My Hot ART

My Hot ART
S2. Kabar buruk



"Dan bagaimana ini bisa terjadi?!!" kali ini Arjuna yang bertanya dengan tatapan mengintimidasi Aiden.


Situasi yang sudah tegang itu semakin mencekam saat melihat aura kemarahan Arjuna. Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, setelah Ayah Arjuna melerainya.


"Sudah! Ini bukan waktunya untuk berdebat!" tegas Nue kepada putranya. "Adikmu sedang kritis, dan semua ini adalah kecelakaan jadi tidak ada yang boleh menyalahkan!" lanjut Nue, sembari menatap putranya dengan tajam.


Arjuna langsung memundurkan langkahnya, dan menyenderkan punggungnya di dinding. Wajahnya nampak merah padam, menahan amarah, lalu ia mengusap wajahnya dengan gusar. Khawatir dengan keadaan adik dan juga calon keponakannya.


"Mama tahu jika kamu khawatir dengan adikmu, dan semua yang di sini juga merasakan hal yang sama. Tapi, Mama mohon kendalikan emosimu," pinta Fika kepada putranya itu. Arjuna menganggukkan kepalanya dengan pelan, sembari berkata, "aku hanya takut jika Gwen—" ucapannya terhenti saat ibunya memotong pembicaraannya.


"Gwen dan bayinya akan baik-baik saja. Kita berdoa bersama untuk keselamatan mereka berdua," potong Fika dengan cepat, dan lagi-lagi Arjuna mengangguk pelan.


"Maaf, kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kecelakaan ini," kali ini Xander yang berbicara kepada Nue, Fika dan Arjuna.


"Semua ini di luar kendali kami, dan kejadianya begitu sangat cepat," lanjut Xander dengan perasaan yang tidak karuan.


"Semua ini salahku, andai saja saat itu aku segera belari ke arah Gwen semua ini tidak akan terjadi," ucap Aiden dengan lirih. Pria itu duduk di kursi tunggu sembari menundukkan kepalanya, terlihat jelas sekali jika pria itu sangat gusar, mengkhawatirkan anak dan istrinya. Berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di benaknya. Bagaimana jika kemungkinan terburuknya Gwen tidak terselamatkan, atau anaknya yang tidak dapat di selamatkan? Sungguh hati Aiden hancur dan sangat sedih walau hanya dalam bayangannya saja.


"Jangan menyalahkan diri sendiri. Seperti yang Papi bilang tadi, jika semua ini adalah kecelakaan juga takdir," jawab Nue, sembari menepuk pundak menantunya seolah mengatakan jika semua akan baik-baik saja.


*


*


*


Setelah menunggu hampir 1 jam di depan ruang operasi. Akhirnya Dokter Ricky keluar dari ruangan tersebut dengan salah satu perawat yang menggendong bayi mungil yang sangat cantik.


Dari pihak keluarga Clark dan Keluarga Nue mengucapkan syukur karena Gwen dan anaknya baik-baik saja.


"Ya, tapi saya harus menyampaikan kabar kurang mengenakan kepada kalian," ucap Ricky kepada semua orang yang ada di sana.


Deg


Semua orang yang ada di sana yang sudah merasa senang kini menjadi terlihat tegang kembali.


"Ada apa?" tanya Xander kepada Dokter Ricky dengan wajah yang sangat serius.


"Karena pada saat terjatuh perut Gwen mengalami benturan yang sangat keras dan itu berakibat pada bayi yang ada di dalam kandungannya oleh sebab itu sepertinya pendengaran si cantik ini bermasalah, untuk memastikannya lagi nanti kita akan cek ke Dokter THT," jelas Dokter Ricky, dengan berat hati.


"Apakah bisa di obati?" tanya Jeje sembari mengelus pipi cucu cantiknya yang berada di gendongan perawat dengan perasaan yang sangat sedih. Sedangkan Aiden sudah tidak mampu membendung air matanya lagi. Ia mengecup dan mengelus pipi putrinya bergantian.


"Sulit, tapi dia nanti bisa memakai alat bantu pendengaran," jelas Dokter Rikcy lagi.


"Tapi dia masih terlalu dini jika harus memakai alat seperti itu." Kini Nue yang menimpali.


"Sekarang ada alat bantu pendengaran khusus untuk bayi, jangan khawatir," jawab Dokter Ricky.


Sedih 😭😭😭


Jangan lupa dukungannya ya❤❤