My Hot ART

My Hot ART
Jatah susu



Kirana merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dikenakannya saat ini. Pakaian yang menerawang dan memperlihatkan dua aset pribadinya. Ia merasa sangat malu, apalagi saat Nathan menatapnya seperti harimau yang kelaparan, membuatnya bergidik ngeri. Dengan cepat ia menutupi bukit kembarnya dan bagian sensitifnya dengan tangannya.


Tidak apa-apa. Kata ibu harus bisa membuat senang suami agar mendapat banyak pahala. Batin Kirana, mengingat pesan ibunya. Berusaha untuk tenang. Walaupun dia merasa risih dan juga takut.


Lagi pula aku masih datang bulan. Jadi aku bisa selamat. Batin Kirana lagi.


Nathan berjalan mendekati istrinya, lalu menarik pinggang ramping itu hingga keduanya tidak berjarak sama sekali.


"Kamu sangat seksi," bisik Natan dengan sensual, seraya menyibakkan rambut panjang Kirana kekiri, terlihatlah bahu dan leher jenjang yang putih dan mulus, membuat bibirnya gatal untuk tidak mencicipinya.


Cup


Nathan mengecup leher dan bahu itu dengan penuh nafssu, ia juga sedikit menyesap leher itu hingga meninggalkan jejak kepemilikannya.


"Mas .... Ah." Tubuh Kirana merinding seketika saat merasakan cumbuan dari suaminya.


Bibir Nathan yang tadinya menelusuri leher dan bahu mulus itu, kini merambat naik mencium pipi dan mengecup bibir Kirana dengan sangat lembut.


Kirana memejamkan matanya dan mengalungkan kedua tangannya dileher yang kokoh itu. Menikmati, membalas ciuman dan pagutan suaminya.


Namun beberapa saat kemudian, Kirana mendorong dada bidang Nathan saat ia merasakan benda pusaka suaminya sudah mengeras dibawah sana, hingga ciuman yang mulai panas itu terlepas dengan paksa.


"Kenapa?" tanya Nathan menarik tengkuk Kirana, dan mengecup bibir istrinya sekilas. Dia barusaha untuk mengatur nafasnya yang memburu dan mengendalikan gairahnya.


"Sabar. Dua hari lagi selesai," jawab Kirana, tersenyum seraya mengusap rahang tegas suaminya. Kemudian berjalan keluar dari ruangan ganti itu.


Nathan menghembuskan nafasnya dengan kasar, seraya menatap istrinya yang menjauh darinya.



Ada yang menonjol, apaan tuh? 🤣🙈


Kemudian ia melepaskan celana panjangnya, menyisakan boxer berwarna putih yang menutupi pedang pamungkasnya yang sedang menegang. Setelah itu ia berjalan keluar dari ruang ganti menuju tempat tidur yang sedang dibereskan oleh Kirana.


"Pakai baju kamu, Mas!" tegur Kirana saat melihat suaminya hanya memakai boxer yang menutupi sesuatu yang menonjol dibawah sana.


"Aku tidak terbiasa memakai baju saat tidur," jawab Nathan seraya mendudukan diri ditepi tempat tidur dan menatap istrinya dengan tatapan mesum.



"Lebih enak begini, lebih praktis kalau ingin cepat," lanjut Nathan ambigu, namun cukup membuat Kirana bergidik ngeri.


Kirana secepat kilat langsung naik ketempat tidur dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal itu seperti kepompong.


Nathan tergelak melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu.


"Sayang, jangan membungkus tubuhmu seperti itu nanti kamu tidak bisa bernafas," ucap Nathan masih menyisakan tawanya, sembari menarik selimut itu dengan kuat dan melemparkannya dengan asal.


"Mas!!" kesal Kirana, seraya mendudukan diri sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Ssst! Mulai malam ini aku akan menjadi selimut hidupmu," ucap Nathan lalu mendorong tubuh istrinya kebelakang hingga terlentang diatas tempat tidur dan mulai menindihnya.


"Mas! Kamu mau apa?!"


"Minta jatah susu!" jawab Nathan lalu merobek lingerie istrinya dengan sekali tarikan, dan setelah itu ia mulai menjalankan aksinya hingga membuat Kirana tidak berhenti mendesaah.


Aduhhh masih dicor aja udah kayak gitu, apalagi kalau portalnya udah dibuka🤣🤣🙈


Vote dan hadiahnya jangan lupa ya❤