
"Ayo tidur sudah malam." Nathan ngecup kening dan bibir Kirana dengan lembut, setelah itu ia mulai memejamkan matanya, begitu pula dengan Kirana yang kini menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya, mencari kehangatan sekaligus menghirup aroma tubuh suaminya yang menenangkan.
Wanita itu merasa aneh dengan tubuhnya belakangan ini. Ia merasa mual saat mencium bau masakan, namun ia berusaha untuk menahan rasa mualnya jika berada dimeja makan karena merasa tidak enak dengan keluarganya.
Semoga besok sudah sembuh dan tidak mual lagi. Batin Kirana, lalu mulai terlelap dan mengarungi mimpi bersama suaminya.
*
*
*
Ansel terlihat gelisah seraya membuka aplikasi chat yang ada diponselnya berulang kali, namun pesan yang ia kirimkan kepada seseorang tidak kunjung dibalas, padahal sudah centang biru bertanda jika pesannya itu sudah dibaca.
"Dia kemana sih?" gerutunya. Lalu meletakan ponselnya diatas tempat tidur dengan kasar. Kemudian ia mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang dan menatap langit-langit kamarnya, sambil membayangkan wajah canti seorang gadis desa yang sudah mencuri hati.
Ting
Bunyi notifikasi pesan masuk, dengan cepat Ansel membuka ponselnya. Namun bibirnya cemberut kesal saat pesan yang di terima bukanlah dari pujaan hati, melainkan dari operator Telkomsel yang menyatakan jika kuotanya akan habis. Lalu ia melemparkan ponselnya lagi dengan asal.
"Perasaan baru isi kuota dua minggu yang lalu deh, tapi kenapa cepat sekali habisnya," gumam Ansel bertanya-tanya.
"Ck! Ayu, kamu kemana sih? Aku galau tahu bagaikan sayur tanpa garam jika kamu tidak balas chat aku," ucap Ansel, sambil menggerakkan kedua kakinya dengan asal.
Lebay banget sih, Bang. 🤣
Dan tidak berselang lama ponselnya berbunyi lagi menandakan ada pesan masuk.
"Ck! Awas saja kalau dari operator lagi, aku banting kamu!" kesal Ansel, berbicara dengan poselnya.
Kekesalannya memudar saat melihat siapa yang mengirimkan pesan, dan bibirnya melengkung seperti bulan sabit.
Maaf, baru balas, Mas. Habis pulang kondangan dari rumah teman😊
Ayu membalas pesan tersebut dan menyelipkan emot smile, membaut Ansel jingkrak-jingkrak bahagia, lalu menempelkan ponselnya itu didada bidangnya.
"Nggak apa-apa kok, Dek. Mas sabar menunggu balasan dari kamu☺" balas Ansel, menyelipkan emot wajah tersipu malu.
Pesan terkirim dan sudah tercentang biru.
"Gini amat ya, kalau LDR-an. Nyiksa banget, kayaknya aku terkena penyakit demam mala rindu," gumam Ansel, lalu menarik selimut dan untuk menutupi separuh badannya, lalu salah satu tangannya mengelus bantal yang kosong disisi kirinya.
"Sabar nunggu beberapa bulan lagi sampai dia wisuda dan akan SAH menjadi milikmu," gumam Ansel.
Ingin memejamkan matanya namun tidak bisa, pikirannya tertuju pada Ayu seorang. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayu, guna mengurangi rasa rindu yang mendera hatinya.
Ia membuka kontak ponselnya dan mencari nama My Love kemudian menekan tombol hijau.
Sambungan telepon terhubung namun tidak kunjung diangkat oleh Ayu. Ansel mencobanya lagi dan akhirnya panggilan kedua kalinya barulah diangkat.
"Halo Mas," jawab Ayu diseberang sana.
"Halo, Ay. Kamu lagi apa?" tanya Ansel, yang kini bersandar diheadboard tempat tidur.
"Lagi belajar. Maaf pesanmu tidak aku balas," jawab Ayu.
"Iya, aku cuma kangen saja sama kamu, boleh video call nggak?" tanya Ansel, karena saat ini ia menghubungi Ayu dengan panggilan telepon biasa.
"Jangan dulu, Mas. Aku cuma memakai tang top."
"Yah, padahal aku pengen lihat." Suara Ansel terdengar kecewa saat mendengar jawaban Ayu.
"Pengen lihat apa?!" tanya Ayu galak, sudah paham jika maksud perkataan Ansel menjurus kesana.
"Ya, lihat wajah kamu. Emangnya apa? Kamu pasti mikir jorok," jawab Ansel terkekeh pelan, sekaligus mengelak, terdengar dengusan kesal dari seberang sana dan Ansel yakin jika gadis itu kesal kepadanya.
"Aku kangen banget sama kamu padahal, masa nggak boleh Video Call sih?" Ansel berkata sembari cemberut kesal.
"Aku nggak tuh!" ketus Ayu.
"Ih, kamu jahat deh," rajuk Ansel, seperti anak kecil.
Ayu yang berada diseberang sana menggelengkan kepalanya pelan, merasa jengah dengan tingkah Ansel yang manja. Gadis itu mau berpacaran dengan Ansel hanya karena ingin tahu informasi tentang Aiden.
Ayu jahat banget sih. 😔