My Hot ART

My Hot ART
Kecewa



Saweran kembang dan kopinya mana nih? Jangan lupa Votenya juga ya. Emak mau banyak up lagi hari ini. 😘


"Daddy," lirih Sean, tubuhnya menegang dan bergetar hebat. Bahkan sebatang rokok yang baru akan dinyalakannya sampai terjatuh karena tangannya sudah bergetar.


Tatapan Xander kian menatap seperti heban buas yang akan mencabik-cabik lawannya, hingga membuat Sean kesulitan untuk menelan saliva-nya. Namun dibalik tatapan tajamnya, tesirat kekecewaan yang mendalam.


"Daddy kapan datang?" Sean berusaha untuk bersikap biasa saja, walau kenyataannya dirinya merasa tidak tenang dan terancam.


"Aku pemilik saham terbesar di Warjah Grub, jadi terserah aku mau datang kapan saja! Apa daddy mengganggu waktumu?" Xander berkata pelan namun penuh intimidasi, membuat Sean semakin tersudut dan tidak berkutik.


"Ah, tentus aja tidak, Dad. Silahkan duduk." Sean berkata sembari bernjak dari duduknya, tapi sebelum itu ia merapikan celananya lebih dulu.


Xander menatap sinis putranya seraya mendudukan diri di kursi tepat berseberangan dengan Sean. Ia duduk dengan gaya yang sangat elegan dan sorot matanya yang tajam tidak lepas menatap putranya yang terlihat gugup.


"Aku tidak perlu berbasa-basi lagi, Jonsean! Apa Daddy pernah mengajarimu menjadi pria bajingan? Pria brengsek dan sangat menjijikan?!" Ucapan Xander begitu menohok didada Sean.


"Pernahkah?" tanya Xander lagi. Sean bungkam seribu bahasa tidak mampu menjawab pertanyaan ayahnya, karena dirinya memang salah.


Xander ingin rasanya menghajar putranya saat itu juga akan tetapi dia masih punya hati, tidak tega dan tidak mau menyakiti putranya secara fisik.


"Dad, maaf ... aku ..."


"JONSEAN mulai hari ini dan detik ini, jabatanmu aku turunkan menjadi OB dan segala fasilitasmu aku tarik!" Xander memotong perkataan Sean dengan sangat tegas.


"Dad! Mana bisa seperti itu?! Daddy tidak punya wewenang untuk menurunkan jabatanku! Aku dan Aiden yang membangun perusahaan ini dengan susah payah!" Sean tidak terima dengan keputusan Daddy-nya.


"Oh ya? Apa kamu pikir perusahaan mu bisa sesukses ini jika tidak ada campur tangan dari Daddy? Dan ingat, aku mempunyai saham 50% di Warjah GRUB! Jadi, aku punya wewenang untuk menurunkan jabatanmu, bahkan untuk memecatmu sekaligus pun aku bisa!!" jawab Xander penuh penekanan.


"Lebih baik aku resign dari pada menjadi OB! Daddy sangat keterlaluan!" Sean tidak bisa memendam rasa kesal yang bercekol didalam dadanya.


Apa kata dunia jika seorang Jonsean menjadi seorang OB di perusahaannya sendiri! Batin Sean.


"Pilihan yang bagus! Silahkan Resign dan semua ini adalah hukuman atas perbuatanmu!" jawab Xander, lalu beranjak dari duduknya keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Sean yang mengamuk.


*


*


"Dad!" seru Aiden yang lari tergesa setelah mendapat kabar dari sekretaris Sean, bahkan pria itu meninggalkan meeting pentingnya.


Xander menghentikan langkahnya sejenak sembari menghela nafas panjang, setelah itu ia berlalu begitu saja dari hadapan Aiden tanpa mengatakan apapun. Dari sikap Xander, jelas terlihat jika pria paruh baya itu merasa kecewa yang teramat dalam.


Aiden menatap punggung tegap ayahnya dengan perasaan yang sulit diartikan, lalu ia segera berjalan menuju ruangan Sean.


"Sudah aku tekankan berulang kali, jika jangan buat ulah lagi! Se! Lihat, sekarang Daddy sangat kecewa dan sebentar lagi Mommy juga akan kecewa dan menangis karena kelakukan bejatmu!!" maki Aiden kepada Sean yang duduk termenung di kursi kerjanya.


Aiden meraup wajahnya dengan kasar, tidak bisa membayangkan jika ibunya menangis, sakit hati, dan kecewa dengan salah satu diantara mereka.


"Brengsek kamu memang!" maki Aiden lagi, lalu keluar dari ruangan tersebut.


Kasihan Sean, semoga Mbak hidayah segera menghampirimu ya, Se. Biar cepet sadar.😆