
Irene dan Sean kini sudah berada di kediaman Keluarga Clark di sore hari. Pasangan itu sangat heboh saat melihat ketiga keponakannya berkumpul di ruang tamu.
Nathan, Kirana, Aiden dan Gwen berkumpul di ruang tamu tersebut, meluangkan waktu kebersamaan mereka. Sedangkan Ansel dan keluarga kecilnya sedang pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan istrinya. Lalu Xander dan Jeje sedang berada di kamar Oma Airin yang kondisi kesahatannya menurun lagi.
"Kalian sangat menggemaskan!" pekik Irene sembari meremat kedua tangannya di udara ingin mencubit gemas ketiga keponakannya itu.
Anaya tidur pulas di dalam Box bayinya, sedangkan Ricko dan Jojo merangkak memutari ruang tamu tersebut.
"Anaya pulas sekali tidurnya?" tanya Irene sembari menatap bayi cantik itu yang sangat pulas di dalam Box-nya.
"Suara ribut seperti apa pun, tidak akan membuatnya terbangun kecuali jika sedang haus," jawab Gwen sembari menipiskan bibirnya. Hatinya masih terasa bergetar sakit saat melihat putrinya tidak bisa mendengar suara yang ada di sekelilingnya.
Aiden merangkum pundak istrinya, lalu mengusap pundak Gwen berulang kali seolah memberikan kekuatan.
"I'm sorry, aku tidak bermaksud ..." Irene menjeda ucapannya karena ia tidak sanggup untuk melanjutkannya, ia merasa bersalah karena tanpa sengaja pertanyaannya membuat hati orang tua Anaya kembali rapuh.
"No problem, don't think too much. Kami akan terbiasa dengan semua ini, dan Anaya adalah bayi terkuat di dunia ini," jawab Gwen sembari mengulas senyum tipis.
"Iya, kamu benar Anaya adalah bayi tekuat dan jika dia besar nanti akan menjadi gadis yang hebat." Kirana menimpali, sembari menatap Anaya yang tidur pulas di dalam Box. Lalu tatapan matanya beralih kepada anak kembarnya yang berebut mainan. "Ricko, Jojo, barengan mainnya," ucap Kirana kepada kedua anak kembarnya.
Nathan beranjak dari duduknya dan memisahkan kedua anak kembarnya yang masih merebutkan mainan. "Kalian sudah Daddy belikan mainan yang sama, kenapa masih berebut, heum?" Nathan berjongkok lalu menggendong Jojo yang sudah ingin menangis.
Ricko tidak terima melihat saudari kembarnya di gendong oleh Ayahnya, bayi yang sangat pandai merangkak itu pun mengulurkan kedua tangannya juga, ingin digendong oleh ayahnya.
Nathan terekekeh geli saat melihat putranya cemburu. "Oke, Boy. Kamu juga akan Daddy gendong. Daddy 'kan kuat seperti superman," ucap Nathan, lalu menggendong putranya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggendong Jojo.
"Gue nggak bisa membayangkan kalau jadi lo," ucap Sean kepada Nathan yang menggendong kedua anaknya.
"Ya beginilah, di nikmati saja," jawab Nathan lalu mencium kedua pipi gembul kedua anaknya dengan gemas.
"Dia Hot Daddy," ucap Kirana kepada Irene yang duduk di sampingnya. Kirana menatap suaminya dengan tatapan memuja.
"Iya, Rana. Nanti Sean juga akan menjadi Hot Daddy," jawab Irene sembari mengusap perutnya yang buncit itu, dan tatapan matanya beralih menatap Sean yang sedang berbicara dengab Aiden.
"Eh, bukankah kehamilanmu sudah memasuki HPL? Tapi kenapa belum ada tanda-tanda?" tanya Kirana, ikut mengelus perut Irene juga
"Kalau orang melahirkan tidak bisa di pastikan, kata dokter bisa dua minggu sebelum HPL dan bisa lewat dua minggu setelah HPL, dan aku berada di opsi yang kedua," jawab Irene kepada Kirana.
"Kamu benar. Lalu apa jenis kelamin dede bayi yang mau launching ini?" tanya Kirana lagi.
"Ah, rahasia dong. Biar surprise buat kalian semua," jawab Irene tersenyum lebar.
"Ck, tidak asyik," ucap Kirana sembari memanyunkan bibirnya, kecewa dengan jawaban Irene.
Semoga persalinan mereka lancar semua ya, amin.
Jangan lupa dukungannya❤❤