
Semangat baca ya kalian, jangan di skip-skip. Kasih like setelah baca, syukur-syukur di kasih bunga sama kopi dan Vote, wah berkah sekali, ye kan. 🤣
Yuk cekidot!
Jantung Kirana semakin berdetak tidak karuan saat mendengar suara pintu kamar dibuka dari luar, bertanda jika suaminya akan mamasuki kamar. Ia duduk ditepian tempat tidur dengan gelisah sambil meremat kedua tangannya yang terasa dingin, dan sesekali ia menghela nafas panjang guna menetralisir rasa gugup dan gelisah yang mendera didalam dada.
"Kok kamu nggak nyambut aku, sih?" Protes Nathan ketika memasuki kamar, ia melihat istrinya duduk di tepian tempat tidur dengan menggunakan lingerie berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putihnya.
Nathan yang ingin marah mengurungkan niatnya, saat melihat istrinya berpenampilan seperti itu. Rasa lelah langsung menguap begitu saja, melihat senyuman manis terkesan malu-malu dari bibir istrinya. Membuatnya semakin gemas dan ingin melahap bibir manis itu.
"Maaf, Mas," jawab Kirana, mengontrol detak jantungnya yang semakin tidak karuan saat Nathan berjalan mendekatinya.
Huh
Tederngar helaan nafas panjang dari bibir Kirana.
"Kamu kenapa sih?" tanya Nathan, ketika melihat gelagat istrinya yang tampak aneh dimatanya.
"E ... enggak, Mas." Kirana beranjak, lalu meraih tas suaminya dan meletakkan pada tempat.
"Lebih baik Mas mandi dulu," titah Kirana, berjalan menuju kamar ganti untuk menyiapkan pakaian ganti suaminya, namun belum jauh ia melangkah, dirinya sudah ditahan oleh Nathan.
"Aku baru teringat kalau hari ini kamu sudah selesai datang bulannya," bisik Nathan dengan suara paraunya dan memeluk istrinya dari belakang.
Nathan tersenyum lalu mengecup leher jenjang istrinya yang terekspos itu, karena Kirana mencepol rambutnya keatas.
"Mas." Kirana menggigit bibir bawahnya seraya memejamkan matanya, merasakan geleyar aneh yang mulai menguasai dirinya.
Salah satu tangan Nathan mengusap perut Kirana dengan lembut dan merambat turun lalu masuk kedalam semak belukar.
"Iyahhhh," jawab Kirana diselingi dengan dessahan, karena bagian intinya di mainkan oleh suaminya. Terasa geli dan enak bercampur menjadi satu kenikmatan yang tidak terbantahkan.
Kirana yang awalnya takut kini menyerahkan dirinya dengan ikhlas kepada suaminya.
Nathan menarik tangannya dari dalam semak belukar itu, lalu mengecup bahu istrinya dengan lembut. Kirana kecewa saat Nathan menghentikan aksinya, matanya yang terpejam kini terbuka dengan lebar.
"Kamu sudah basah, tapi aku mau mandi dulu," ucap Nathan mengerling nakal lalu menyesap jarinya yang baru saja untuk memainkan milik istrinya dengan sensual, membuat Kirana bersemu merah.
"Persiapkan dirimu, Oke!" ucap Nathan lalu segera berlalu kekamar mandi.
*
*
*
Setelah Nathan sudah tidak terlihat lagi, Kirana langsung menangkup kedua sisi wajahnya yang bersemu merah. Lalu ia membuka underwearnya yang terasa basah dan menggantinya dengan yang baru.
Sedangkan didalam kamar mandi, Nathan sedang berendam didalam bathup dengan aroma terapi agar tubuhnya terasa wangi dan segar. Karena ia ingin memberikan kesan yang baik untuk Kirana dimalam pertama mereka.
Ia membersihkan seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah, hingga tidak ada daki yang menempel pada kulitnya. Juga merapikan bulu-bulu yang menghiasi pedang pamungkasnya agar terlihat semakin gagah dan tampan. 🤣
"Oke, tampan. Malam ini kamu akan menjebol gawangmu. Yang kuat dan jangan bikin malu," gumam Nathan, menunduk dan menoel-noel pedang pamungkasnya yang masih bobok ganteng itu.
OMG! Nathan bikin bengekk🤣🤣