My Hot ART

My Hot ART
OTW dapat restu



Nathan menelan ludahnya dengan kasar, dia merasa gugup dan takut, rasa itu bercampur menjadi satu. Baru kali ini dia merasakan dalam situasi seperti itu. Merasa terintimidasi, nyali menciut, rasa percaya dirinya untuk mendapatkan restu dari clon mertuanya, menguap begitu saja saat melihat ayah Kirana ternyata sangat garang.


"Jadi kamu pria yang ingin melamar Kirana?" bertanya dengan suara yang tidak bersahabat dan tatapan tajamnya seolah ingin menghunus jantung lawan bicaranya.


"I ... iya, Pak," jawab Nathan, disertai dengan anggukan kecil, matanya menunduk tidak berani menatap pria yang duduk berseberangan dengannya itu, terlalu mengerikan.


Huh


Terdengar helaan nafas resah dari bibir Nathan, di iringi dengan menyeka keringat dingin yang ada di keningnya.


Sumpah! Ini lebih horor dari film horor yang pernah aku tonton sama Kirana di bioskop waktu itu. batin Nathan.


"Kalau berbicara itu lihat lawan bicaranya! Apa kamu pikir muka ku ada di bawah sana!" Bapak berkata sambil menggebrak meja, membuat Nathan terlonjak kaget sambil mengelus dadanya berulang kali.


"Maaf, Pak," Nathan mengangakat kepalanya,dan menatap pria paruh baya itu.


Wajah yang tegas, dengan kumis tebal bertengger di atas bibirnya, memberikan kesan yang galak kepada pria tersebut.


"Mana kartu identitasmu?" tanya Bapak sambil mengenengadahkan tangannya kepada Nathan.


Wajah Nathan terlihat bingung, untuk apa Bapak ini meminta kartu identitasnya? Tapi Nathan tetap memberikannya walau dirinya masih di landa kebigungan.


"Jonthan Clark." Bapak membaca nama lengkap Nathan yang tertera di kartu identitas tersebut.


"Usia 22 tahun, belum kawin, pekerjaanmu pengusaha?" tanya Bapak, dengan raut wajah yang berubah menjadi berbinar, setelah membaca data di identitas yang ada di tangannya itu.


"Usaha apa yang sedang kamu rintis?" tanya lagi, ingin mengorek informasi lebih dalam lagi tentang kekasih putrinya.


"Hanya usaha kecil, Pak, itu pun milik keluarga," jawab Nathan merendah di iringi senyuman manis.


Bapak terlihat menganggukkan kepalanya berulang kali. "Kata Kirana, kamu ini anak dari majikan putriku ya? Bagaimana bisa kamu suka dengan seorang pembantu? Apa kamu tidak malu, kamu tidak sedang mempermainkan anak saya 'kan?" tanya Bapak, beruntun.


Baru saja akan membuka mulutnya, Bapak bersuara lagi, membuat Nathan langsung mengatupkan bibirnya dengan rapat. "Karena kebanyakan orang kaya itu, suka semena-mena sama orang miskin." Bagaimana pun ia harus memastikan jika pria yang ada di hadapannya ini adalah pria yang pantas untuk putrinya. Pengalaman masa lalunya, menjadi trauma tersendiri bagi Bapak dan keluarga.


Bapak sejenak terdiam, larut dalam lamunan. Bayangan putrinya di sakiti dan di khianati oleh calon suaminya dulu masih membekas di hatinya. Bukan hanya itu saja, keluarganya juga di hina oleh keluarga sang pria, karena miskin.


"Pak," suara Nathan menyadarkan Bapak dari lamunannya.


Bapak berdehem sejenak, lalu menatap Nathan dengan tajam lagi. "Apa kamu tahu jika Kirana dulu sudah pernah mau menikah?"


Nathan mengangguk pelan sebagai jawaban. "Kirana sudah menceritakan semuanya, Pak. Saya tahu, jika Bapak masih ragu dengan saya. Tapi, berikan saya kesempatan untuk membuktikan kepada Bapak, bahwa saya layak untuk Kirana, saya cinta sama anak Bapak sejak awal bertemu," ucap Nathan mengandung permohonan, dan bersungguh-sungguh mengatakannya. Entah mendapat keberanian dari mana dia itu, padahal sebelumnya lidahnya terasa kelu karena ia terlalu takut dengan Bapak.


Melihat kesungguhan Nathan, membuat hati Bapak sedikit tersentuh. "Baiklah, tapi besok jam 5 pagi, saya tunggu di halaman rumah," jawab Bapak dengan tegas dan di sambut senyum bahagia dari Nathan.


Yess!! OTW dapat restu. Nathan bersorak di dalam hati.


Maaf telat update, emaknya lagi sibuk di RL. he he hee.


kasih sajennya dong biar makin semangat nih ngetiknya.😘😘😘