
Keluarga Clark menunda kedatangan mereka ke Kampung halaman Kirana. Keluarga Clark sudah mengetahui semuanya karena Nathan memberitahukan masalah tersebut kepada mereka.
"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" tanya Xander, sambil menepuk bahu Nathan.
Nathan mengangguk bertanda mengerti.
"Bagus! Yakinkan mereka jika kamu adalah pria yang layak untuk putrinya," lanjut Xander.
"Baik, Dad," jawab Nathan dengan semangat dan keyakinan yang pasti.
"Doa Mommy akan selalu menyertaimu, Nak." ucap Jeje, sambil mengelus dada bidang putranya.
"Thank you, Mom," ucap Nathan, lalu memeluk ibunya sesaat.
*
*
Setelah mendapat dukungan dari kedua orang tuanya, Nathan memutuskan akan menemui orang tua Kirana yang ada di kampung halaman hari itu juga.
Kirana menatap Nathan dengan tatapan tidak percaya. Pria itu menggendong tas ransel berukuran sedang, sambil memegang ponsel di tangannya.
Pakai pakaian tertutup saja masih kelihatan seksih. 😆
"Apa kamu serius, ingin menemui kedua orang tuaku?" tanya Kirana, entah yang keberapa kali dia melontarkan pertanyaan yang sama kepada kekasihnya.
Gadis itu nampak resah dan khawatir jika kedua orang tuanya nanti menolak kehadiran Nathan.
"Aku serius dan yakin, kamu jangan khawatir, kekasihmu ini adalah orang yang hebat." Tidak hentinya dia meyakinkan Kirana. Kemudian dia menangkup wajah Kirana dengan kedua tangannya lalu mengecup bibir Kirana sekilas.
"Percayakan semuanya, kepadaku, oke!"
Kirana tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Ayo kita berangkat sekarang." Nathan menggadeng tangan Kirana dengan lembut, lalu berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga di mana kedua orang tuanya menunggunya.
"Iya, Mom, Dad," jawab Nathan.
"Supir Daddy akan mengantarkan kalian menuju kampung halaman Kirana," ucap Xander.
"No, Dad! Aku akan menyetir sendiri," tolak Nathan.
"Jarak yang kalian tempuh itu sangat jauh loh, ini juga demi keselamatan kalian." Jeje bersuara, tidak setuju dengan penolakan putranya. Namun dengan kekehnya, Nathan tetap ingin menyetir sendiri, membuat kedua orang tuanya akhirnya mengalah.
"Kirana, aku menitipkan putraku dan jaga dia dengan baik," pesan Jeje kepada Kirana.
"Baik, Nyonya, Tuan," jawab Kirana, seraya menunduk hormat.
"MOM! Seharusnya aku yang menjaga Kirana, bukan sebaliknya!" kesal Nathan karena ibunya masih memperlakukannya seperti anak kecil.
"Ya ampun, Mommy lupa jika putraku yang satu ini akan menjadi kepala keluarga," ucap Jeje tertawa, meledek putranya.
Xander pun terkekeh saat mendengar ledekan istrinya yang di lontarkan kepada Nathan. Lelaki paruh baya itu tidak menyangka jika putra pertamanya akan mendapatkan jodoh secepat ini.
"Kami berangkat dulu, Mom, Dad," pamit Nathan dan Kirana.
"Iya, hati-hati. Jika ada apa-apa hubungi Daddy," pesan Xander, dan Nathan menganggukkan kepalanya pelan.
*
*
"Apa kamu yakin menyetir sendiri?" tanya Kirana, saat sudah berada di dalam mobil pajero sport yang akan dikemudikan oleh Nathan.
"Iya, sayang." Nathan menghidupkan mesin mobilnya. Jika medan perjalanan yang akan dia tempuh tidak ekstrim, dia tidak akan mau menggunakan mobil murahan itu.
"Tapi, jarak dari sini ke kampungku sangat jauh loh," ucap Kirana lagi, merasa khawatir dengan Nathan jika kelelahan di jalan, karena jarak tempuh antara Jakarta menuju kampung halamannya yang ada di Semarang sangatlah jauh.
"Kamu tenang saja, kita akan mencari hotel untuk istrirahat nanti," ucap Nathan, mengerling nakal, membuat kekasihnya bergidik ngeri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Tetap cari kesempatan dalam kesempitan ya, Bang Othan🤣