My Hot ART

My Hot ART
Gue yakin!



Disisi lain, Sean yang sedang cuti bekerja karena istrinya sedang sakit. "Lo bego banget sih, Ren!" ucap Sean kepada istrinya yang sedang makan kacang dan membuang kulitnya di lantai, padahal ia baru saja menyapu dan mengepel. Uh, suami sayang istri ya?😆


"Lo yang bego!" balas Irene dengan kesal, melotot tajam, mulutnya terus mengunyah. Irene duduk di ruang tamu, sambil menaikkan kakinya diatas meja.


"Ck!" Sean berdecak kesal, tanpa banyak protes lagi, ia mengambil sapu dan membersihkan kulit kacang yang berserakan itu. Entahlah, belakangan ini istrinya sering mual di pagi hari dan akan sehat lagi saat sudah siang hari. Bukan hanya itu saja yang membuat Sean heran, sikap istrinya pun berubah menjadi sangat menyebalkan.


"Yang bersih!" Irene berkata sambil melemparkan kulit kacang lagi ke lantai.


Sean mendengaus kesal melihatnya, seraya berkacak pinggang. "Lo minta gue perkosa lagi ya!" kesal Sean.


"Cih! Ogah!" jawab Irene sambil melengos, dan melanjutkan makan kacang.


Keduanya itu tipe pasangan suami istri yang aneh. Bagaimana tidak? Mereka berdua tidak pernah romantis dan tidak pernah akur. Apalagi Sean memanggil istrinya saja dengan sebutan 'Lo-Gue'. Akan tetapi, mereka saling menyayangi dan saling mencintai. Justru berdebatan kecil yang selalu hadir diantara mereka malah semakin menguatkan cinta mereka berdua.


Sean membuang sapu yang ada ditangannya dengan asal, lalu menghampiri istrinya. Kemudian mengambil bungkusan kacang yang bergambar burung garuda itu dan meletakkannya diatas meja.


"Sean!" Protes Irene.


"Apa? Lo yang nantang gue! Sekarang kasih upah ke gue. Capek tahu seharian beres-beres rumah," ucap Sean, lalu menggendong tubuh mungil istrinya yang terus meronta.


"Perhitungan banget sih!" Irene cemberut kesal, saat di rebahkan diatas tempat tidur oleh suaminya.


"Harus! Karena gue nggak mau rugi," jawab Sean, sembari membuka kaosnya dan juga boxernya. Dan segera mengungkung tubuh istrinya, tidak lupa melepaskan underware yang dipakai istrinya.


"Sean." Irene mendesis ketika Sean mulai melesakkan senjatanya ke dalam intinya dengan sekali hentakkan.


"Enak?" tanya Sean, sambil memompa tubuh istrinya dan meraup bibir mungil istrinya dengan rakus.


"Ah, Love you, Ren," ucap Sean di sela aktifitasnya yang mengenakan itu. Ciumannya kini turun ke leher jenjang Irene, dan salah satu tangannya menyibakkan dress Irene yang masih melekat. Seraya meremat gunung kembar itu bergantian.


"Love you, too," balas Irene, sembari melenguh dan mendessah tidak karuan.


Padahal baru beberapa saat yang lalu, mereka saling berdebat tapi saat ini mereka sudah berbaikan. Berbagi kenikmatan dan berbagi peluh diatas ranjang panas mereka. Desaahan dan lenguhan terus bersahutan, memenuhi kamar tersebut. Setelah hampir setengah jam bercinta, akhirnya mereka mengerang bersama, menandakan jika sudah sampai pelepasan.


"Makasih, Sayang." Sean mengecup kening dan bibir Irene, lalu melepaskan penyatuan dan merebahkan tubuhnya di samping Irene.


Irene menjawab dengan anggukan kepala, karena tubuhnya terasa sangat lemas.


Sean memiringkan tubuhnya, lalu memainkan gunung kembar Irene dengan gemas. "Lo kok nggak pernah datang bulan?" tanya Sean, sembari meremat dan memainkan pucuk gunung itu dengan gemas. Sean baru teringat jika selama dua bulan setelah pernikahannya tidak pernah absen menjamah tubuh istrinya.


Irene yang mulai memejamkan matanya kini membuka matanya lagi dengan lebar. "Iya, ya, aku baru teringat," ucap Irene seraya mendudukan diri.


Sean pun turut mendudukkan diri, lalu menangkup wajah Irene dengan binar kebahagiaan. "Lo hamil, Ren. Gue yakin!"


"Benarkah?" tanya Irene dengan wajah yang tidak percaya. Sean mengangguk pelan, sebagai pria yang sudah berpengalaman, tentu ia tahu masalah ini.


"Iya, gue yakin banget." Sean membawa Irene kedalam dekapannya, dan mengecup pucuk kepala Irene berulang kali.


"Kita ke dokter kandungan sekarang," ajak Sean, segera beranjak dan mengambil pakaian baru dari dalam lemari, sekaligus mengambilkan pakaian untuk istrinya.


Jangan lupa like dan dukungannya😍😍