
Come back lagi. Hayuk digas lagi mana hadiah dan Votenya ini bab ke lima 5 lohðŸ¤
Kirana menggeliat dalam tidurnya ia merasakan sesuatu yang berat yang menimpa perutnya. Dibuka kedua matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat tangan kekar melingkar disana, dan yang membuatnya ingin menjerit adalah ketika tubuh bagian atasnya polos.
"Huh!" Kirana mengusap keningnya dengan kasar, ia baru teringat jika sudah menikah. Ia menoleh kesamping menatap wajah Nathan masih terlelap dalam tidurnya.
"Tampan," gumam Kirana tersenyum kecil, tangannya terangkat untuk membelai wajah tegas dan tampan itu dengan lembut.
"Morning," ucap Nathan seperti gumaman dengan mata yang masih terpejam.
Kirana hanya diam karena tidak tahu apa yang di ucapkan oleh suaminya. Tapi, ia tahu jika suaminya sudah terbangun dari tidurnya. Kemudian ia melepaskan belitan tangan kekar itu dari perutnya.
"Mau kemana?" tanya Nathan dengan suara serak khas bangun tidur, dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mau bangun, lihatlah sudah jam 6 pagi. Aku harus menyiapkan kebutuhan kalian," ucap Kirana, masih berusaha melepaskan tangan kekar itu.
"Kalian? Siapa yang kamu maksud dengan Kalian?" Nathan beranjak dan mulai mengungkung tubuh istrinya lagi.
"Nathan, jangan begini." Kirana mendorong dada bidang suaminya saat pria itu semakin mendekatkan wajahnya.
Nathan berdecak, lalu menuding kening Kirana dengan perasaan kesal. "Kamu ini sudah menjadi istriku! Dan tugasmu adalah melayaniku saja, tidak ada yang lainnya!! Mengerti!" ucap Nathan penuh dengan penegasan.
Kirana mengangguk pelan sebagai jawabam. "Tapi aku juga harus segera bangun karena aku harus memasak," ucap Kirana lagi.
"Memasak? Didapur sana banyak pelayan yang akan memasak, jadi untuk apa kamu memasak?" tanya Nathan, masih mengungkung istrinya.
"Masa, mengertilah. Aku adalah menantu dirumah ini."
"Lalu?" Nathan menaikkan salah satu alisnya.
"Ya aku harus seperti menantu pada umumnya." Kirana mengerucutkan bibirnya kesall, karena Nathan tidak kunjung mengerti dengan ucapannya.
Nathan terkekeh geli dan juga gemas dengan sikap istrinya, kemudian ia mengecup bibir yang sedang mengerucut itu.
"Ih! Aku belum gosok gigi!" Kirana langsung membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.
"Aku tidak peduli," jawab Nathan tersenyum lalu mengecup bibir itu berulang kali dengan sangat gemas.
"Mas!!" Kirana kegelian lalu mendorong wajah suaminya agar menghentikan aksinya.
Kirana mengerucut sebal lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi dengan melilitkan selimut ketubuhnya.
Tidak berselang lama terdengar teriakan dari arah kamar mandi.
"JONATHAN CLARK!"
Nathan yang mendengar teriakan itu tergelak puas dan tersenyum lebar, lalu melanjutkan tidurnya lagi tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Sedangkan didalam kamar mandi, Kirana mengumpat kesal. "Dasar banteng!! Bagaimana bisa dia membuat tubuhku seperti macan tutul begini?!" Kirana menatap leher dan dadanya yang penuh dengan jejak kepemilikan Nathan dipantulan cermin yang ada di depannya itu.
"Aku harus bagaimana?" keluh Kirana, karena dia tidak mungkin keluar kamar dengan kondisi seperti itu.
*
*
*
Diruang makan pagi hari itu.
Oma Airin dan Jeje terlihat menggembungkan pipinya saat melihat penampilan Kirana yang seperti orang demam, memakai sweater dan juga syal yang melingkar dilehernya.
Ini semua gara-gara Othan! Batin Kirana, sambil melirik Nathan yang tidak merasa bersalah sama sekali, bahkan pria itu terlihat cuek dan lahap memakan sarapannya.
Sedangkan yang lainnya tampak biasa saja, kecuali Aiden yang sejak tadi menatap Kirana dengan hati yang terluka.
Hai hati? Aku mohon lepaskan dia. Jangan membuatku semakin mencintainya. Rasanya ini sangat menyakitkan! Batin Aiden, seraya mengusap dada bidangnya yang terasa sesak. Lalu ia beranjak dari duduknya meninggalkan sarapannya yang belum ia sentuh sama sekali.
"Loh, Aiden! Kamu belum sarapan!" teriak Jeje, saat melihat putranya keluar dari ruang makan.
"Dia kenapa sih? Belakangan ini sikapnya sangat aneh," ucap Nathan, menatap kepergian Aiden.
Sedangkan Sean dan Ansel saling pandang dan melanjutkan memakan sarapannya lagi tanpa bersuara.
Aiden tenangkan pikiranmu, sing bakoh dan sing kuat. Sini peyuk emak aja,, 😆😆