
Disisi lain, masih dikota yang sama namun berbeda lokasi tepatnya disebuah kamar mewah dikediaman keluarga Clark.
Seorang pria tampan tidur dengan posisi miring, sambil menatap wajah gadis cantik yang masih terlelap disampingnya. Salah satu tangannya terulur, tidak tahan untuk mengusap pipi tirus namun nampak menggemaskan itu.
Duh Abang Aiden. 🤤
Namun ia mengurungkan niatnya, ia segera menarik tangannya dan segera merubah posisi tidurnya menjadi terlentang, saat melihat mata gadis itu mulai mengerjab.
Gwen mengerjab berulang kali, lalu mengucek kedua matanya.
"Hoamm." Gwen menguap sambil menutup mulutanya, kemudian ia merenggangkan otot tubuhnya sekaligus mengeluarkan gas beracun yang bersemayam didalam perutnya.
BROTT
"Uh, mantap," gumam Gwen, yang belum menyadari keberadaan Aiden yang ada sampingnya.
Sumpah demi apa pun, Aiden ingin meledakan tawanya saat melihat tingkah gadis bar-bar itu.
Gwen masih enggan membuka kedua matanya. Ia menggulingkan badannya kekiri dan kekanan dengan malas. Dan gerakannya terhenti saat merasakan ada sesuatu disamping kanannya.
Ia membuka kedua matanya dengan pelan, dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat seorang pria yang tidur disampingnya bertelanjang dada.
Nggak nahan😂😂
Tubuhnya membeku ditempat, kemudian ia mulai meneliti pakaiannya.
"Astaga! Apa yang telah terjadi?" gumam Gwen, saat melihat pakaiannya berubah menjadi kaos berwarna putih kebesaran.
Siapa yang mengganti pakaiannya?
Dan celananya??
Kenapa dia hanya memakai underwear saja? Lalu kemana celana panjangnya?
Wajah Gwen semakin pias dan tubuhnya bergetar hebat, memikirkan segala hal buruk yang terjadi kepadanya. Dan ia berusaha untuk mengingat kejadian tadi malam, namun nihil. Ia tidak mengingat apapun, kecuali saat ia melihat kuntilanak didekat kamar mandi.
Aiden menoleh seraya mengulas senyuman.
"Ja ... jadi benar? Apa yang terjadi?!" tanya Gwen tergagap lalu mendudukan diri dan mengambil bantal yang akan ia pukulkan kearah Aiden.
Aiden mendudukan diri lalu merebut bantal yang dipegang oleh Gwen dan membuangnya asal.
"Apa yang terjadi? Apa kamu menodai kesucianku... Hikss ... Hiks ... ." Gwen menangis terisak lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ingin sekali, ia mendang pria yang sedang duduk dan menatapnya itu. Akan tetapi, tubuhnya sudah tidak bertenaga.
Aiden mengernyit heran, lalu menarik kedua tangan Gwen. "Jangan menuduhku tanpa bukti," ucap Aiden, menatap wajah Gwen yang berlinang air mata.
BUGH
BUGH
Gwen memukul dada bidang Aiden dengan keras, menumpahkan rasa kesal dan marahnya.
"Tanpa bukti kamu bilang?! Lalu ini apa? Kamu mengganti pakainku dan juga melepaskan celanaku! Mau bukti apa lagi?!" teriak Gwen, berderai air mata.
"Hei! Dengarkan penjelasanku dulu!" seraya menangkap kedua tangan Gwen yang masih memukul dadanya. "Tadi malam kamu demam tinggi dan terus mengigau, dan aku akhirnya membuka seluruh pakaianmu untuk melakukan metode skin to skin," jelas Aiden, lalu melepas tangan Gwen yang ada di genggamannya.
"What!!!" pekik Gwen, lalu menyilangkan kedua tangannya didada. "Apa kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan? Dasar kurang ajar! Sudah aku bilang 'kan jika aku akan mematahkan tanganmu jika berani menyentuhku lagi!" amuk Gwen, seraya menatap tajam Aiden yang menatapnya dengan tenang.
"Aku melakukannya juga dengan terpaksa! Kamu pikir aku naf*su dengan tubuh kerempeng dan dada rata seperti milikmu itu!" balas Aiden penuh kebohongan, sambil menunjuk dada Gwen, membuat gadis itu semakain murka.
Padahal ia kesulitan menelan ludahnya saat melihat tubuh molek seorang Gwen. Begitu putih dan mulus dengan bulatan kenyal yang sepertinya sangat pas ditangannya.
"Apa kamu bilang!!!" bentak Gwen, lalu mendorong Aiden hingga jatuh terlentang diatas tempat tidur, kemudian Ia segera naik keatas tubuh kekar tersebut, lalu tangannya terulur mencekik leher tersebut.
"Hei!! Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku?!" teriak Aiden.
Aiden mulai nacal yaa😆
Like dan Vote jangan ketinggalannya😘