Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
65



Hati-hati dengan senyumanku ini, mungkin saja dia akan menjadi lukamu dikemudian hari, hanya hati-hati, aku sudah memperingati.


____________________________________________


" Nona Mika, Anda sudah ingin naik? "kata Andrew mendekat, dia menatap Aksa dengan lekat, wajahnya tampak tidak bersahabat, Aksa yang melihat itu hanya menatap Andrew dengan wajah biasa saja. Dia sudah sering di pandang begitu, pria ini hanya cemburu dengan apa yang dimilikinya, wajah dan tubuhnya.


" Ya, aku ingin naik, bisa menyiapkan perlengkapan ku," kata Bella lembut.


"Baik Nona," kata Andrew, dia lalu turun dari jet skinya di bantu awaknya yang sudah ada di sana.


" Bolehkah aku juga turun ke kapalmu? "kata Aksa


"Silahkan, tolong bantu dia," kata Bella lagi, dia juga berdiri, beberapa awak yang lain membantu Aksa untuk turun dan menjaga jet ski mereka.


" Andrew, Apakah aku akan memakai jacket pelampung?, aku sedikit takut, ini kan pertama kalinya aku naik jetski,"kata Bella begitu lembut, bahkan Andrew pun terbuai, namun dia cepat-cepat menyadarkan dirinya.


" Ya Nona, Anda akan memakai jaket pelampung, " kata Andrew mengambilkan jacket pelampung.


Aksa yang sudah ada di kapal memandang Bella seperti ingin memakannya, dia memang sedang kelaparan, kelaparan untuk memiliki wanita sempurna yang ada di depannya ini.


" Ada apa Tuan Aksa? "kata Bella menantang tatapan Aksa sambil melepaskan kacamatanya yang langsung dia berikan pada Judy. Pokoknya semua orang sibuk di deck itu sekarang, menjaga Bella dari Aksa, hanya  Asisten Jang yang menjaga Angga.


" Ini Nona,"kata Andrew.


"Baiklah, bisa kah kau memakaikannya, biasa Angga yang memakaikannya padaku, tapi dia sedang sakit, jadi tidak ada yang memakaikannya padaku, "kata Bella, Andrew kaget, dia bahkan menelan ludahnya, Nona ini benar-benar mencoba meruntuhkan pertahannya, mana tahan dia memakaikan jacket pada wanita milik temannya ini, ingat dia milik Angga, itu saja yang terngiang di kepala Andrew sekarang.


" Aku saja yang memakaikannya, jika kau izinkan," kata Aksa, Bella tersenyum tipis, tipis sekali hingga tak begitu terlihat, Aksa kembali masuk jebakannya, setelah ini, Bella yakin, Aksa tak akan bisa keluar dari pesonannya.


" Benarkah? Itu akan menurunkan martabat Anda Pangeran Aksa," kata Bella tampak mengoda dan menantang Aksa dengan suaranya. Aksa tersenyum, berjalan mendekat pada Bella tanpa mengalihkan pandangannya dia mengambil jacket pelampung itu dari tangan Andrew, yang hanya bisa terdiam, sesaat Andrew baru sadar taktik dari Bella, ternyata wanita ini benar-benar hebat. Pantas saja si himalayan bos itu tahluk, kalau begini siapa yang tahan, pikir Andrew.


Aksa lalu memakaikan jaket pelampung dengan perlahan dan lembut pada Bella, dia terus menjaga tatapan matanya pada Bella, seolah ingin mengikat Bella dalam tatapannya, Bella pun juga melakukannya, mengoda dengan tatapannya.


Aksa menarik resleting jacket itu perlahan, seolah menikmati sejengkal demi sejengkal tubuh Bella bagian atas yang tampak mengoda itu tertutup oleh jaket pelampung, matanya liar menatap tubuh wanita yang benar-benar membuat hasratnya keluar, Bella juga hanya memperhatikannya, Bella merasa puas dengan perangkapnya, Aksa lalu mengancingkan pengamannya. Semua orang yang melihat adengan itu seperti melihat adengan film dengan batas usia 17 tahun ke atas,  semuanya menahan napas. Gila, jika Angga ada di sini, Aksa ini akan mati di bunuhnya, bahkan Andrew yang bukan siapa-siapa Bella saja cemburu melihat adegan tadi.


“ Sudah? "kata Bella lembut


“ Ya, "kata Aksa.


"Baiklah, Terima kasih, Andrew, ayo aku sudah tidak sabar, " kata Bella meninggalkan Aksa.


Aksa yang di tinggalkan begitu saja terdiam melihat kepergian Bella, sedikitpun dia tidak tergoda? Padahal tadi Aksa mengeluarkan aura gentelnya, memperlakukannya dengan begitu lembut, menatapnya dengan tatapan yang tak pernah gagal membuat wanita kelepek-kelepek, dan gadis ini hanya meninggalkannya seperti itu saja? Bahkan seperti tidak ada ketertarikan sama sekali, salah tingkah pun tidak. Gadis macam apa dia ini? Benar-benar membuat Aksa gila!!!.


Aksa mendekati Bella yang sedang menunggu Andrew bersiap, dia lalu memengang lengan Bella dengan sedikit kasar, membuat Bella tersentak dengan perlakuannya, Aksa memandang Bella tajam, mencoba mencari jawaban di wajahnya.


Para penjaga di sana terlihat bersiap, jika Aksa lebih keterlaluan, mereka sudah siap bertindak.


" Ada apa Tuan Aksa? tolong lepaskan tangan Anda dari lengan saya,"kata Bella tampak sedikit kesal.


" Nona Mika, kau coba main-main denganku ya? " kata Aksa sedikit sinis. Bella sedikit tersenyum, memperlihatkan wajahnya yang manis.


" Main-main dengan Anda? Sepertinya tidak, untuk apa saya main-main dengan Anda, memangnya di mana saya main-main dengan Anda? " kata Bella menepis tangan Aksa yang mulai mengendur, Aksa terdiam, hanya terus memandang wajah Bella. Bella sedikit tersenyum sebelum dia di bantu naik ke jetskinya. Aksa mengertakan giginya, tak perna sefrustasi ini menghadapi seorang wanita yang benar-benar seperti bermain-main dengannya. Seolah menariknya, lalu menghempaskannya begitu saja.


Melihat Bella menjauh, dia lalu segera naik kembali ke jetskinya, mengejar Bella. Mereka lalu beriringan, Andrew sangat handal mengendarai jet skinya, beberapa kali Aksa hampir mengejarnya, Andrew mengecohnya, Bella yang di bawa Andrew itu tampak senang. Setelah cukup puas mengecoh Aksa, mereka melambat, membiarkan Aksa mendekati mereka.


"Andrew, kita berhenti di sini saja, "kata Bella menginstruksikan. Tak lama Aksa mendekati mereka.


" Dan Anda begitu menikmatinya,"kata Aksa berhenti dekat dengan mereka.


"Ya, tentu, ehm… aku rasa lain kali aku mungkin akan mencoba untuk naik ini bersama Anda," kata Bella mencoba kembali mengoda. Aksa sedikit tersenyum mendengarnya,namun tidak menjawab.


" Kalau Anda tidak ingin juga tidak apa-apa, Andrew ayo kembali aku ingin minum,"kata Bella lagi dengan nada cuek pada Andrew, Aksa yang mendengar itu mengerutkan dahinyal, apa sih maunya wanita ini?.


Andrew membawa Bella kembali ke kapalnya, Aksa lalu kembali mengikutinya, seperti ada magnet, dia ingin selalu bisa melihat Mika.


" Andrew, berhentilah dekat dengan kapal, ada yang ingin aku lakukan,"kata Bella pada Andrew. Andrew menurut, dia memberhentikan jetskinya cukup dekat dengan kapal. Setelah berhenti sempurna, dan melihat Aksa sudah dekat dan juga ingin menghentikan  jet ski nya Bella berdiri dan sengaja menjatuhkan dirinya ke laut, melihat tingkah Bella itu Andrew kaget.


" Nona Mika! "kata Andrew segera ingin menolong, namun Aksa lebih cepat, dia langsung menceburkan dirinya untuk menolong Bella, dia tidak berpikir apapun, hanya ingin menolong Bella, Aksa segera mengapai Bella yang sebenarnya segera mengapung karena dia memakai pelampung. Aksa menatap Bella yang menatapnya.


" Ada apa Tuan Aksa? Anda ingin menolong saya? "kata Bella sedikit tersenyum mengoda, Aksa menatap lekat-lekat wajah Bella yang cantik.


" Anda lupa aku memakai pelampung?, kan Anda sendiri yang memakaikannya, lagi pula aku cukup handal berenang, begitulah caraku bisa hidup," kata Bella tersenyum sinis, dia lalu berenang menjauh dari Aksa, sekarang Bella sudah yakin, Aksa sudah terjebak olehnya, Aksa memandang Bella yang pergi menjauh darinya, Aksa pun sekarang yakin, dia benar-benar sudah tergoda dengan wanita itu, dia tidak pernah cemas hanya karena wanita jatuh ke dalam laut, wanita itu berani-beraninya mempermainakn  perasaannya, namun dia menyukai caranya, sangat mengoda dan menantang, dia lalu berenang kembali ke jet skinya.


Bella berenang, hingga sampai di tepian kapalnya yang memang tidak terlalu jauh, saat dia ingin naik, beberapa awak kapal membantunya, dia melepaskan jaket pelampungnya, belum menyadari Angga yang berdiri melihatnya dari deck belakang.


Saat dia selesai membuka jaketnya dan membenarkan sedikit pakaiannya, dia melihat Angga yang berdiri menatapnya dengan dingin, wajahnya masih tampak memerah, kelihatannya dia masih demam, Aksa tak lama menyusulnya, dia juga melihat sepupunya yang sekarang menatapnya dengan sangat tajam, seolah dia bisa menusuk orang sampai mati hanya dengan tatapannya itu. Aksa hanya mengulas senyum sinisnya.


Bella berjalan menuju Angga.


" Kenapa kau keluar, wajahmu masih merah, kau masih demam,"kata Bella khawatir. Angga tak menjawab, dia hanya mengadahkan tangannya,  Judy menyerahkan scraf pantai yang lumayan lebar pada Angga. Angga langsung mendekati Bella, tanpa bicara apapun langsung memakaikan scarf itu menutupi seluruh tubuh Bella, seolah membungkusnya, Angga menatap wajah Bella, napasnya yang panas bahkan terasa pada pipi Bella, Bella hanya terpaku.


" Aku sudah bilang jangan pakai pakaian yang keterlaluan," kata Angga kesal.


" Ini kan tidak keterlaluan,"kata Bella.


" Tidak punya kah kau pakaian yang tidak mengoda orang lain? "kata Angga lagi. Bella mengerutkan dahi, kalau tidak mengoda, bagaimana Aksa akan tertarik, namun dia mencoba menyimpannya, dia tahu aksa ada di sana.


Pandangan Angga beralih ke arah Aksa yang hanya mengertakan gigi melihat apa yang di lakukan oleh Angga, ada amarah yang sekarang membakar dadanya, dia tidak suka cara Angga tadi, diam-diam ternyata dia cemburu. Gadis itu harus di rebutnya, dia tidak akan bisa bersamanya jika Angga masih ada.


Angga terus memandang Aksa,pandangannya seolah memperingatkan, Angga merangkul bahu Bella lalu ingin membawanya pergi.


" Nona Mika! " teriak Aksa dengan suara beratnya, membuat Angga dan Bella terhenti, Bella lalu melihat ke arah Aksa yang tersenyum manis.


" Beritahu aku kapan kau ingin naik jet ski bersamaku, aku akan bersedia kapanpun kau inginkan, seperti tawaranmu tadi! " Teriak Aksa keras, berusaha agar Angga juga mendengarnya, setelah itu dia segera pergi dari sana.


Angga yang mendengar itu langsung melihat ke arah Bella dengan dingin.


" Kau mengajak dia untuk naik jet ski bersama? " kata Angga tampak tak percaya dan kesal, dia benar-benar cemburu.


" Aku hanya mengodanya,"kata Bella membela diri.


" Kau ini! " kata Angga geram… dia tidak suka Bella mengoda Aksa, tapi dia tidak mungkin memarahinya, dan ya tugasnya Bella memang mengoda Aksa, tapi Angga tidak suka, jadi bagaimana dong?.


"  Asisten Jang! Andrew! Siapkan semuanya! Kita pulang sekarang! " Perintah Angga dengan suara beratnya, dia hanya menatap Bella seolah Bella benar-benar sudah berbuat salah.


" Pulang? Kenapa harus sekarang? Tapi Kau masih sakit,"kata Bella pada Angga.


" Pokoknya kita pulang sekarang, bersiaplah,"kata Angga meninggalkan Bella, Bella hanya terdiam, melihat kesekeliling yang tampak kaget namun buru-buru sibuk karena kepulangan yang mendadak ini. Bella jadi merasa tak enak, Bella lalu berjalan menuju kamarnya, membersihkan diri dan bersiap-siap.