My Hot ART

My Hot ART
Cinta membuatmu bodoh!



Aiden memukul keras stir mobilnya dan melakukannya berulang kali hingga membuat tangannya sedikit terluka.


Tok ... Tok ...


Sean mengetuk jendela mobil Aiden dari luar. Aiden membuka kaca mobilnya dan menatap malas saudaranya itu.


"Patah hati boleh tapi jangan melukai dirimu sendiri," ucap Sean sok bijak, sembari menatap tangan Aiden yang terlihat merah.


Sean menghabiskan sarapannya dengan cepat untuk mengejar Aiden yang terlihat tidak baik-baik saja. Dan benar dugaannya, saat ia keluar rumah menuju garasi mobil, ia melihat Aiden memukulkan tangannya berulang kali di stir mobil.


"Ck!!" Aiden hanya berdecak kesal menanggapinya, seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kamu terlihat sangat menyedihkan!" ledek Sean, ketika ia sudah duduk di samping Aiden.


"Kamu 'kan punya mobil sendiri! Untuk apa duduk disini!" usir Aiden dengan nada ketus dan menatap sebal saudaranya.


"Hei! Hei! Aku hanya ingin menjagamu, siapa tahu kamu melakukan hal bodoh karena patah hati," jawab Sean, sembari memasang sabuk pengaman tanpa memperdulikan Aiden yang menatapnya tajam.


"Jangan menatapku seperti itu! Ayo jalankan mobilnya!" titah Sean, berlagak seperti bos.


"Ck!" Aiden berdecak kesal, lalu menjalankan mobilnya menuju Warjah Grup.


"Come on Aiden! Kamu pria kuat tapi kenapa menjadi lemah karena cinta?" cecar Sean, menatap Aiden yang hanya diam saja.


"Love Makes You Stupid!" lanjut Sean, dengan perasaan yang sangat kesal.


"Shut Up!!" sentak Aiden penuh emosi. Telinganya terasa panas karena sejak tadi mendengar ocehan Sean yang terus mengomelinya.


Sean menatap Aiden dengan tatapan tidak percaya karena baru kali ini saudaranya itu membentaknya dengan keras.


"Maaf," ucap Aiden pada akhirnya. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik dilehernya, lalu menghela nafas panjang dan ia melakukannya berulang kali, sampai perasaannya lebih tenang.


*


*


Tidak berselang lama mobil yang dikendarai Aiden sampai di perusahaannya. Mereka keluar dari dalam mobil bersamaan.


"Ba ... baik Tuan," jawab Security tersebut merasa takut kepada bosnya yang terlihat marah.


"Seharusnya kamu tidak sekasar itu," tegur Sean, melangkah masuk ke perusahaannya bersama dengan Aiden.


"Entahlah," jawab Aiden seraya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Kedua pria tampan itu menjadi pusat perhatian para karyawan yang berkerja disana. Bisik-bisik mulai terdengar saat Aiden dan Sean melintasi lobi menuju Lift. Banyak yang memuji dan memuja mereka tapi Aiden tidak pernah memperdulikannya, kecuali Sean yang suka menanggapi dengan gombalan atau kerlingan nakal.


"Hai, cantik. Hari ini kamu terlihat sangat WOW! Apa lagi dadamu semakin besar," ucap Sean mengerling nakal kepada resepsionis yang berdiri di balik meja kerjanya.


Resepsionis yang berdandan menor itu tersipu malu, dan semakin percaya diri saat di puji Bosnya.


Aiden sampai menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali saat mendengar ucapan Sean yang menggelikan menurutnya.


"Sean!" panggil Aiden yang menunggu didepan Lift.


Sean melakukan kiss bye kepada Resepsionis tersebut sebelum beranjak.


"Astaga! Kamu ini murahan sekali!" cibir Aiden.


"Nikmatilah hidupmu, Bro!" jawab Sean, dengan ringan tanpa beban. Lalu keduanya mulai memasuki lift bersama menuju lantai 10 dimana ruangannya berada.


"Hari ini apa ada jadwal penting?" tanya Sean, kepada Aiden.


Mulai membicarakan hal yang serius.


"Ada. Jam 11 nanti meeting dengan Agensi untuk mencari model yang akan kita jadikan BA," jawab Aiden, seraya melihat jam tangan mewah yang melingkar dipergelangan tangannya.


Sean tersenyum smirk dan Aiden menyadarinya.


"Jangan berulah lagi, Se! Kali ini aku akan melaporkanmu kepada Daddy!" ancam Aiden tidak main-main.


"Ck!" Sean berdecak kesal sembari memutar kedua bola matanya dengan malas.


Sean turunan siapa sih? Casanova cap kadal😅