My Hot ART

My Hot ART
Buy One, Get One



Masih mengandung bakso mercon ya🔥🔥


Xander dan Jeje memerintahkan beberapa pelayan untuk menyiapkan seserahan yang akan di bawa ke rumah Melisa besok.


"Aku heran dengan anak-anak kita, kenapa pada ngebet kawin semua?" tanya Jeje, sembari merebahkan kepalanya di pundak suaminya. Ya, saat ini pasangan yang sudah tidak muda lagi itu masih di ruang kerja Xander, sedangkan anak-anaknya sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Nikah!" Xander meralat ucapan istrinya, sembari mengecup kening Jeje berulang kali dengan mesra.


"Sama saja, nanti ujung-unjungnya juga kawin," jawab Jeje absurd. Membuat Xander geleng-geleng kepala, karena istrinya sudah ketularan gesrek ibunya.


"Kita besok ke rumah Melisa jam berapa? Ah, aku sangat merindukan gadis imut dan lucu itu. Tidak di sangka ya, Ansel buy one get one," ucap Jeje lagi tidak berfilter.


Pletak!


Xander menyentil kening istrinya dengan gemas. Jeje menegakkan kepalanya, seraya mengusap keningnya yang berdenyut nyeri, lalu menatap tajam suaminya. "Daddy ini namanya KDRT!" Mata Jeje sudah berkaca-kaca karena sentilan suaminya itu sangat sakit.


"Makanya di saring dulu kalau bicara," kesal Xander, lalu menarik istrinya ke dalam pelukannya. Meminta maaf, seraya mengecup dan mengusap kening istrinya yang terlihat sedikit merah.


"Aku 'kan berbicara apa adanya!" Merajuk, lalu menghindari suaminya.


"Hei, kamu marah kepada suamimu ini?" Xander menatap istirinya tidak percaya.


"Tidak tahu!" jawab Jeje kesal, dan segera beranjak keluar dari ruangan tersebut.


"Honey!" seru Xander, ketika melihat istirnya keluar dari ruangan pribadinya.


"Ah, sial! Pasti nanti malam tidak dapat jatah!" Xander segera mengejar istrinya yang merajuk, dan akan melakukan segala cara agar istirnya itu tidak marah lagi kepadanya.


*


*


*


Aiden memejamkan matanya merasa sedikit ngilu saat si kepala Tono menerobos masuk ke dalam sana.


"Sakit ... ." Gwen merintih kesakitan, sambil mencengkram punggung Aiden hingga kuku-kuku panjangnya menembus kulit punggung kekasihnya. Sakit tiada terkira, tubuhnya bagai terbelah dua saat benda tumpul itu menerobos masuk ke dalam intinya.


Ingin mengakhiri namun semuanya sudah terlanjur, milik Aiden sudah masuk hampir sempurna.


"Tahan, Gwen." Aiden menundukkan kepalanya, meraup bibir Gwen dengan lembut. Dan dengan sekali hentakkan, ia berhasil menembus pertahanan Gwen.


Gwen meneteskan air mata dan memekik tertahan, karena bibirnya saat ini di bungkam dengan bibit Aiden.


"Ssshhh." Aiden mendesis seperti ular. Ia sekarang merasakan surga dunianya. Gwen sudah resmi jadi miliknya seutuhnya.


"I Love You, So Much," ucap Aiden, lalu mengecupi seluruh wajah Gwen yang terlihat memerah karena menahan kesakitan.


Gwen mengangguk pelan, sambil meringis kesakitan. "Sakit, Aiden." Gwen berderai air mata.


"Sakitnya cuma sebentar, Sayang. Aku bergerak ya," ucap Aiden.


"Iya, tapi pelan-pelan," jawab Gwen.


Aiden mulai menggerakan pinggulnya dengan gerakan pelan, dan hati-hati. Tapi, gerakan pelan itu kini semakin cepat.


"Ah ... ah ..." Suara rintihan kesakitan yang keluar dari bibir Gwen, kini terganti dengan suara desaahan kenikmatan, walau rasa sakit masih ada akan tetapi rasa nikmat lebih mendominan.


Mendengar suara kekasihnya yang terus mendessah, membuat Aiden semakin bersemangat memompa kekasihnya.


Cukup lama mereka bercinta, hingga akhirnya Aiden mengerang panjang dan menumpahkan pasukan kecebongnya di dalam rahim Gwen.


Aduh, bagaimana ini? Aiden ikut khilaf🤦‍♀️


Tinggalin like nya ya.❤