My Hot ART

My Hot ART
Agresif



Jika dipavilun, Irene dan Sean sedang menahan perasaan mereka. Berbeda dengan pasangan pengantin baru yang saat ini sedang memadu kasih, menyalurkan cinta dan kasih sayang mereka lewat penyatuan.


"Dek, kok kamu sekarang agresif banget sih?" tanya Nathan, sambil memeluk tubuh istrinya masih berada diatas tubuhnya.


Nathan merasa heran dengan sikap istrinya, yang biasanya malu-malu tapi malam ini sangat agresif bahkan istrinya itu berinisiatif untuk bermain diatas, tentu saja hal tersebut disambut riang gembira oleh Nathan.


"Jangan dibahas, Mas. Aku malu," jawab Kirana, mengangkat kepalanya dan benar saja wajahnya bersemu merah, lalu ia melepas penyatuannya dan merebahkan diri disamping suaminya.


"Aku malah suka kamu yang begini. Nyenengin suami tahu nggak," ucap Nathan, seraya terkekeh lalu memiringkan tubuhnya dan memeluk Kirana denga erat.


"Ish! Sudah jangan dibahas lagi," gerutu Kirana, lalu menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya.


Entah kenapa belakangan ini saat melihat suaminya bertelanjang dada membuat naf*sunya meningkat dan bagian intinya terasa berdenyut ingin ditodong pedang pamungkas suaminya yang super panjang dan jumbo itu.


Ya, ampun membayangkannya saja sudah membuatku ingin lagi. Batin Kirana, tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


"Mas, kita besok jadi menyelidiki Sean?" tanya Kirana, untuk mengalihkan pikirannya yang kotor karena membayangkan milik suaminya terus.


Nathan terdiam sejenak, lalu menarik selimut yang ada dibawah kakinya untuk menutupi tubuh polos mereka. "Iya, tapi kita harus berhati-hati jangan sampai ketahuan sama Daddy atau yang lainnya. Ini missi kita berdua, oke," jawab Nathan, seraya mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Oke, Mas. Tapi, jika terbukti mereka tinggal satu rumah bagaimana?" tanya Kirana.


"Ya mereka harus menerima konsekuensinya," jawab Nathan. "Tapi, mereka tidak mungkin tinggal bersama jika tidak ada suatu hal yang terjadi," lanjut Nathan.


"Maksud kamu Sekretarisnya itu meteng (Hamil)?" ceplos Kirana dengan spontan, namun dengan cepat ia membekap mulutnya sendiri.


"Huss! Nggak boleh berspekulasi buruk terlebih dahulu," jawab Nathan, sambil mengelus punggung polos istrinya.


"Kita lihat saja besok, semoga Sean tidak melakukan hal yang di luar batas lagi," lanjut Nathan, dan mulai memejamkan matanya namun tersentak kaget saat istrinya memegang pedang saktinya yang sudah teler akibat memuntahkan mayones beberapa saat yang lalu.


"Dek, jangan nakal apa." Nathan melepaskan tangan Kirana dari sana, dia tidak mau membuat istrinya kelelahan.


"Aku mau lagi, Mas," ucap Kirana pelan, mengerucutkan bibirnya kesal lalu memunggungi suaminya. Dia merasa sangat malu karena mendapat penolakan dari Nathan.


Aku ini kenapa sih? Batin Kirana, kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan hasratnya.


Nathan tentu saja terkejut saat mendengar keinginan istinya, lalu mencoba membalikkan tubuh Kirana, namun terlambat istrinya itu sudah merajuk kepadanya.


"Kamu mau lagi? Ayok, mau berapa ronde? 10 ronde? Aku siap, si tampan sudah On nih," ucap Nathan berusaha untuk membujuk istrinya. Dan menggesekkan pedang pusakannya kebokong Kirana.


"Aku ngantuk mau tidur!" jawab Kirana, tidak memperdulikan suaminya yang terus menggodanya.


"Ayolah, Dek. Si tampan sudah bangun nih. Gede dan panjang loh, kamu nggak pengen?" bisik Nathan dengan sensual.


Glek


Kirana menelan ludahnya, lalu membalikan badannya menghadap suaminya yang sudah mupeng. "Mas yang diatas," jawab Kirana malu-malu.


"Asyik!" Nathan bersorak girang, lalu mulai menindih tubuh istrinya dan selanjutnya ronde kedua pun terjadi.


Kalian bayangin sendiri aja adegan enak-enaknya. 🤣🤣


Jangan lupa votenya ya vote!