My Hot ART

My Hot ART
Mendapat angin segar.



Kenapa di sini aku yang di sudutkan, sih? Batin Kirana, merasa tidak beres dengan semua ini.


"Iya, kamu jangan takut untuk mengakui kebejatan cucu luknut itu!" seru Oma Airin, sambil menatap Nathan.


Othan sialan!! Kenapa dia diam saja dan tidak menjelaskan semuanya? Lanjut Kirana geram kepada Nathan yang diam membisu sambil menatapnya.


Jeje menghela nafasnya dengan kasar ketika Kirana tidak kunjung membuka suara. "Baiklah, karena di sini tidak ada penjelasan atau pengakuan dari kedua pihak, maka dari itu aku memutuskan untuk segera menikahkan kalian!" ucap Jeje dengan tegas.


Perkataan Jeje, membuat seluruh orang di sana terkejut bukan kepalang, kecuali Nathan yang seperti mendapat angin segar dan ingin rasanya jingkrak-jingkrak sambil salto di lantai.🤣


"Honey!! Apa keputusanmu ini sudah tepat?" tanya Xander, sedikit tidak setuju karena menurutnya pernikahan harus di landasi dengan cinta.


"Aku tidak setuju Mom!" seru Aiden, menyuarakan isi hatinya. Nathan tampak melotot sempurna saat mendengar seruan dari Aiden.


"Keputusan Mommy sudah tepat dan final, memangnya kalian mau, Kirana nanti tekdung tanpa suami dan juga Kakak tertua kalian akan menjadi pendosa besar?!" ucap Jeje sambil menatap satu persatu putranya dengan tajam.


"Nyonya sebenarnya, saya dan Tuan Nath—" belum selesai bicara ucapan Kirana sudah di potong oleh Nathan dengan cepat.


"Mom, sebenarnya aku dan Kirana sudah pacaran selama hampir sebulan ini," ucap Nathan dengan jujur.


Kirana menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat seluruh orang disana menatapnya sambil berseru heboh, karena sangat terkejut dengan pengakuan Nathan.


"Wah, brengsek kamu, sudah nikung kita lebih dulu!" Aiden menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Nathan.


"Apa masalahmu? Bukankah siapa cepat dia dapat?" balas Nathan dengan telak, membuat Aiden semakin kesal dan mengepalkan ke dua tangannya dengan kuat.


"Hei!! Kenapa kalian malah ribut?" seru Xander.


"Hei!! Kita sudah membuat perjanjian bukan? Kita bersaing secara sehat dan apa aku menggunakan cara licik yang seperti kamu bayangkan, hah?" bentak Nathan meradang, menatap tajam Aiden.


"Jadi kalian bertaruh untuk mendapatkan hati Kirana? Kalian pikir, Kirana ini barang?" seru Xander yang tampak marah kepada empat putranya.


"Mommy sungguh kecewa dengan kalian!" kali ini Jeje bersuara, menatap sedih ke empat putranya.


Sedangkan Kirana menundukkan kepalanya, menahan air matanya yang menggenang di pelupuk matanya.


"Mom!! Tapi, aku sangat mencintai Kirana, jauh sebelum kami bertaruh!" ucap Nathan dengan penuh penegasan. "Tidak seperti mereka yang bertaruh karena melihat perubahan Kirana yang tampil semakin cantik!" lanjut Nathan lagi.


"Benar 'kan yang aku katakan?!" Nathan menatap satu persatu saudaranya dengan tajam. Sean, Ansel dan Aiden tampak menundukkan kepalanya, karena mereka tidak bisa mengelak dari pernyataan Nathan yang benar adanya.


Kirana mengangkat kepalanya dan terkejut saat mendengar pengajuan Nathan yang sudah mencintainya sejak dulu.


"Sekarang yang jadi masalahnya bukan taruh bertaruh atau apalah itu! Tapi, apakah Nathan dan Kirana sudah tidur bersama?" sela Oma Airin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Jeje dan Xander menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Oma Airin.


"Kami sudah, belum!" jawab Nathan dan Kirana bersamaan.


"Yang benar yang mana?" tanya Jeje, sambil memijat pelipisnya.


"Kami sudah tidur bersama!" jawab Nathan dengan cepat.


Hari ini udah up 3 bab, kasih dukungannya donk😘😘