My Hot ART

My Hot ART
Ancaman Oma Airin



"Apa?!" bukan Kirana yang terkejut, melainkan Four J.


Four J tidak menyangka jika ibunya dulu adalah seorang pelayan di rumah keluarga Clark.


"Hei! Kenapa kalian terkejut seperti itu?" tegur Xander.


"Tentu kami sangat terkejut, bagaimana bisa Mommy yang sangat cantik ini menjadi pelayan di rumah besar ini?" Nathan yang menjawab pertanyaan ayahnya.


Kemudian Xander dan Jeje menceritakan kisah cintanya kepada anak-anaknya dengan sangat detail.


Four J merasa terharu saat mendengarkan kisah cinta Ayah dan ibunya, berikut juga Kirana menjadi baper.


Ternyata perbedaan usia yang sangat jauh, tidak menjadi penghalang bagi ke duanya. Batin Kirana.


"Apa kamu tahu Kirana? Di keluarga Clark tidak pernah membedakan status sosial atau kasta seseorang. Dari dulu aku selalu menanamkan hal ini kepada anak dan cucu hingga ke cicitku, jika setiap manusia yang hidup di dunia ini mempunyai derajat yang sama di mata Tuhan, hanya nasib saja yang membedakan kedudukan kita semua. Kita semua ini sama, Kirana," jelas Oma Airin, sekaligus memberikan pengertian kepada Kirana.


Lagi mode waras ya, Oma?🤣


"Maaf, Oma," cicit Kirana, merasa sangat bersalah karena ia sempat berburuk sangka.


"Kamu dengar sendiri 'kan, jika keluargaku tidak seperti yang kamu pikirkan. Mereka menerimamu, jadi apa kamu juga mau menerima ku menjadi suamimu?" ucap Nathan langsung mendapat pukulan dari Ayahnya.


PLAK


"Dasar bodoh!" Xander memukul kepala Nathan dengan keras.


"Kenapa Daddy memukul kepalaku?" protes Nathan, sambil mengelus kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Karena kau itu bodoh! Kalau mau melamar seorang wanita itu harus romantis!" kesal Xander sekaligus malu dengan tingkah putranya.


"Bukankah aku dulu melamarmu dengan sangat romantis? Apa kamu lupa saat di Villa bogor itu?" Xander menjawab sambil menaik turunkan alisnya, membuat Jeje bersemu merah karena kejadian puluhan tahun yang lalu melintas di kepalanya.


"Huh!! Jangan sok manis di hadapan anak-anak kalian!! Ingat umur sudah tua!" seru Oma Airin, sambil berdecak kesal.


"Sekarang jawab lamaran Nathan, Kirana!" ucap Oma Airin, menatap Kirana dengan tajam.


"Terima atau kamu kembalikan uang 50 juta itu!" ancam Oma Airin, berbisik di dekat telinga Kirana.


Kirana menelan ludahnya dengan kasar ketika mendapat ancaman dari Oma Airin dan dengan berat hati, Kirana menganggukkan kepalanya pelan.


Semoga pilihanku ini tepat. Batin Kirana, karena ia merasa belum mengenal jauh tentang Nathan.


"Yes!!!! Kawin!" seru Nathan, heboh sambil joget-joget tidak jelas.


"Nikah woy! Kawin nanti kalau sudah Sah!" Ansel menonyor kepala Nathan ke depan.


Xander dan Jeje menggelengkan kepalanya berulang kali saat melihat tingkah absurd Nathan.


Di sisi lain Aiden masih tidak terima dengan keputusan itu. Ia langsung keluar begitu saja dari ruangan tersebut dengan perasaan kesal dan marah yang memenuhi hatinya. Seluruh orang yang ada di sana menatap Aiden dengan penuh tanda tanya, akan tetapi mereka segera menepis segala pertanyaan yang ada di kepala mereka.


"Seharusnya Kirana itu cocoknya denganku!" sungut Sean, juga tidak terima dengan keputusan itu, karena ia masih penasaran dengan Kirana.


"Heh! Anak bangor! Bilang apa tadi?" Oma Airin berkacak pinggang dan menatap tajam Sean.


"Aku tidak bilang apa-apa. Aku hanya mengucapkan selamat kepada Nathan yang sangat cocok dengan Kirana. Iya 'kan, Sel?" Sean menyenggol bahu Ansel.


"Mana aku tahu!" jawab Ansel sambil menaikan kedua bahunya, membuat Sean ingin mencekik leher kembar bungsunya itu.