My Hot ART

My Hot ART
Mulai nakal



Warning aja ya!!


Irene tersipu malu, ketika Sean sudah duduk dihadapannya. "Aku nggak nyangka, kalau kamu bisa bernyanyi."


"Bakat yang terpendam," jawab Sean terkekeh, sembari mengelus pipi Irene yang merona dengan punggung tangannya.


Ah, wajah Irene, semakin merona dibuatnya. Ingin sekali, ia menenggelamkan wajahnya itu ke lubang semut.😆


"Lo semakin terlihat sangat cantik kalau merona begini, jadi gemes dan nggak sabar pengen ... ." Ucapan Sean terjeda ketika Irene menepis tangannya.


"Otaknya mesti mesum ya?!" Irene mencebik kemudian mulai memakan makan siangnya.


"Kok tahu sih," jawab Sean tergelak, sembari mengusap pucuk kepala Irene dengan gemas, sehingga membuat gadis itu mengerucut sebal.


Kemudian kedua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu, mulai menikmati makan siangnya bersama.


*


*


*


Disisi lain Aiden yang sedang duduk di balik meja kerjanya, berdecak kesal berulang kali karena Gwen terus menggodanya. "Gwen!!" Aiden menggeram kesal, seraya memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri karena harus menahan hasratnya.


Seperti biasa, gadis kecil itu setelah pulang sekolah langsung menuju Warjah Grub. Padahal hari itu tidak ada pemotretan.


"Apa? Kamu bekerja saja, karena aku hanya ingin memelukmu saja," jawab Gwen dengan santai.


"Bagaimana aku bisa bekerja, jika kamu duduk dipangkuanku, dan tanganmu tidak bisa diam begini?!" Aiden menepis kasar tangan Gwen yang sedang meraba dada bidangnya, bahkan kancing kemejanya pun dilepaskan oleh Gwen, memperlihatkan dada bidang dan otot perutnya yang seperti roti sobek.


"Salah sendiri sejak tadi kamu sibuk!" Gwen mengerucut tajam, kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher yang kokoh itu, dan menyandarkan kepala dipundak Aiden dengan manja. "Ini sudah jam makan siang loh! Aku lapar!" rengek Gwen.


Aiden melihat jam tangan mewah yang melingkar dipergelangan tangan kirinya dan waktu sudah menunjukkan jam 12 siang. "Sudah waktunya istirahat rupanya, kamu mau makan apa?" tanya Aiden, mengelus punggung Gwen dengan lembut.


Aiden menaikkan salah satu alisnya, menatap Gwen dengan tatapan tidak percaya. "Berani nakal, ya! Kamu ingin menantangku?!" Aiden, mulai menarik tengkuk Gwen, dan tatapan tajamnya seolah ingin mengoyak mangsanya, membuat Gwen bergidik mengeri.


"Tidak! Aku hanya ... emphh!" ucapan Gwen tenggelam didalam sebuah ciuman yang memabukkan itu.


Aiden melumaat rakus bibir ranum itu dan penuh gairah. Menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Gwen, dan mengobrak-abrik rongga mulut itu dengan sangat buas.


"Eughh." Suara laknat keluar dari bibir Gwen, ketika merasakan salah satu tangan Aiden meremat salah satu bukit kembarnya.


Gairahnya semakin menggila ketika mendengar suara lenguhan Gwen yang begitu indah di indra pendengarannya. Tidak puas menyentuh bukit kembar itu dari luar. Aiden menarik seragam Gwen keatas berikut dengan penutup bukit kembar itu.


"Ah, Aiden." Gwen menggeleng pelan, seraya memejamkan matanya ketika ciuman buas itu berpindah ke bukit kembarnya dan menyesap pucuk bukitnya bergantian. Sensasi aneh dan geli, akan tetapi terasa sangat nikmat dan membuatnya candu.


Gwen meremat rambut Aiden, dan semakin menekan kepala itu tenggelam dalam dadanya.


Akan tetapi, aktifitas panas mereka harus terhenti saat mendengar ketukan pintu dari luar ruangan.


Aiden menjauhkan kepalanya dari bukit kembar yang terlihat segar dan menantang itu, dengan pucuk bukit yang berwarna pink kemerahan, karena ia baru saja menghisap dan menggigitnya dengan gemas. Ia mengusap bibirnya yang basah, lalu menurunkan pakaian Gwen, sekaligus merapikan pakaiannya.


Nafas keduanya masih memburu dan berusaha untuk meredam gairah yang sudah membumbung tinggi itu.


Tok ... Tok ...


Suara ketukan pintu terdengar lagi dari luar ruangan. Gwen segera turun dari pangkuan Aiden, lalu duduk di sofa ruangan tersebut.


Aiden berdehem pelan, sembari membenarkan kerah kemejanya, baru setelah itu mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu tersebut.


"Kenapa lama sekali sih? Kalian ini sedang apa?!" gerutu Irene, saat memasuki ruangan Bos-nya, sembari membawa goodie bag di tangannya.


Sedang nyicil bikin kuping dede bayi, Ren. 🤣🤣


Jangan lupa tinggalkan like, dan sawerannya ya❤💃💃