My Hot ART

My Hot ART
Luka hati



Gwen dan pria tersebut berjalan semakin mendekat, keduanya terlihat sedang mengobrol ringan dan saling melepar senyuman


Aiden yang melihat pemandangan itu pun semakin meradang dibuatnya.


"Gwen!" seru Aiden, saat gadis itu berjalan melewatinya, dan mencekal tangan Gwen dengan kuat.


Gwen berdecak kesal lalu menyentakkan tangannya agar cekalan tangan itu terlepas.


"Kamu mau kemana? Pulang!" bentak Aiden, mencekal tangan Gwen lagi, tapi kali ini lebih kuat.


"Lepaskan tangan Gwen, anda menyakitinya, Tuan!" ucap Pria tersebut kepada Aiden.


"Bukan urusanmu!" balas Aiden terdengar datar dan sangat dingin. Lalu menarik tangan gadis itu menuju mobil, tapi sayangnya Gwen menolaknya dan berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Aiden.


"Lepaskan aku!!" teriak Gwen, dengan penuh amarah. Sebenarnya apa yang diinginkan Aiden darinya? Kenapa dia menunjukkan sikapnya seolah cemburu akan tetapi perlakukannya berbanding terbalik dan sangat menyakiti hatinya.


"Tuan anda harusnya bersikap lebih lembut lagi! Anda menyakitinya!" Pria itu dengan berani membentak Aiden dengan kuat.


"Kamu siapa? Jangan ikut campur urusanku!" balas Aiden menatap tajam pria tersebut.


"Kamu juga tidak berhak mencampuri urusanku!" Bukan pria tersebut yang menjawab, melainkan Gwen yang menjawab penuh emosi dan menatap tajam Aiden tanpa rasa takut sedikit pun.


Aiden mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya dengn kuat. Dia sudah tidak bisa menahan rasa panas yang ada didalam dadanya.


BUGH


Tanpa disangka ia melayangkan bogem mentah ke wajah pria tersebut dengan kuat, sehingga membuat pria itu terhuyung kesamping


"Aiden! Apa yang kamu lakukan!" bentak Gwen, lalu menangkup wajah gurunya dan menghapus darah yang keluar dari sudut bibir itu.


Nafas Aiden naik turun dan wajahnya memerah dan tangannya terkepal dengan kuat. Menatap nyalang Gwen yang sedang menangkup wajah pria tersebut.


"Kamu keterlaluan!!" Gwen sangat emosi dan menghampiri Aiden.


"Karena kekasihmu itu pantas mendapatkannya!!!" balas Aiden sembari membuka pintu mobilnya dan melepaskan Jas-nya dan melemparkannya ke dalam mobil dengan asal.


"He is not my boy friend and you hit him?" seru Gwen


"Whatever!" sentak Aiden. Dadanya terasa panas saat melihat Gwen berjalan beriringan dengan seorang pria, apalagi saat melihat kedua tangan Gwen menangkup wajah pria tersebut.


"Aiden!!" Gwen tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Aiden yang sulit untuk ditebak.


"Apa?!"


"Hentikan semua ini, hentikan kegilaanmu!" ucap Gwen dengan menggebu dan dia sudah lelah dengan sikap Aiden yang semaunya sendiri.


"Why?!" tanya Aiden dengan suara yang mulai melemah dan mengembuskan nafasnya dengan kasar.


Gwen menelan ludahnya yang terasa tercekat ditenggorakknya dan meneteskan air matanya. Dia sudah tidak bisa menahan gejolak yanng ada didalam dadanya. "Karena aku mencintamu, tapi cinta ini membuatku selalu tersakiti!" lirih Gwen seraya menghapus air matanya dengan kasar.


DEG


Jantung Aiden berdetak dengan cepat, saat mendengar ungkapan cinta Gwen yang begitu memilukan. Ia menatap Gwen dengan tatapan tidak percaya, jika gadis itu mempunyai rasa yang sama dengan dirinya.


"Gwen," lirih Aiden.


"Jangan pernah menggangguku lagi!! Aku sangat membencimu!!" Gwen langsung berlari dari hadapan Aiden dengan membawa luka dihatinya.


Kasih sawerannya dongπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ