My Hot ART

My Hot ART
Saling memberi



Yang kangen Nathan dan Kirana, aku kasih yang hot jeletot.


Warning aja, yang bocil minggir!!


Malam harinya, Nathan pulang tepat jam 7 malam. Ia menaiki tangga sembari memijat tengkuknya yang terasa pegal dan kaku.


Memasuki kamarnya dengan lesu dan tidak bersemangat. Bagaimana tidak? Jika ia harus berpuasa untuk mengasah pedang saktinya yang mandra guna, karena kandungan istrinya lemah, dan ia harus berpuasa sampai trimester pertama berakhir. Tapi, demi kebaikan istri dan calon buah hatinya, ia rela menahan hasratnya untuk tidak menyentuh istrinya yang semakin terlihat sexy dan sangat cantik.


"Hah!" Satu helaan nafas panjang terhembus dari bibirnya, melepas rasa lelah seraya meletakkan tas kerjanya di atas sofa yang ada di kamarnya.


Matanya mengedar diseluruh kamarnya, dan tentu saja yang ia cari adalah istri cantiknya yang sudah ia rindukan seharian ini.


"Kemana dia?" gumamnya, sembari melepaskan satu persatu kancing kemejanya.


Ceklek


Nathan menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, jangkunnya naik turun dan matanya terpaku pada sosok cantik dan sexy yang memakai lingerie merah didepan pintu kamar mandi. Lingerie berwarna merah itu sangat tipis, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh istrinya yang terlihat sangat sexy.



Kirana, sangat hot. πŸ™ˆ


"Sayangβ€”" Nafas Nathan tercekat, nafasnya mulai memburu ketika Kirana berjalan kearahnya dengan gerakan yang sangat sexy dimatanya.


"Mandi dulu, Mas," ucap Kirana, saat sudah berada dihadapan suaminya, jari-jari lentiknya meraba dada bidang suaminya yang berotot itu.


Tatapan mata Nathan tidak lepas dari wajah cantik istrinya, yang malam ini tampak menggairahkan. Jika tidak mengingat kandungan Istrinya, mungkin ia sudah mengajak Kirana bergelut diarea pertempuran, berbagi peluh, saliva dan kenikmatan.


"Kenapa memakai pakaian seperti ini? Kamu ingin menggoda suamimu ini?" Suara Nathan terdengar berat dan serak, menandakan jika dirinya sudah sangat bergairah.


Kirana mengulas senyum, sembari melepaskan kemeja suaminya. Ia mendongak, menatap suaminya dengan menggoda. "Aku tidak memakai pakaian ini pun, kamu sudah tergoda 'kan?" ucap Kirana, lalu menarik tengkuk suaminya.


"Cepatlah mandi, karena aku mempunyai kejutan untukmu," bisik Kirana dengan sangat sensual, didekat telinga Nathan.


Nathan menggeram ketika mendengar bisikan yang sangat sensual itu, membuat gairahnya semakin berkobar.


"Kenapa tidak sekarang saja?" tanya Nathan, lalu menggigit cuping telinga Kirana dengan sangat lembut.


"Karena kamu berkeringat, dan aku tidak suka!" jawab Kirana lalu mendorong dada bidang Nathan, agar menjauh darinya.


"Baiklah," ucap Nathan, segera berjalan menuju kamar mandi.


*


*


*


10 menit kemudian, Nathan sudah selesai membersihkan diri. Ia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit diatas pinggangnya. Kemudian ia berjalan menghampiri istrinya yang duduk sofa. "Mana kejutan untukku?" tanya Nathan sudah tidak sabaran. Ia berdiri tepat dihadapan istrinya.



Ada yang menonjol itu apa ya?πŸ™ˆπŸ€£


Kirana meletakkan ponselnya, lalu meraih pinggang suaminya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Nathan, ketika tangan Kirana akan membuka lilitan handuknya.


"Ssttt, diamlah," ucap Kirana, sembari menempelkan jari telunjuknya didepan bibirnya. Kamudian, ia membuka lilitan handuk tersebut, dan tersembullah pedang sakti mandra guna yang sudah menegang, terlihat besar dan berurat, membuat Kirana menelan saliva-nya dengan susah payah.


Nathan diam dan menanti kelanjutan aksi istrinya. "Ouhh, ssshhh, Sayang! Apa yang kamu lakukan? Ahhh." Nathan tersentak namun ia juga menikmati kelakukan nakal istrinya yang sedang bermain dengan miliknya dibawah sana.


"Ahhh!" Nathan mendongak seraya memejamkan matanya, menikmati permainan istrinya yang sangat luar biasa nikmat.


Entah belajar dari mana istrinya itu bisa berubah menjadi nakal seperti ini.


"Ouhhh!" Nathan menggeram, sembari memaju mundurkan pinggulnya, dan memegang kepala Kirana.


Mata Kirana sampai berair saat menerima sodokan dari suaminya, dan pedang pamungkas itu sampai menyentuh tenggorokannya.


Nathan yang kasihan melihat istrinya itu pun segera menuntaskan hasratnya, ia menarik senjatanya dari mulut istrinya. Kemudian menangkup ujung kepala senjatanya itu, bersamaan dengan menyemburnya mayones yang hangat dan kental.


"Ouhhh!" Nathan menggeram seraya memaju mundurkan senjatanya itu dengan tangannya, sampai tuntas.


Kirana mengusap bibirnya yang basah, lalu mengambil beberapa lembar tisu dan memberikannya kepada Nathan untuk membersihkan mayones yang tumpah di telapak tangan suaminya.


Nathan membuang tisu itu ke tempat sampah, lalu menggendong istrinya dan merebahkannya ke atas tempat tidur. "Siapa yang mengajarimu menjadi nakal seperti ini, hem?" tanya Nathan, yang saat ini sudah mengungkung istrinya.


"Tidak ada," jawab Kirana, lalu memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"Jangan berbohong, atau kamu mau dihukum?" tanya Nathan, sembari meraba bagian inti istrinya yang sudah basah.


"Eugh." Kirana melenguh, ketika Nathan memasukan jari tengahnya ke dalam bagian intinya.


"Sayang." Tubuh Kirana menggelinjang, tidak kuat menahan sensasi yang sangat nikmat itu.


Cup


Nathan meraup bibir istri dengan sangat rakus. "Karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan memberikan hukuman kenikmatan kepadamu," bisik Nathan ketika, ciuman itu terlepas.


Ciuman Nathan kini berpindah ke leher Kirana, bermain sejenak disana, lalu semakin turun sampai di sela paha istrinya.


Kini giliran Nathan yang memberikan kenikmatan surga dunia kepada istrinya. Membuat Kirana melenguh dan terus mendessah, hingga sampai pelepasan yang membuat tubuhnya lemas dan lunglai.


Dah ah, kalau kurang hot bacanya diatas kompor atau disebelah pasangan halal kalian.🀣🀣🀣


Mana sawerannya.πŸ’ƒπŸ’ƒ


Besok Abang Sean dan Irene nikah, siapin kado kembang dan kopi ya. πŸ€£πŸ€£πŸ’ƒ