
Di ruangan VIP itu terlihat sangat ramai. Semua wanita yang ada di sana mengerumuni Box bayi, begitu pula dengan Nathan tidak ketinggalan..Sedangkan para pria duduk di sofa yang ada di sana, sembari membahas dua makhluk kecil yang baru lahir ke dunia. Sedangkan Kirana tertidur pulas di atas tempat tidur pasien, setelah selesai menyusui dua bayinya tadi. Tubuhnya terasa lelah dan juga sangat lemas, maka dari itu, Dokter menyarankan untuk tidur, agar tenaganya pulih kembali.
"Ya, ampun mereka berdua sangat menggemaskan," ucap Gwen dengan sangat gemas, sembari menggigit kepalan tangannya sendiri, ingin rasanya mencubit pipi dua bayi yang menggemaskan itu.
"Dua cucu buyutku sangat cantik dan tampan, aku masih bisa melihat mereka lahir di dunia," ucap Oma Airin, menatap haru dua bayi kembar yang tertidur pula di dalam Box bayi.
"Mereka cucu-cucuku yang sangat tampan dan cantik, Mommy juga gemas sekali," ucap Jeje, sembari mencubit lengan Nathan dengan gemas. Hingga membuat Nathan memekik sakit.
"Sakit Mom!" Nathan mengusap lengannya yang baru saja di cubit oleh ibunya.
"Sory, Mommy gemas dengan dua bayimu ini," jawab Jeje, sembari tersenyum tanpa dosa.
"Mereka sangat cantik dan tampan bukan? Siapa dulu Daddy-nya," ucap Nathan dengan narsis, lalu di sambut gelak tawa oleh semua orang yang ada di sana.
"Oh, iya. Kedua mertuamu sudah sampai di Bandara dan saat ini sopir sudah membawa mereka ke sini," ucap Xander kepada Nathan.
"Syukurlah, pasti beliau-beliau akan sangat bahagia melihat dua cucunya," ucap Nathan seraya tersenyum simpul.
"Aku harap semua menantuku mengandung bayi kembar, biar bertambah ramai keluarga kita nanti," ucap Jeje sembari tersenyum bahagia dan penuh harap. Dan di aminkan oleh semua orang yang ada disana.
*
*
*
Ibu dan Bapak sudah sampai di rumah sakit. Mereka jalan tergesa mengikuti seorang pria yang yang mempunyai postur tinggi, dan memakai pakaian serba hitam. Pria tersebut yang mengawal mereka dari bandara sampai rumah sakit tersebut.
Ibu dan Bapak tersenyum seraya mengucapkan banyak terima kasih, kemudian mengetuk pintu tersebut sebelum memasuki ruangan tersebut.
Keluarga Clark menyambut Ibu dan Bapak dengan rasa yang bahagia.
"Selamat ya, Bu. Sudah resmi jadi Nenek," ucap Jeje, seraya memeluk besannya.
"Selamat juga buat kamu, karena jadi Oma," jawab Ibu membalas pelukan Jeje dengan penuh haru.
Jeje menceritakan perjuangan Kirana melahirkan buah hatinya. Ibu mendengarkan dengan seksama dan penuh haru, sampai meneteskan air mata. Bangga dengan putrinya yang sudah berjuang melahirkan dua bayi yang tampan dan cantik.
Ibu menghampiri dua cucunya yang tertidur lelap di dalam Box. Lalu beralih menghampiri putrinya yang terpejam. "Dia pasti sangat kelelahan," ucap Ibu, lalu mengecup kening Kirana dengan penuh kasih sayang.
"Pak Der .... Selamat wes dadi Embah," ucap Bapak sambil tersenyum bahagia sembari mengusap kumisnya yang tebal itu.
Xander dan yang lainnya mengernyit heran karena tidak mengerti ucapan Bapak Kumis. "Maksudnya, Pak Der sudah jadi Embah atau Simbah, sama kayak aku," ucap Bapak, sembari menepuk dadanyapenuh bangga.
Mereka semua membulatkan mulutnya, lalu tergelak bersama, sembari menatap Xander.
"Simbah Xander, keren juga tuh nama Daddy yang baru. Bapak hebat banget deh," puji Sean, sambil melirik wajah Ayahnya yang tampak merengut.
"Aku ini Hot Opa, masa Simbah sih!" Xander tidak terima dengan julukan barunya yang di berika oleh besannya.
"Intine podo wae dadi Simbah!"
Jangan lupa like dan komentarnya ya❤❤