My Hot ART

My Hot ART
Lamaran



Udah up 3 bab loh, mana sawerannya?


entar malam nambah 1 bab lagi kalau nggak males. 🤣


Diruang tamu yang ukurannya tidak begitu luas, keluarga Clark duduk diatas karpet. Meja kursi yang ada di ruang tamu itu dipinggirkan untuk sementara.


Xander duduk diatas karpet dengan kaki bersila dengan punggung yang tegap, wajahnya terlihat datar dan tegas, namun tidak mengurangi ketampanannya walau sudah berumur 67 tahun.


Suasana diruang tamu itu senyap. Bapak dan Ibu pun sama diam tidak bersuara, tapi mata mereka menatap satu persatu keluarga Clark sambil berdecak kagum. Namun ada yang membuatnya terkejut adalah saat mengetahui jika Nathan kembar empat.


Bapak dan Ibu juga tidak menyangka jika calon besannya adalah Sultan.


"Kedatangan kami kesini karena ingin melamar Kirana putri Bapak untuk anak kami Jonathan!" ucap Xander tegas, terkesan tidak ingin di bantah.


Bapak dan Ibu terkesiap ketika mendengar ucapan calon besannya yang tidak berbasa-basi lebih dahulu.


"Kami—" bibir Bapak terkatup kembali, ketika ucapannya di potong oleh Xander.


"Dan setelah ini kami ingin Kirana dan Nathan secepatnya menikah," ucap Xander, seolah tidak memberikan kesempatan untuk Bapak berbicara.


"Tuan—" Bapak mendesah kesal, karena lagi-lagi ucapannya terpotong.


"Kami sudah mempersiapkan semuanya, kalian tenang saja," sela Jeje berucap dengan sopan di selingi senyuman lembut.


"Tuan, Nyonya, kami—" Bapak sudah menggeram kesal karena tidak diberi kesempatan untuk berbicara, ibu mengelus punggung tangan suaminya agar tetap tenang.


"Hih! Jangan menolak niat baik! Karena jika mereka kelamaan berdekatan yang ditakutkan nanti Kirana tekdung lebih dulu, apalagi Bapak tahu sendiri gaya berpacaran anak sekarang, sangat mengerikan," ucap Oma Airin memanasi Bapak agar menyetujui niat naik keluarga Clark.


"Dasar kompor!" bisik Ansel didekat telinga Oma Airin.


"Namanya juga usaha. Menurut terawangan Oma, Bapaknya Kirana ini keras kepala." Oma Airin balas berbisik, sambil cekikan.


Bapak menatap Nathan dan Kirana bergantian, menghela nafasnya sejenak. "Saya tahu niat Tuan dan Nyonya baik, saya menghargainya. Pernikahan itu tidak hanya menyatukan anak-anak kita, tapi juga menyatukan dua keluarga—" Bapak menjeda ucapannya sejenak.


Xander tersenyum tipis, mendengar ucapan calon besannya. "Saya tahu perasaan Bapak, tapi kami bukanlah keluarga yang seperti Bapak bayangkan!" ucap Xander dengan nada pelan namun penuh penegasan. Pria itu tahu apa yang ada didalam pikiran Bapak Kirana.


"Kami tidak merasa malu, justru kami bangga mempunyai besan seperti kalian. Jangan merendah hati, Pak. Karena pada dasarnya kita ini sama," Jeje menimpali dengan sangat sopan dan halus.


"Jadi saya harap. Bapak mau menerima lamaran kami," lanjut Oma Airin.


Sedangkan Four J dan Kirana, diam menyimak pembicaraan para orang tua mereka.


Ibu menyenggol lengan bapak sambil mengangguk pelan bertanda jika dirinya menyetujui.


"Bagaimana, Pak?" tanya Xander.


Bapak belum merespon karena dia masih memikirkannya, tidak berselang lama ia menoleh ke arah putrinya. "Saya sebagai orang tua manut sama putri kami, Tuan." jawab Bapak pada akhirnya, karena dirinya juga tidak egois.


"Kirana, bagaimana?" tanya Jeje menatap Kirana dengan lembut.


Kirana mengangguk dan tersenyum malu, sebagai jawaban.


Semua orang yang ada disana bernafas lega, tapi tidak dengan Aiden, pria itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Baiklah karena semua orang sudah setuju, maka besok kalian menikah!" ucap Jeje dengan tegas.


"Apa?!!!" pekik Bapak dan Ibu bersamaan.


Aiden jangan jadi pebinor deh!


Cukup abang Kailan aja yang jadi pebinor. 🤣


Btw mampir ya, ke karya Emak yang ada di fi*zo. Judulnya Aku Simpan Istrimu (Bukan Pebinor).