My Hot ART

My Hot ART
Nantikan pembalasanku!



"Heh! Aku ini memang cantik dari lahir!! Dasar Om Tua!! Menyebalkan! Bahkan aku sangat membencimu dari luar sampai dalam dan dari atas sampai bawah!!! Aku sumpahin kamu jadi perjaka tua!!!" seru Gwen dengan sekali tarikan nafas. Matanya menatap nyalang ke pria yang ada dihadapannya itu.


"Apa kamu bilang?!" Aiden tidak terima dengan ucapan yang terlontar dari bibir Gwen. Ia mengeraskan rahangnya seraya menatap Gwen tidak kalah tajam. Kemudian beranjak dari duduknya, mendekati Gwen yang berdiri dibalik meja kerjanya.


"Apa kamu tuli? Apa perlu aku mengulangi perkataanku lagi?!" Gwen berucap sembari menuding Aiden yang kini berdiri didekatnya.


"Sepertinya mulutmu yang pedas itu perlu diberi pelajaran!" ucap Aiden berjalan mendekati Gwen, dengan gerakan cepat ia segera mengunci pergerakan Gwen. Kedua pergelangan tangan Gwen dicekal menjadi satu dalam satu genggaman tangan Aiden.


"Lepas!!!" sentak Gwen saat dirinya sudah tidak berkutik.


Sial! Kenapa aku bisa kecolongan begini? Batin Gwen sangat kesal.


Posisi tubuh keduanya saling berhadapan dan sangatlah dekat, kedua tangan Gwen yang dicekal oleh Aiden diletakkan didepan dadanya. Kemudian Aiden menundukkan wajahnya, seraya menyibakkan rambut panjang Gwen kesamping kiri dan berbisik didekat telinga gadis itu. "Apa kamu pernah berciuman?" bisik Aiden dengan sangat pelan terasa menggelitik ditelinga Gwen, sehingga membuat tubuh gadis itu meremang.


Gwen memejamkan matanya dengan erat, ia mengumpulkan kekuatan untuk melawan pria yang ada dihadapannya ini.


"Belum, apa kamu ingin berciuman denganku?" tantang Gwen, dengan nada yang sangat datar.


Aiden menegakkan kepalanya, dan menatap Gwen dengan tatapan mengejek. Salah satu tangannya terulur untuk mengusap bibir tipis berwarna merah ceri itu.


"Kamu menantangku?!" Aiden menyeringai, terlihat sangat menakutkan, namun tidak bagi Gwen.


"Bukankah, kamu ingin menghukum bibirku yang lancang ini? Lakukanlah!" jawab Gwen berkata dengan tenang, seraya menatap mata tajam itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Jika kamu bisa! Lanjut Gwen didalam hati.


Aiden merasa tertantang dan tergiur dengan kelembutan bibir tipis itu, lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibir Gwen. Kemudian ...


"Shitt!!" umpat Aiden, sembari memegang keningnya yang terasa berdenyut nyeri. Ternyata Gwen membenturkan keningnya ke kening Aiden.


Pria itu melepaskan cekalan tangannya, lalu mengusap keningnya berulang kali. Kepalanya terasa pusing dan matanya berkunang, karena benturan itu sangat kuat, tapi yang membuatnya heran adalah saat melihat Gwen tidak merasakan sakit sedikit pun.


"Apa kau gila!" maki Aiden, masih merasakan kesakitan dikeningnya.


"Ya! Aku memang gila," jawab Gwen dengan angkuh.


Gwen tersenyum penuh kemenangan. "Jika kamu berani menyentuhku sekali lagi, akan aku patahkan kedua tanganmu dan untung saja wajahmu sangat tampan, jika tidak? Aku ingin sekali meludahinya! Dasar brengsek!" umpat Gwen, lalu mendorong pundak Aiden dengan kasar, setelah itu segera keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan marah bercampur kesal.


Aiden mengumpat kesal dan menendang apa pun yang ada dihadapannya sambil memegang keningnya yang sakitnya tidak kunjung hilang. "Dasar gadis bau kencur! Awas saja aku akan membalasmu!" umpat Aiden, seraya mengeraskan rahangnya.


Tes


Ia merasakan sesuatu yang mengalir dari dalam hidungnya.


"Sial!" umpat Aiden lagi saat melihat darah segar yang menetes di Jas-nya yang berwarna abu, dan itu adalah darahnya sendiri yang menetes dari hidungnya. Segera ia mengambil tisu dengan asal lalu menyumbatkan nya ke lubang hidungnya.


"Gwen Aurora! Nantikan pembalasanku!!"


Gemes sama Gwen dan Aiden. berantem terus kayak kucing sama guguk🤣🤣🤣


Jangan lupa Vote dan likenyaā¤