
Mengandung Bon Cabe Level 10 ๐ฅ๐๐
"Ah ... Papi ..," racau Melisa sembari merem melek keenakan, saat senjata suaminya sudah melesak masuk ke dalam bagian intinya dengan sempurnya.
"Enak banget, Mi," desah Ansel seraya menggerakkan pinggulnya naik turun, maju mundur dengan tempo yang pelan dan hati-hati, karena dirinya tidak ingin melukai bayi yang ada di dalam kandungan istrinya. Ansel memejamkan kedua matanya dengan erat saat rasa kenikmatan itu mulai mengalir di seluruh persendian tubuhnya. Ah ... Ini sungguh nikmat sekali, dirinya harus mengambil jatah sebanyak mungkin sebelum cuti 40 hari selama nifas istrinya itu.
Bibir Melisa dan terus mendesis saat kenikmatan itu menerjang tubuhnya. Ia membusungkan dadanya begitu indah saat Ansel meremat dua gunung kembarnya, seraya menyesap pucuk gunungnya itu dengan bergantian. Di tambah lagi, bagian bawah sana, Ansel terus menghujam ini tubuhnya. Sungguh kenikmatan yang tiada terkira.
Decitan suara ranjang menjadi saksi bisu percintaan panas mereka pada siang hari itu. Peluh mereka saling menyatu, suara ******* terus menggema di setiap sudut suara yang kedap suara itu, menjadi saksi bisu percintaan panas mereka.
Cicak-cicak dinding diam-diam merayap di dekat lampu kamar mereka bahkan sampai meneteskan air liurnya, sedangkan nyamuk-nyamuk yang berterbangan pun saling berpelukan dan menari indah, menikmati pemandangan panas yang merusak mata suci mereka. ๐
Sudah dua puluh menit percintaan panas itu terjadi, Melisa sudah menunjukkan jika dirinya akan mencapai pelepasan. Melisa menggeliatkan tubuhnya, serta menekuk jari-jari kakinya dan semakin mendesah keras.
"Papi, aku mau sampai ... Ahhh ..," Melisa mengerang, sembari mencengkeram kedua bahu kokoh suaminya itu, lalu menggigit bibir bawahnya dengan kuat saat gelombang kenikmatan yang maha dahsyat itu menghantam tubuhnya.
Tubuh Melisa terasa ringan bagai terbang ke awan, saat ia mencapai pelepasan. Nafasnya terngah, dadanya naik turun tidak beraturan bertanda jika dirinya sangat puas dengan percintaan itu.
Cairan hangat begitu terasa menyirami senjata Ansel yang masih tertanam sempurna di dalam inti istrinya. Ansel menghentikkan gerakannya sesaat memberikan istrinya kesempatan untuk menikmati pelepasan tersebut.
Setelah Melisa sudah mulai menguasai diri, Ansel mulai menggerakan senjatanya lagi dengan kecepatan penuh, karena dirinya sebentar lagi akan mencapai pelepasan juga.
"Pelan-pelan Sayang," ucap Melisa sembari menepuk bahu suaminya berulang kali, agar suaminya itu memelankan kecepatannya.
"Sebentar lagi, Mi ... Ouhh ... Hukhh!!" Ansel mengerang sembari menghentakkan senjatanya sampai ke titik yang paling dalam, menyemburkan lava panas ke kepala botak bayinya yang bobok ganteng di dalam sana.
*
*
"Daddy, tolong dong jangan seperti itu!" tegur Kirana kepada suaminya yang sedang menoel-noel layar ponselnya.
Kirana yang sedang mengganti diapers salah anaknya yang bernama Jojo sampai menggeram kesal. Karena Nathan membiarkan putranya yang beranama Ricko merangkak ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka.
"Sebentar Sayang, aku sedang mengecek Email," jawab Nathan, masih menekuri layar ponselnya.
"Daddy!!!" teriak Kirana dengan keras sehingga membuat suaminya terkejut lalu dengan reflek melemparkan ponselnya ke sembarang arah.
Wajah Nathan langsung panik, dan berlari ke arah kamar mandi di mana putranya di sana.
"Oh! My God! Ricko, itu bukan mainan!" Nathan semakin panik bercampur terkejut saat melihat putranya mengobok-obok Closet.
*
*
Kebiasaan para suami kalau di suruh jaga anak pasti seenak jidatnya๐๐
Jangan lupa dukungan seikhlasnya ya, biar Emak tetap bisa bertahan di NT๐ญ
Terima kasihโค