
"Kok perasaanku jadi tidak enak ya?" gumam Nathan, berjalan menaiki anak tangga bersama istrinya menuju kamar mereka.
"Perasaan kamu saja kali, Mas," ucap Kirana, yang mendengar gumaman suaminya.
"Tapi, beneran loh. Aku yakin Mommy pasti ngasih kejutan yang aneh-aneh," balas Nathan seraya berdecak dengan kesal.
Ceklek
Nathan membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan masuk istrinya. Kamar tersebut nampak gelap. Nathan berjalan menuju sudut kamar tersebut dimana saklar lampu berada, lalu menekan tombol On.
Byar
Lampu di kamar tersebut menyala memperlihatkan kamar yang di hias sedemikian rupa, seperti kamar pengantin pada umumnya. Ranjang berukuran King Size itu bertaburkan bunga mawar sangat indah dan juga sangat harum di indera penciuman mereka.
Namun bukan itu yang membuat terkesima, tapi melihat suatu benda yang tergeletak di atas ranjang yang bertaburkan bunga itu. Mata kedua membola sempurna, secepat kilat Nathan meraih benda tersebut dan menyembunyikan kebelakang punggungnya.
"Mas! Kenapa disembunyikan? Aku mau lihat!" Kirana sangat penasaran dengan benda tersebut.
"Jangan! Anak perawan tidak boleh melihatnya," jawab Nathan memundurkan langkahnya, menjauhi istrinya yang semakin mendekatinya.
Kirana merajuk dan mendudukan diri di tepian tempat tidur, karena tidak di perbolehkan melihat benda tersebut oleh suaminya. Padahal dirinya 'kan sangat penasaran.
Nathan memejamkan matanya dengan erat, seraya mengumpat kesal.
"Mommy!!" teriak Nathan didalam hati. Dia benar-benar kesal kepada ibunya, memberikan kejutan yang sangat menggelikan menurutnya.
Bagaimana tidak kesal, jika ibunya memberikan benda yang berbentuk sama persis seperti miliknya.
"Oke, jangan marah. Kita lihat sama-sama," ucap Nathan, seraya mendudukan diri dan memperlihatkan benda tersebut.
"Astaga!" Kirana memekik lalu menutup kedua matanya saat melihat benda tersebut.
Ansel! Tunggu pembalasaku! Jadi cowok lemes banget mulutnya! Mereka pikir aku ini impotent! kesal Nathan didalam hati.
Kirana terdiam menatap suaminya yang terlihat marah. "Sudah jangan dipikirkan, mungkin Mommy cuma bercanda," ucap Kirana.
Nathan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu ia menyobek surat itu menjadi beberapa bagian dan menghamburkannya hingga tercecer diatas lantai.
"Kita lebih baik istirahat, bukankah besok kamu harus bekerja?" Kirana mengalihkan suasana dan juga perhatian Nathan.
"Iya, kamu benar," jawab Nathan, lalu mereka berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka dengan baju tidur.
"Mas, ini kenapa banyak baju perempuan disini?" tanya Kirana, saat membuka pintu lemarin suaminya.
"Itu milikmu, Dek." jawab Nathan karena saat masih di Semarang, ia meminta ibunya untuk membelikan pakaian untuk Kirana.
Nathan berjalan mendekat lalu mengambil salah baju yang berbahan tipis. "Malam ini pakai yang ini ya," ucap Nathan tersenyum mesum.
"Itu baju atau saringan tahu? Aku bisa masuk angin," jawab Kirana sekaligus menolak halus permintaan suaminya.
"Kan ada aku yang akan menghangatkan tubuhmu," balas Nathan dengan tatapan memohon.
"Baiklah," ucap Kirana pada akhirnya karena tidaj tega melihat suaminya memohon seperti itu. lalu dengan penuh keraguan ia mengambil lingerie itu dari tangan suaminya.
Tidak apa-apa. Kata ibu harus bisa membuat senang suami agar mendapat banyak pahala. Batin Kirana, mengingat pesan ibunya. Walaupun dia sedikit risih dengan pakaian itu.
"Kamu sangat seksi," bisik Nathan dengan sensual.
"Mas ... Ah .."
Ah ..... Votenya mana??😆