
Aiden beranjak dari duduknya, namun baru saja akan melangkahkan kakinya ia melihat Kirana dan Nathan yang berjalan menghampirinya dan bergandeng tangan mesra. Hatinya masih sakit dan dadanya terasa sesak melihatnya.
Gwen memperhatikan perubahan raut wajah Aiden saat melihat kedatangan saudara kembarnya.
Dengan terpaksa Aiden mendudukan dirinya ketempat semula, saat pasangan pengantin baru itu duduk didekat Gwen.
"Hai, Kakak Kirana apa kabar?" Gadis itu menyalami Kirana dengan sopan santun dan tersenyum hangat, lalu beralih ke Nathan.
"Hai juga Gwen. Kamu hari ini cantik sekali," puji Kirana, saat melihat penampilan Gwen berbeda dari biasanya.
"Terima kasih." Gwen tersipu malu, saat mendapat pujian seperti itu.
"Tapi, kamu yang paling cantik sayang," sela Nathan, lalu mengecup kening Kirana dengan mesra.
Aiden memalingkan wajahnya, rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya dengar erat. Hatinya masih terasa panas saat melihat kemesraan Kirana dan Nathan.
Sungguh sangat sakit, melihat orang yang dicintainya bersama orang lain. Tapi, Aiden berusaha untuk ikhlas dan melapangkan dadanya. Ia segera mengendalikan emosinya agar Nathan tidak curiga jika dirinya mencintai Kirana.
"Uh! Kalian ini romantis sekali. Semoga nanti aku dapat suami seperti Kak Nathan ya," ucap Gwen, sambil menyatukan kedua tangannya didepan dada dan menatap gemas kemesraan pengantin baru itu.
Aiden yang tadinya memalingkan wajahnya kini menatap kesal Gwen. "Kamu memanggilnya dengan sebutan Kak? Lalu kenapa kamu memanggilku Om?" protes Aiden, sambil menunjuk Nathan.
"Yeh! Suka-suka aku dong," jawab Gwen sembari memutar kedua matanya dengan malas.
Kirana dan Nathan terkekeh geli saat melihat interaksi keduanya itu. "Gwen, sepertinya kamu sangat cocok dengan Aiden," celetuk Nathan.
"Sama dia? Ih, Ogah!" jawab Gwen sambil bergidik ngeri dan menatap malas Aiden.
"Aku juga ogah! Kamu buka tipeku!" jawab Aiden jujur.
"Oh ya? Lalu tipe wanita idamanmu itu seperti apa?" tanya Nathan penasaran, pasalnya Aiden dikelilingi wanita cantik termasuk dari kalangan model dan seleberitis tanah air. Namun tidak ada satu pun wanita yang mampu menggetarkan saudara kembarnya itu.
"Seperti Kirana," jawab Aiden spontan dan tatapan matanya tidak mampu beralih dari wajah cantik Kirana.
Semua orang yang ada disana terkejut saat mendengar pengakuan Aiden. Termasuk Kirana, langsung menggenggam tangan suaminya dengan erat dan menundukkan kepalanya saat Aiden menatapnya tidak berkedip.
"Apa?!" sontak saja Nathan langsung meradang, namun hanya beberapa saat saja.
"Hei! Aku hanya bercanda, ha ha ha haa." Aiden tertawa hambar guna menutupi rasa sakit hatinya.
Nathan menghembuskan nafas lega, begitu pula Kirana. "Aku pikir, kamu menyukai istriku!! Jika hal itu terjadi akan aku habisi kamu!" jawab Nathan dengan tegas, lalu menghela nafas panjang agar emosinya mereda.
"Tenang saja, aku tidak akan menyukai istrimu." bohong Aiden, lalu memperlihatkan senyumannya.
Gwen menggelengkan kepalanya pelan.
Nathan beranjak dari duduknya sambil menarik tangan istrinya.
"Mau kemana?" tanya Aiden.
"Bikin anak!" jawab Nathan singkat, dan berlalu dari ruang tamu sana.
Lagi-lagi hati Aiden terasa dicubit mendengar ucapan Nathan.
Sesakit inikah mencintai dalam diam? Batin Aiden, miris dengan nasib percintaannya sendiri.
"Sudah sih ikhlasin saja!" celetuk Gwen, sembari meniup kuku-kuku cantiknya, dan melirik Aiden dengan ekor matanya.
"Tahu apa kamu?" ketus Aiden.
"Ya tahu kalau kamu suka sama Kak Kirana," jawab Gwen dengan santai.
"Jangan sok tahu!" Aiden mengelak dari segala ucapan Gwen yang benar semua.
"Dari matamu, aku bisa melihat jika banyak cinta yang kamu tunjukan kepada Kak Kirana, tapi sayang sekali kamu hanya bisa mencintainya dalam diam. Lebih baik kamu melupakannya dan mencari penggantinya," jelas Gwen sangat dewasa.
"Kamu itu anak bau kencur, jadi mana tahu arti cinta dan mencintai!" balas Aiden menatap remeh Gwen.
"Kamu meremahkan aku?" Gwen beralih duduk didekat Aiden.
"Hei! Mau apa kamu?" Aiden memundurkan badannya saat Gwen mendekatkan wajahnya.
"Mau membuktikan jika aku bukanlah gadis bau kencur!" Gwen semakin mencondongkan tubuhnya, seperti kucing betina yang akan menerkam mangsanya.
"Gwen!!" geram Aiden, saat wajah gadis itu hanya berjarak 5 centi dari wajahnya dan hembusan nafas Gwen menerpa wajah Aiden, membuat pria itu dilanda kegugupan yang luar biasa.
Gwen tersenyum miring dan semakin mendekatkan wajahnya, kedua tangannya mengelus dada bidang Aiden dengan gerakan sangat lembut, hingga membuat Aiden menahan nafasnya.
Gwen semakin mendekatkan wajahnya.
Semakin dekat....
Semakin dekat....
Dan......
Dan bersambung 🤣🤣🤣🤣🤪