My Hot ART

My Hot ART
Apakah sudah berlubang?



"Aiden! Sakit!" pekik Gwen lalu menedang perut Aiden dengan kuat, hingga membuat pria itu terjengkang kebelakang.


"Gwen!" Aiden melotot lebar karena terkejut, lalu menatap senjatanya yang sudah mleyot, seperti terong rebus.


"Apa?! Ini sangat sakit." Gwen menarik selimut sambil mendekap area sensitifnya yang terasa perih, karena Aiden sudah memasukan sedikit senjatanya.


Bagaimana pun, ia tidak menyalahkan Aiden, karena semua ini salahnya karena sudah menggoda pria itu lebih dulu. Ia menahan tangisnya, namun ia juga bersyukur karena masih bisa menjaga kesuciannya.


"Astaga!" Aiden tersadar lalu segera meraih boxernya dan memakainya. Lalu mendekap tubuh Gwen, seraya mengusap punggung gadis itu berulang kali.


"Maafkan aku Gwen, ini diluar kendaliku," ucap Aiden, penuh sesal lalu mengecupi seluruh wajah Gwen dengan kasih sayang.


"Aku yang salah, karena sudah menggodamu lebih dulu," ucap Gwen dengan bibir yang bergetar, menahan tangisannya.


"Kita sama-sama salah," ucap Aiden, seraya mengurai pelukannya lalu menatap wajah Gwen yang terlihat sendu. "Sakit banget ya?" tanya Aiden,


"Iya, sakit dan perih. Apa artinya aku sudah tidak perawan lagi?" tanya Gwen dengan polosnya.


Aiden terdiam sesaat, mencerna pertanyaan yang keluar dari bibir kekasihnya itu. "Aku tidak tahu, tapi coba aku lihat dulu, apakah sudah berlubang?" Aiden menyibakkan selimut yang di kenakan Gwen.


"Hei! Kamu mau apa?!" Gwen menahan selimut tersebut.


"Aku ingin melihat Anu kamu, apakah sudah berlubang atau belum," ucap Aiden sangat polos.


"Tidak perlu! Ini sangat memalukan!" Wajah Gwen, sudah semerah tomat, ia juga tidak menyangka jika Aiden sangat polos.


"Untuk memastikan, jika dirimu masih perawan," jawab Aiden lagi, lalu menarik kedua kaki Gwen dengan paksa dan membukanya dengan lebar.


"Aiden tidak perlu. Ah, ini sangat memalukan!" Gwen benar-benar merasa malu sendiri.


"Aku hanya ingin melihatnya saja," ucap Aiden dengan santai, lalu menatap belahan daging yang ada di pangkal paha itu. "Sudah berlubang tapi kecil, itu artinya kamu sudah tidak perawan?" ucap Aiden, saat menyibakkan belahan daging itu.


Gwen memukul kepala Aiden sangat keras, lantaran kesal dan juga malu. "Jika tidak ada lubangnya, bagaimana caranya aku pipis!" kesal Gwen, seraya beranjak dan melilitkan selimut ke tubuhnya, lalu memunguti pakaiannya dan segera memakainya di kamar mandi.


Aiden menggaruk kepalanya yang baru saja di pukul oleh Gwen, otaknya mendadak nge-lag.


Tidak berselang lama, Gwen keluar dari kamar mandi sudah berpakian rapi. "Aku mau kembali ke kamarku," ucap Gwen, tanpa menatap Aiden yang masih berdiam diatas tempat tidur. Gwen segera berlalu dari kamar itu, tanpa mendengarkan jawaban kekasihnya.


*


*


*


Aiden mengusap wajahnya yang bersemu merah dengan kasar. Dan terus merutuki kebodohannya.


Bagaimana bisa, seorang Aiden yang sangat cerdas mendadak menjadi sangat bodoh?


"Kenapa aku sebodoh itu? Sepertinya aku tidak punya muka lagi jika bertemu dengannya," gumam Aiden, kesal dengan dirinya sendiri.


"Ah! Ya ampun!" Aiden bertambah malu saat mengingat tingkahnya yang menggelikan. Ia mengacak rambutnya dengan asal.


"Pasti saat ini dia sedang menertawakan aku," gumam Aiden.


Sedangkan Gwen yang sudah berada di kamarnya , merutuki kebodohan Aiden.


"Kenapa dia harus melihat anuku sih! Sangat menggelikan, dan dia bilang kalau punyaku sudah berlubang kecil? Astaga!! Aiden!"


Sepertinya dua sejoli itu malam ini tidak akan bisa tidur nyenyak, karena mengingat kejadian konyol yang beberapa saat lalu terjadi.


Aiden oh Aiden, kenapa kamu sepolos itu sih? Yang namanya anu pasti ada itunya. 😆🙈