My Hot ART

My Hot ART
Sakit nggak?



Aiden yang mendengarkan percakapan Oma Airin dan Gwen, meradang dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Apa sebegitu mudahnya mengiyakan ucapan Oma, Gwen?" geram Aiden, kemudian ia beranjak dari sisi jendela itu dan segera memakai pakaiannya.


Hatinya benar-benar terasa panas, marah, kesal bercampur menjadi satu, sehingga membuat dirinya emosinya sampai diubun-ubun.


Sementara itu Oma Airin menatap Gwen sembari tersenyum manis. "Apa kamu serius dengan perkataanmu, Gwen?"


Gwen terdiam dan menundukkan kepalanya, tak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Aku serius, Oma. Jika mau Oma begitu, aku akan menurutinya," jawab Gwen, di iringi dengan senyuman manis.


Gadis itu tidak mampu menolak permintaan Oma Airin. Ia begitu menyayangi Oma Airin, seperti Oma-nya sendiri. Terlebih lagi, Oma Airin selama ini sudah sangat baik dan suka membantu keluarganya tanpa pamrih.


"Kamu memang gadis yang sangat baik, Gwen. Dan Ansel juga pria yang baik. Kalian sangat cocok. Tapi, Oma tidak akan memaksamu. Kamu pasti punya pilihan sendiri bukan?" ucap Oma Airin, seraya terkekeh pelan.


Gwen terdiam dan ia ingin sekali menjawab 'iya' tapi lidahnya terasa kaku. "Sepertinya sudah tidak ada yang aku harapkan lagi," batin Gwen, seraya memejamkan matanya sesaat.


"Antarkan Oma ke kamar, Gwen. Oma ingin istirahat," ucap Oma Airin, sambil memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.


Gwen beranjak, lalu membatu Oma Airin berdiri dan mengantarkannya kedalam kamar.


*


*


*


"Kita perlu bicara!" Aiden menghentikan langkah Gwen yang baru keluar dari kamar Oma Airin.


Gwen menghembuskan nafasnya dengan kasar, seraya menatap malas pria yang sedang bersender di dinding itu sambil bersedekap di dada. "Tidak ada yang perlu kita bicarakan!" Gwen langsung beralalu dari sana tanpa memperdulikan Aiden yang terlihat kesal.


Aiden mengurungkan niatnya saat akan mengejar Gwen, tangannya terkepal erat saat melihat Ansel menghampiri gadis itu.


"Mau nyari buku?"


"Iya, cari Novel yang lagi populer itu yang berjudul MY HOT ART karya Lena linol," jawab Ansel, lalu memegang tangan Gwen, dan menuntun gadis itu menuju halaman rumah.


Promosi terselubung.🤣


"Kedengarannya sangat menarik." Gwen tidak menolak saat Ansel memegang tangannya. "Eh, tapi aku harus ganti baju dulu," ucap Gwen, sambil meneliti penampilannya yang hanya memakai kaos oblong berwarna putih kedodoran serta celana training panjang berwarna abu, dan rambutnya yang diikat asal keatas.


"Tidak perlu. Kamu sudah terlihat sangat cantik," jawab Ansel, lalu membukakan pintu mobil untuk Gwen.


"Jangan terlalu banyak membual!" umpat Aiden yang tiba-tiba muncul entah dari mana, kemudian ia menarik tangan Gwen dengan paksa agar keluar dari dalam mobil tersebut.


"Hei! Aku mengatakan yang sebenarnya, kenapa kamu yang sewot! Dan kenapa kamu menarik Gwen keluar dari dalam mobilku?!" tanya Ansel dengan perasaan kesal.


"Dia akan pergi bersamaku!" jawab Aiden dengan tagas, lalu menarik tangan Gwen.


"Ini apa-apaan, sih!" kesal Gwen seraya menyentakkan tangannya yang di tarik Aiden hingga lepas. "Aku akan pergi bersama Ansel! Dan jangan pernah mengatur hidupku!" lanjut gadis itu lalu masuk kedalam mobil itu lagi.


"Wlekkk!" Ansel menjulurkan lidahnya kearah Aiden, dan segera masuk kedalam mobilnya.


Aiden menggeram kesal, sambil menatap mobil Alphard berwarna hitam itu yang sudah keluar dari pintu gerbang.


**Sakit nggak? Sakit nggak?


Ya, sakitlah! Masa nggak!🤣🤣🤣💃**


Hai bestie, jangan lupa setelah membaca tinggalkan like, komentar dan kasih gift seikhlasnya ya❤