathan.
Cup
Nathan mengecup kening Kirana berulang kali dengan penuh kelembutan dan penuh cinta.
"Maaf, karena malam pertama kita harus begitu," ucap Kirana, membuka suara.
"Tidak apa-apa. Yang terpenting aku masih bisa mencicipi pabrik susuku," jawab Nathan absurd dan tangannya memilin pucuk dada yang polos itu dengan gemas.
Kirana mencebik sembari menepis tangan suaminya.
"Besok kita harus kembali ke Jakarta," ucap Nathan.
Kirana mendongak, menatap Nathan dengan serius.
"Maaf karena tidak memberi tahumu sebelumnya. Besok sudah hari senin dan aku tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama. Beban yang aku pikul terlalu berat, Sayang." jelas Nathan, memberikan pengertian kepada istrinya.
Kirana menundukkan pandangannya, dan menghela nafas sejenak. "Baiklah," jawab Kirana, pad akhirnya karena dia mengerti jika suaminya mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di perusahaan.
"Terima kasih sudah mengerti," ucap Nathan, lalu menarik dagu Kirana agar mendongak lalu mengecup dan melumaat bibit manis yang sudah menjadi candunya itu dengan lembut.
*
*
*
Aiden mendesah resah, memikirkan apa saja yang dilakukan Kirana dan Nathan dalam kamar sana. Bahkan matanya sulit untuk terpejam. Membayangkan Nathan mencumbu Kirana, membuat dadanya terasa sesak. Ia yang tadinya tiduran terlentang kini mendudukan diri, meremat rambutnya dengan kesal.
Ia mencoba menepis segala rasa yang bersarang didalam hatinya, namun terasa sangat sulit. Semakin ia tepis rasa itu semakin kuat menggelayuti hatinya.
"Hai hati? Kenapa kamu tidak mampu berpaling? Kenapa kamu tidak sanggup untuk melepaskannya? Haruskah aku merebutmu darinya?" gumam Aiden, frustasi.
Hai hati? janganlah egois. Ada emak disini, yuk sama emak saja. 🤣🤣🤣