
Kirana mengejan dengan kuat saat bayi di dalam perutnya terus mendorong ingin keluar. Ia rasanya tidak sanggup lagi. Namun, saat mendengar semangat dan bisikan kata cinta dari orang yang paling ia cintai, membuatnya semangatnya kembali berkobar.
"Ayo, sayang. Kamu bisa, kamu wanita kuat dan hebat. Anak-anak kita sudah tidak sabar melihat dunia," bisik Nathan, di dekat telinga istrinya yang sudah hampir putus asa, karena bayi mereka tidak kunjung keluar.
"Bayangkan kedua anak kita memanggilmu 'Mommy' dan mereka tersenyum kepadamu, juga meraih tanganmu," bsik Nathan lagi, yang tidak lelah untuk memberikan semangat untuk istrinya yang sedang berjuang bertaruh nyawa demi melahirkan anak-anaknya.
Nathan terus memanjatkan doa di dalam hati, untuk keselamatan istri dan juga anak-anaknya.
Bibir Kirana melengkung kecil, membayangkan kedua anaknya memanggilnya dengan suara yang imut.
"Semangat Kirana, bayangkan juga kalau anak-anak kalian lucu-lucu dan menggemaskan," ucap Jeje, sembati menggenggam erat tangan menantunya.
Kirana menarik nafas panjang, lalu mengejan dengan kuat saat merasakan dorongan dari dalam. Seribu rasa sakit bercampur menjadi satu. Tulang-tulang di tubuhnya terasa remuk dan hancur, namun rasa sakit yang ia rasakan langsung lenyap saat mendengar suara tangis bayi yang memekakan telinga dan memenuhi ruangan tersebut.
Benar kata ibu mertuanya, rasa sakit yang ia rasakan hanya sebentar saja, dan tergantikan rasa yang sangat bahagia.
Oekkk .... Oek ..... Oek ....
Bayi pertama keluar dan berjenis kelamin laki-laki., sangat tampan dan tanpa kekuarangan suatu apapun. Perawat segera membersihkan bayi pertama itu.
Kirana meringis sakit lagi, saat merasakan mulas, dan bayi kedua juga sepertinya sudah tidak sabar melihat dunia. Kirana dua kali mengejan, dan bayi kedua keluar dengan begitu mudah, tidak seperti yang pertama. Suara tangis bayi kini terdengar bersahut-sahutan. Bayi kedua berjenis kelamin perempuan, sangat cantik. Kedua bayi itu mempunyai berat badan 2 kg.
Nathan tidak hentinya mengucapkan rasa syukur, dan juga mengucapkan terima kasih kepada istrinya. Begitu pula dengan Jeje melakukan hal yang sama.Seluruh orang yang ada disana menjadi sangat terharu saat mendengar suara bayi yang menangis bersahut-sahutan. Suara kedua bayi itu seperti alunan melody yang indah dipendengaran.
Kedua bayi itu sudah selesai di bersihkan dan kini di letakkan di dada Kirana untuk melakukan metode IMD. Bayi laki-laki sudah sangat pandai mengenali sumber makanannya, dan menghisapnya dengan kuat, sedangkan bayi perempuan terus menangis karena masih belum bisa menemukan sumber makanannya, hingga Jeje pun gemas sendiri dan akhirnya mengarahkan sumber makanan ke mulut mungil cucunya.
"Terima kasih, Sayang," ucap Nathan penuh rasa syukur dan bahagia, lalu mengecup kening Kirana dengan mesra, dan beralih menciuam pipi dua buah hatinya bergantian.
*
*
*
Semantara di luar ruangan, semua orang yang menunggu disana mengucapkan syukur kepada Tuhan, saat mendengar suara bayi menangis. Mereka semua sangat bahagia, dan juga sangat terharu.
"Aku jadi mulas," ucap Irene, sembari mengelus perutnya. Ia jadi membayangkan di posisi Kirana saat itu juga.
"Sama, aku juga," jawab Gwen, juga turut mengelus perutnya yang masih rata.
"Jangan dipikirkan dan jangan dijadikan beban, ini semua sudah menjadi kodrat kita sebagai perempuan." Melisa menimpali, juga turut mengusap perutnya.
Mereka bertiga saling melemparkan senyuman hangat.
"Sepertinya kita bertiga nanti akan melahirkan bersama," ucap Irene, dan diangguki Gwen dan juga Melisa.
"Bagus, nanti kita bisa saling memberikan dukungaan satu sama lain," ucap Gwen.
"Itu juga bagus, semoga saja saat kita melahirkan nanti di ruangan yang sama." Kali ini Melisa yang menimpali diselingi dengan tawa kecil.
***
Yuk, kasih nama buat dede bayi yang baru lahir. Usahakan namanya untuk sepasang bayi ya. Tulis di kolom komentar, akan emak ciduk yang memberi nama bagus dan mendapatkan hadiah dari emak.❤😘😘