
Malam hari di kediaman keluarga Clark. Semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga tidak terkecuali Sean dan Irene.
"Muka kamu kenapa?" tanya Three J ketika melihat Aiden baru memasuki rumah sambil menggandeng tangan Gwen. Di belakang pengantin dadakan itu ada Nue dan Fika.
"Hadiah dari Abang Juna," jawab Aiden, seraya mendudukkan diri di sofa dan di ikuti Gwen, lalu memegangi dagunya yang terasa sakit.
"Habis nyuri sandal ya? Kok sampe memar begitu?" sindir Oma Airin, sambil melirik tajam cucunya. Sedangkan Aiden hanya diam, karena merasa salah.
Nathan baru akan menanyakan hal yang lebih lanjut kepada Aiden, ibunya sudah menyela lebih dulu.
"Jadi begini, Mommy dan Daddy menyuruh kalian berkumpul disini karena ingin menyampaikan sesuatu," ucap Jeje, menatap satu persatu anak dan menantunya yang berkumpul disana.
4 J beserta istrinya diam menyimak pembicaraan Jeje yang terdengar serius, kecuali Gwen dan Aiden yang sudah tahu arah pembicaraan Jeje.
"Jadi hari ini keluarga Clark bertambah satu orang lagi," lanjut Jeje, membuat mereka semua mengerutkan kening, dan saling pandang.
"Siapa, Mom?" tanya Nathan.
"Gwen," jawab Jeje.
"Hah?!!" Tentu saja mereka terkejut mendengar ucapan ibunya. Pandangan mereka beralih menatap Gwen yang terlihat menundukkan kepala.
"Jangan bilang kalau—" ucapan Sean terhenti, ketika Jeje memotong pembicaraannya.
"Iya, tepat sekali. Gwen sudah hamil lebih dulu dan Aiden lah pelakunya. Tapi, mereka sudah menikah tadi siang," jawab Jeje dengan jujur, tidak ada yang di tutupi.
"Wah, kacau!!" Sean menggelengkan kepalanya berulang kali, dan begitu pula yang lainnya.
"Sudah jangan ada yang di ributkan lagi!! Sekarang kita keluarga. Dan sambut anggota baru di rumah ini dengan hati yang lapang dada!" tegas Xander kepada anak-anaknya.
"Akibatnya main biji salak jadinya kayak gitu," celetuk Oma Airin, menatap Aiden dan Gwen bergantian.
"Mom!" tegur Xander, agar ibunya itu diam.
Mainan biji salak? Oh, ya ampun, istilah apalagi yang di keluarkan oleh ibunya itu. pikir Xander.
"Jadi mulai sekarang Gwen akan tinggal bersama kita, benar begitu Nue dan Fika?" Jeje meminta persetujuan Besannya.
"Iya, kami titip putri kami disini, ya. Jaga dia dengan baik, kalau bandel jewer saja telinganya," jawab Fika, sambil terkekeh pelan.
"Iya, tentu saja. Aku akan memperlakukannya seperti anakku sendiri," jawab Jeje di selingi dengan senyuman manis.
Kemudian semua orang disana tersenyum bahagia, lalu mengucapkan selamat kepada Aiden dan Gwen.
"Jadi sebentar lagi rumah ini akan ramai, tangisan bayi-bayi mungil," ucap Jeje dengan binar kebahagiaan, mengingat kedua menantunya tengah berbadan dua.
"Mom, aku juga ingin menyampaikan sesuatu," ucap Ansel kepada Ibunya.
..."Apa? Jangan bilang kalau kamu mau cuti kerja?" celetuk Nathan, sudah negatif thinking lebih dulu....
"Ini—" Jeje menerima foto USG dengan tangan yang bergetar dan matanya berkaca-kaca. "Ya, ampun Ansel, Melisa, jadi sebentar lagi Zahra akan mempunyai adik?" Jeje sangat bahagia sekali.
"Benarkah?" Oma Airin sangat bahagia mendengarnya, lalu mengambil foto USG dari tangan menantunya. Terharu sudah pasti, di umurnya yang sudah 90 tahun dirinya masih di beri umur panjang, dan masih berkesempatan merasakan kebahagiaan ini.
Xander tersenyum bahagia dan mengucapkan selamat kepada Ansel dan Melisa.
"Aku juga punya kabar bahagia," ucap Sean.
Irene mengambil foto USG juga dari dalam tasnya, dan menunjukkan kepada seluruh keluarganya.
"Wuahhhh!! Kenapa bisa serempak begini?" Jeje dan yang lainnya sangat terkejut.
"Kita akan panen cucu, Dad," seru Jeje heboh, lalu memeluk suaminya, lalu beranjak dan memeluk satu persatu menantunya dan tidak lupa mengucapkan selamat.
"Kalian memang keturunan Daddy," ucap Xander bangga dengan ke empat putranya.
"Top Cer!!" celetuk Oma Airin, langsung mengundang gelak tawa semua orang.
Kebahagiaan bertubi-tubi datang, setelah cobaan menghadang. Kehidupan yang penuh misteri kini terpecahkan setelah di jalani. Four J, sudah menemukan kebahagiaannya sendiri dengan pasangannya masing-masing. Mereka menjemput jodoh mereka dengan cara yang tidak terduga.
Jonathan harus berusaha keras dan menghalalkan segala cara agar Kirana mau menjadi pendamping hidupnya.
Jonsean adalah seorang bajingan yang menemukan jati dirinya setelah bertemu dengan Irene. Ya, Irene mampu merubah kehidupan Sean yang penuh kegelapan menjadi penuh warna.
Jaiden yang mencintai kakak iparnya dalam diam, yaitu Kirana. Dan sulit move on, siapa sangka dalam perjalanan melupakan Kirana, Aiden di pertemukan dengan Gwen Aurora si gadis bar-bar yang mampu membuat hatinya berpaling dan melupakan Kirana.
Jansel si pria manja yang patah hati dalam cinta, namun tersembuhkan saat bertemu dengan janda anak satu.
Semoga mereka selalu di limpahkan kebahagiaan selalu. Amin.
...TAMAT...
Akhirnya kita sudah sampai di penghujung cerita. Dalam pertemuan pasti ada perpisahan bukan? Dan saatnya kini kita semua berpisah dengan 4 J, yang selalu menghiasi hari-hari kita selama 3 bulan ini.
Terima kasih ku ucapkan kepada kalian semua, sahabat-sahabatku semuanya. Terima kasih atas dukukangannya, apresiasi yang kalian berikan berupa like, komen, vote dan juga hadiah.
Love You so muchh untuk kalian semua❤❤❤❤
Di antara Kisah cinta Four J mana yang paling kamu sukai?
Kalau emak suka semuanya. Kiisah ciinta mereka bervariasi❤❤
**Mau Bonus chapter?? Jika mau komentar dan kasih like di setiap babnya.**
See you di Karya Baru Emak yang berjudul Menggenggam rindu (Sebuah Penantian) Jangan lupa mampir dan ramaikan, seperti biasa setiap karya Emak akan ada Give Away-nya. ❤❤
Untuk GIVE AWAY My Hot ART akan di umumkan besok ya. Bye❤❤❤