My Hot ART

My Hot ART
Menguji ketangguhan!



"Njaluk di slepet tenan kowe ya!" Bapak berseru dari ambang pintu rumah, jangan lupakan wajah garangnya di tunjukkan kepada Nathan.


Nathan langsung melepasakan tangannya dari leher Kirana. "Hehehe." Nathan tersenyum meringis. Sedangkan Kirana beranjak dan masuk ke dalam rumah.


"Buruan tidur! Besok jangan lupa jam 5 pagi!" ucap Bapak, setelah itu beliau pun masuk ke dalam rumah dan di ikuti Nathan.


Nathan tidur di dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar Kirana.


Sebelum tidur ia menghubungi kedua orang tuanya.


"Mom," ucap Nathan, ketika panggilan teleponnya sudah di angkat oleh Ibunya.


"Nathan, kamu sudah sampai? Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan restu?" tanya Jeje, beruntun dari seberang sana.


"Sudah tadi siang, Mom. Belum mendapatkan restu," jawab Nathan dengan lesu.


"Tetap semangat ya. Dan kenapa baru menghubungi Mommy kalau kamu sudah sampai tadi siang?"


"Iya, Maaf. Aku baru sempat memegang ponsel," jawab Nathan lagi.


"Lalu kamu tidur dimana? Apakah kamu sudah makan? Apa Kirana mengurusmu dengan baik? Mommy sangat khawatir dengan kamu."


Nathan berdecak kesal ketika mendengar banyak pertanyaan dari ibunya.


"Aku baik-baik saja, Mom. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Aku membutuhkan dukungan dari Mommy, karena sepertinya akan sulit meluluhkan hati Bapak," jelas Nathan tidak semangat.


"Yang semangat dong! Menangin tender besar saja kamu bisa, masa masalah begini saja kamu mlempem!"


"Mom! Ini masalah hati, jangan di samakan dengan pekerjaan," kesal Nathan, lalu mematikan ponselnya secara sepihak. Dan tidak lupa ia menyalakan alarm tepat jam 4:30 pagi, agar tidak kesiangan.


"Kira-kira, bapak mau kasih tugas apa ya?" gumam Nathan, matanya menatap genteng rumah tersebut yang tidak tertutup plafon.


*


*


*


Pagi harinya.


Nathan sudah menunggu bapak di halaman rumah sambil melakukan perenggangan otot. Dia mengenakan kaos putih dan celana jeans berwarna navy. Nathan terlihat begitu tampan, apa lagi badan kekarnya tercetak jelas di bajunya itu, membuat siapa pun akan terpesona ketika melihatnya.


"Sudah siap?" tanya Bapak, yang baru keluar dari rumah.


Nathan menoleh dan tersenyum ke arah Bapak.



Anggap aja lagi di depan rumah Kirana. Duh badannya itu loh, bikin ehem🤣


"Sudah, Pak. Kita mau kemana, Pak?" tanya Nathan, menatap heran Bapak yang memakai baju karate.


"Mau uji ketangguhanmu! Di balai desa" jawab Bapak, membuat Nathan mengernyit heran.


"Tunggu, maksudnya bagaimana ini?"


"Kita tanding karate! Kalau kamu menang, saya akan memberika restu kepada kamu, tapi kalau kamu kalah tinggalkan Kirana saat itu juga!" ucap Bapak penuh penegasan.


Nathan tersenyum penuh arti. "Baiklah, siapa takut!" jawab Nathan tidak kalah tegas.


"Huh, jangan nangis kalau kalah!" cibir Bapak, sambil memelintir kumisnya yang tebal itu.


"Kita lihat saja, nanti. Tapi, jika aku menang, bapak harus menepati perkataan Bapak," balas Nathan.


"Oke!" jawab Bapak penuh percaya diri.


Lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju Balai Desa yang letaknya tidak jauh dari sana.


"Pak Kumis, siapa itu? Ganteng tenan eh," sapa seorang wanita yang sedang menyapu di halaman rumah, terpesona dengan ketampanan Nathan.


Sedangkan yang di puji berdehem pelan, berbanggakan diri.


Pak Kumis adalah nama panggilan untuk ayah Kirana. Di panggil begitu karena kumisnya sama persis seperti Mas Adam suami dari artis dangdut yang terkenal itu.


"Calone Kirana, kalau jadi," jawab Bapak, sambil mengusap kumisnya.


Di ajak gelut ternyata🤣🤣


Semoga menang ya, Bang Otan❤