My Hot ART

My Hot ART
Aku mencintaimu



Warning!


Yang jomblo minggir! Disarankan bacanya disamping pasangan halalnya ya. Emak nggak tanggung jawab kalau kalian kelojotan. 🤣


Kirana sudah berada diatas tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal, hanya pucuk kepalanya saja yang tersebul keluar.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, keluar lah Nathan hanya menggunakan handuk berwarna putih yang melilit dipinggangnya, memperlihatkan tubuhnya yang kekar dan atletis.



Kirana membuka sedikit selimutnya dan menintip suaminya, seketika itu ia langsung menelan ludahnya dengan kasar. Menatap otot perut suaminya yang sangat sexy, pandangan matanya semakin turun kebawah dan membayangkan sesuatu yang ada dibalik handuk putih itu.


Kirana bergidik karena mengingat milik suaminya sangat besar dan juga panjang.


"Sayang, kamu sudah siap?" Nathan berjalan mendekati tempat tidur lalu menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya.


"Mas!" pekik Kirana, saat selimut itu terhempas keatas lantai, namun ia tetap pada posisinya yaitu terlentang dan kedua tangannya menutupi kedua asetnya.


Nathan tersenyum smirk lalu segera naik keatas tempat tidur dan menindih tubuh istrinya. Pria itu sepertinya sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.


"Mas boleh melakukannya sekarang 'kan? Mas, sudah tidak bisa menahannya lagi, Sayang," ucap Nathan dengan suara paraunya, menatap istrinya dengan sayu bertanda jika saat ini dirinya sudah sangat bergairah.


"Lakukanlah, Mas, lakukan dengan pelan," jawab Kirana dengan malu, membalas tatapan suaminya dengan lembut.


Nathan senang bukan kepalang, perlahan ia menundukkan kepalanya dan mulai mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Kirana membalas ciuman itu tidak kalah lembut.


Salah satu tangan Nathan mulai menjelajahi tubuh istrinya, hingga membuat Kirana mendesis dan menggeliat manja. Dan ciuman yang awalnya lebut kini semakin panas dan menuntut.


Nathan melepaskan handuknya dan melemparkannya asal, terlihatlah pedang pamungkas yang sakti mandra guna sudah berdiri menantang, bersiap untuk bertempur. Setelah itu, ia melepaskan kain tipis yang membalut tubuh sexy istrinya.


Mata Nathan semakin menggelap dan berkabut gairah saat melihat tubuh polos istrinya yang sangat sexy dibawah kungkungannya.


Ia menundukkan kepalanya dan mulai mencumbu istrinya dengan sangat buas. Menjelajahi tubuh Kirana dengan lidah dan juga tangannya, hingga membuat Kirana terus mendesah dan menggelinjang.


"Mas, ahhh ughhhh." Kirana mendesaah sambil meremat rambut Nathan dan semakin menenggelamkan wajah Nathan yang ada disela pahanya. Entah apa yang dilakukan oleh Nathan terhadap miliknya, yanh jelas rasanya sangat nikmat dan bercampur geli membuat otot-otot kakinya terasa lemas.


Nafas keduanya semakin memburu api gairah sudah menguasai tubuh keduanya. Nathan menghentikan aksinya, lalu mulai mengungkung tubuh istrinya lagi.


"Bersiaplah, Sayang," bisik Nathan, dengan suara yang menggoda. Lalu ia mencium bibir istrinya dengan sangat lembut, bersamaan ia menuntun pedang saktinya menuju sarungnya yang sudah sangat basah di ujung pangkal paha sana.


Menekannya dengan pelan dan penuh kelembutan, tapi tetap saja membuat Kirana meringis kesakitan.


"Sakit, Mas!" Kirana menitihkan air matanya saat benda tumpul dan super jumbo itu mulai memasuki bagian intinya.


Kirana menganggukkan kepalanya disela ciumannya, dan Nathan mulai menggerakkan pinggulnya lagi kali ini dia sedikit memaksa, hingga membuat Kirana memekik tertahan dan kedua tangannya mencekram bahu kekar suaminya dengan kuat.


"Sakit sekali, hiks. Kenapa rasanya tidak enak? Mas." tanya Kirana, yang berderai air mata.


"Aku tidak tahu sayang, tapi ini sudah masuk semua," jawab Nathan, yang juga masih polos.


"Lalu bagaimana?" tanya Kirana.


"Bagaimana apanya?" Nathan malah bertanya balik.


"Ya, cabut! Kan, sudah masuk! Mau apa lagi?!" tanya Kirana, mendorong dada bidang Nathan.


"Enak saja di cabut! Kita baru mulai loh! Bergerak saja belum," balas Nathan dengan nada kesal.


"Bergerak bagaimana?" tanya Kirana tidak mengerti.


"Seperti ini ...." Nathan menggerakan pinggulnya maju mundur dengan pelan, membuatnya merasa kenikmatan.


"Ouhh, Ya ampun. Ini sangat nikmat sekali," racau Nathan yang baru merasakan kenikmatan surga dunia itu. Ia mendongakkan kepalanya sambil memejamkan mata dengan bibir yang sedikit terbuka.


Berbeda dengan Kirana yang masih merasakan sakit yang luar biasa di bagian intinya. "Tapi, aku masih sakit," rengek Kirana.


Nathan tidak memperdulikan rengekan istrinya, ia mulai memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat dan mencumbu istrinya dengan sangat rakus.


Kirana mulai menikmati permainan suaminya, walau rasa sakit masih mendominasi. Desaahan kenikmatan pun mulai keluar dari bibir keduanya, hingga memenuhi kamar tersebut.


"Ah ah," desaah Kirana, saat hujaman suaminya semakin cepat. Dan tidak berselang lama keduanya mengerang panjang menandakan jika mereka mencapai pelepasan bersama.


Nathan menghujamkan miliknya hingga ketitik yang paling dalam, saat menyemburkan mayones kedalam rahim istrinya.


Nathan melirik jam yang ada diatas nakas, dia tersenyum puas karena berhasil menggempur istrinya selama satu jam.


Nafas kedua memburu dan peluh membanjiri tubuhnya. Nathan tersenyum bahagia karena dia lah pria pertama untuk istrinya. "Terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah menjaganya untukku," ucap Nathan, lalu mengecup seluruh wajah istrinya dengan penuh cinta dan bahagia.


Kirana yang sudah lemas pun mengengguk malu. Ia pun merasa bahagia karena sudah memberikan kesuciannya kepada pasangan halalnya.


"Aku mencintai mu," ucap Nathan pelan tepat didepan bibir istrinya.


"Aku juga mencintaimu," balas Kirana.


Kemudian bibir keduanya menyatu, saling memanggut lembut menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang mereka.


Masih kurang hot? Bacanya diatas kompor dijamin auto hot jeletot level 50. 🔥🤣🤣