My Hot ART

My Hot ART
Finger Heart



Sebelum lanjut baca, aku mau jelasin sama kalian dan mohon banget jika sudah tidak suka dengan alur ceritanya langsung tinggalin saja jangan meninggalkan jejak yang menyakitkan. Aku tuh cuma ibu rumah tangga, yang menyalurkan hobi dan juga kehaluanku dalam bentuk sebuah karya yaitu Novel online.


Aku juga harus membagi waktu, antara mengurus rumah, anak dan menulis. Aku sering banget malahan tidak tidur malam karena ingin Crazy up untuk nyenengin pembaca aku. 😭


Jadi, please banget hargai perjuangan author. Tidak aku saja tapi juga author yang lainnya.


Dan novel ini adalah kisah Four J yang jatuh cinta disaat bersamaan jadi aku nggak bisa pisah kisah mereka. Aku sengaja selipin kisah J yang lainnya. Misalkan kisah Sean nanti aku selipin kisah Aiden atau ansel, dan begitu sebaliknya. Jadi mohon maaf jika menurut kalian alurnya berantakan.


Mohon maaf aku malam curhat dan aku ucapkan banyak terima kasih yang sudah setia sama karya-karya author. Semoga kalian semua sehat selalu, panjang umur dan lancar rejekinya. AMIN🙏


***


Setelah selesai makan malam bersama, kini saatnya Sean pulang karena waktu sudah menunjukan jam 9 malam.


"Gue pulang ya," ucap Sean yang kini diambang pintu. "Jangan kangen," lanjutnya lagi, masih berdiri disana berharap mendapat kecupan dipipi atau pelukan hangat dari kekasihnya.


"Nggak bakalan kangen!" jawab Irene dengan cepat, lalu mendorong Sean keluar dari unit Apartemennya.


Sean cemberut kesal. "Nggak dapat kiss atau pelukan?" tanya Sean, seraya menundukan badannya agar sejajar dengan tinggi Irene yang pendek. Lalu Sean menyodorkan pipinya dihadapan Irene.


"Se!" kesal Irene seraya mendorong wajah tampan itu menjauh dari hadapannya.


"CK! Awas lo ya, kalau kita sudah menikah nanti. Jangan harap bisa keluar dari kamar!" ancam Sean, lalu segera berlalu dari sana dengan perasaan yang kesal.


Irene hanya menggeleng dan terkekeh sambil menatap punggung Sean yang sudah menjauh.


Sean tersenyum dan menghentikan langkahnya. Ia berfikir jika Irene ingin memberikan kecupan singkat, tapi ternyata dia salah.


"Iya?" Sean membalikkan badannya.


"Hati-hati dijalan. Dan I Love You," ucap Irene tersenyum manis, seraya memberikan finger heart dan meniupnya kearah Sean.


Sean terpaku saat mendengar ungkapan cinta dari Irene. Wajahnya tiba-tiba memanas, dan ia yakin jika saat ini kedua pipinya bersemu merah. Kebahagiaan membuncah didalam dadanya, ia melihat finger heart (❤) melayang didepannya dan dengan cepat ia menangkapnya lalu meletakkanya didada.


"I Love You too, Cantik," balas Sean lalu melayangkan kiss bye kearah Irene, hingga membuat gadis itu malu dan wajahnya bersemu merah. Tidak ingin terbawa perasaan, Irene segara memasuki Unit Apartemennya dan menutup pintunya dengan rapat.


"Ya, ampun jantungku mau lepas," ucap Irene sambil memegangi dadanya yang terasa berdebar tidak karuan, kemudian ia menangkup kedua sisi wajahnya yang memanas.


Sedangkan Sean melanjutkan langkah kakinya keluar dari apartemen tersebut dengan hati yang berbunga-bunga.


"Ais, dia sangat lucu dan menggemaskan. Ya, ampun jadi nggak sabar menghalalkan dia," ucap Sean, senyam-senyum sendiri saat berada didalam lift. Beruntung di dalam lift tersebut hanya ada dirinya seorang jika tidak, mungkin dia sudah disangka orang gila.


"Begini rasanya jatuh cinta? Irene yang pendek dan mungil, tapi cantik dan menggemaskan itu sudah berhasil membuat dunia gue berubah 180 derajat," gumam Sean, masih tersenyum sendiri. Dan tidak berselang lama lift yang ia naiki sudah sampai dilobi apartemen tersebut. Ia segera memasang wajah cool saat keluar dari lift tersebut. Jaga image.🤣


Bonus Visual Sean