Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
56



Jangan mengodaku begitu, aku takut malah tak bisa melepaskan diriku darimu, karena bahkan tanpa godaanmu, aku sudah begitu ketergantungan padamu.


____________________________________________


"Wah, sudah bangun? "kata Bella kaget melihat Angga, menutupi pandangannya yang suram, mencoba tersenyum padanya dengan manis, namun ada rasa sakit melihat wajah pria itu, dia mengigit bibirnya.


"Ya, aku bangun gara-gara mendengar suaramu yang sedang berbicara tadi,"kata Angga menatap Bella, dia teringat apa yang di lakukan oleh Bella padanya tadi malam, wajahnya langsung sedikit memerah.


"Benarkah? Suaraku begitu keras hingga sampai di lantai 2? “ kata Bella yang tidak tahu suaranya begitu keras.


"Tidak, aku punya layar CCTV di kamarku, dan suaranya membuatku terbangun, lagi pula sebentar lagi juga aku akan bangun,"kata Angga seadanya saja.


"Kau harusnya mematikan suaranya jika malam, kalau tidak kau akan terus terbangun,"kata Bella menatap Angga yang sekarang duduk di depannya.


"Iya, tapi jika rumahku kemalingan, aku akan menyalahkanmu,"kata Angga lagi, dia sedang mood bercanda dengan Bella, mungkin karena kejadian kemarin.


"Oh, iya benar juga ya, kalau begitu jangan mematikannya,"kata Bella tersenyum.


"Bagaimana keadaanmu? "kata Angga.


"Aku sudah membaik, tidak sepusing saat bangun tidur tadi, ehm… apa yang terjadi padaku kemarin? Apa aku melakukan hal konyol? "kata Bella yang takut dia sudah melakukan hal yang tak pantas, dan yang paling parahnya dia membuat penyamarannya terbongkar.


Angga menatap Bella dalam dan tajam, masa dia tidak ingat apa yang sudah di lakukannya pada Angga, ciuman itu? Adengan membuka baju itu? Apa dia benar-benar tidak ingat? Pikir Angga.


Bella yang melihat tatapan Angga yang begitu tajam dan dingin membuatnya langsung takut, pasti dia sudah melakukan hal yang tidak pantas kemarin, apa yang sudah di lakukannya? Apa dia menari-nari di bar itu? Atau apa? Tatapan Angga yang begitu sungguh membuatnya penasaran.


"Benarkah aku melakuan hal yang konyol? "kata Bella ketakutan


"Iya, kau melakukan hal yang konyol,"kata Angga lagi, ada perasaan senang melihat wajah ketakutan Bella, wajahnya yang panik.


"Apa yang aku lakukan? "kata Bella panik.


"Kau… "kata Angga terdiam, dia tidak mungkin mengatakan kalau Bella kemarin menciumnya dan hampir membuka baju di depannya, bagaimana kalau tiba-tiba Bella ingat kalau Angga pun membalas ciumannya, pasti Angga juga akan sangat malu.


"Kau hampir saja membuka penyamaranmu, untung aku cepat datang, " kata Angga mencari alasannya.


"Oh, maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu apa yang aku lakukan kemarin, maafkan aku, pasti kau sangat marah padaku,"kata Bella berubah sedih, Bella menunduk, dia tahu Angga begitu menganggap serius soal  ini, dia bahkan mengorbankan banyak hal agar bisa membantu Bella membalaskan sakit hatinya, tapi Bella sendiri yang berulang kali melakukan hal bodoh yang mengancam rencana mereka.


Angga yang menangkap perubahan Bella yang jadi sedih, malah merasa bersalah, dia hanya ingin mencari alasan, bukan membuat Bella jadi sedih.


"Tidak apa-apa, dengan begitu aku juga bisa membuat Sania begitu malu tadi malam,"kata Angga mencoba memenangkan Bella yang tertunduk di depannya. Bella menatap Angga.


"Benarkah? Apa yang aku lakukan padanya? "kata Bella penasaran.


"Aku menuangkan sisa minumanmu pada wajahnya, dan memperingatkannya agar tidak lagi melakukan hal itu padamu,"kata Angga.


Bella terdiam, dia bisa membayangkan bagaimana takutnya Sania saat Angga melakukan itu, karena Bella tahu betapa menakutkannya wajah Angga jika dia marah, dan di marahi di depan umum, juga di siram dengan minuman seperti itu, pasti Sania sangat malu… tapi Bella jadi senang membayangkannya.


"Lain kali jika ada yang mengajakmu pergi makan, suruh Judy untuk mengecek tempatnya, jika tidak memungkinkan, jangan pergi ke sana,"kata Angga memberikan nasehat.


"Baiklah, "kata Bella senang.


"Baiklah, aku mau berolah raga, lakukanlah yang ingin kau lakukan, jangan lupa untuk sarapan jam 7, tadi malam kau tidak makan sama sekali,"kata Angga lagi, dia sedikit menaikkan sudut bibirnya, Bella memegangi perutnya, iya, sekarang dia merasa lapar.


"Baiklah, aku akan sarapan pukul 7,"kata Bella tersenyum manis, melihat itu Angga menjadi terdiam, senyuman itu mewarnai paginya, membuat moodnya menjadi membaik. Dia lalu tersenyum pergi menuju kamarnya.


Sebelum jam 7 pagi, dia sudah duduk dengan manis di ruang makan, menunggu Angga untuk sarapan. Bella menatap Angga yang berjalan menuju ke ruang makan, pria itu tampak begitu tampan, tubuhnya yang tegap, tinggi, bagaimana Tuhan bisa menciptakan seorang pria yang begitu sempurna seperti dia? Tapi pikiran itu langsung di buang jauh-jauh oleh Bella, tidak boleh… tidak boleh membiarkan perasaannya berkembang.


Angga lalu duduk, seperti biasa pelayan langsung menuangkan susu untuknya, makanan yang akan di makannya pun sudah tersedia, dia lalu mulai makan, Bella yang tadi sangat lapar tapi karena melihat Angga di dekatnya jadi lupa dengan laparnya.


"Oh, iya, ini aku makan,"kata Bella salah tingkah, seperti maling yang baru tertangkap.


Setelah itu mereka hanya diam, sepertinya memang kebiasaan Angga untuk tidak berbicara saat makan, setelah dia selesai makan, dia baru melirik Bella yang juga baru selesai memakan sarapannya.


" 2 hari lagi akan libur tahun baru, kau ingin pergi ke mana? "kata Angga tiba-tiba, membuat Bella yang sedang minum sedikit terkejut, Angga bisa libur juga? Pikirnya.


"Kau juga libur? "kata Bella yang mengira bahwa Angga ini tidak pernah memiliki hari libur, dia kira Angga akan tetap bekerja walaupun tahun baru, jadi dia tidak berharap untuk di ajak pergi liburan.


"Tentu, aku tidak mungkin bekerja sendiri di tahun baru, bahkan presiden sekalipun libur saat tahun baru,"kata Angga lagi pada Bella.


"Oh, iya benar," kata Bella seadanya.


"Ingin ke mana? "kata Angga menatap Bella serius, namun ada kelembutan di sana.


"Ke mana biasanya kau berlibur, aku tidak tahu harus ke mana, aku tidak pernah liburan sebelumnya,"kata Bella lembut tersenyum manis.


"Setelah Mika tidak ada aku hanya tinggal di rumah saat tahun baru,"kata Angga sambil mengecek handphonenya.


"Sebelumnya kalian kemana? "kata Bella.


"Ke laut,"kata Angga.


Bella diam, laut… itu juga tempat yang sekarang membuatnya takut, tapi tak mungkin selamanya dia takut, jika ingin hidup menjadi Mika, maka dia harus menyukai tempat itu. Lagi pula mungkin tempat itu akan membuat Angga senang… mengenang saat-saat dia bersama Mika, mungkin memang hanya itu yang bisa diberikan Bella untuk Angga yang sudah banyak membantunya, membuat dia merasa Mika ada.


"Ehm… bagaimana jika kita lakukan seperti biasa kau lakukan dengan Mika, "kata Bella, dia  juga sedikit penasaran apa yang di lakukan Angga dan Mika jika tahun baru.


"Kau yakin? "kata Angga, sebenarnya dia juga tidak yakin, sudah 2 tahun dia tidak melakukan hal itu, dan laut baginya punya kesan buruk tersendiri.


"Ya, kau bisa mengenang Mika, lagi pula aku ingin mengatasi rasa takutku di sana, karena seharusnya aku juga menyukainya kan? " kata Bella lembut. Angga menatap Bella, dia juga harus mengatasinya.


"Baiklah,  Asisten Jang tolong sediakan dan persiapkan semua keperluan untuk berlayar," kata Angga.


"Baik Tuan," kata  Asisten Jang dengan patuh.


"Berlayar?" kata Bella sambil menekuk dahinya, Bella kira Angga dan Mika hanya pergi ke laut, bermain di pantai, ya seperti biasanya orang pergi ke laut.


"Ya, biasanya kami melewati tahun baru dengan berlayar menggunakan kapal pesiar pribadiku," kata Angga enteng menjelaskan.


"Kau punya kapal persiar pribadi?" kata  Bella yang tidak tahu apa sih yang tidak di miliki oleh Angga.


"Ya, Aksa juga punya bukan? Dulu dia mendorongmu dari kapal juga kan?" kata Angga lagi.


"Iya, tapi kan itu punya kerajaan, bukan punya Aksa pribadi, aku jadi ingin tahu seberapa kaya sih kau ini? "kata Bella lagi.


"Kenapa? kalau kau tahu seberapa kaya aku, kau ingin mengoda aku? dasar wanita, "kata Angga bercanda.


"Kau pikir aku mata duitan, aku juga tidak peduli kau punya berapa banyak uang," kata Bella sewot, dia kesal Angga menganggapnya seperti wanita matrealistis.


"Jadi kau tidak ingin menyukaiku? "kata Angga lembut menatap Bella.


Bella yang sedang minum itu sedikit tersedak mendengar apa kata-kata Angga, bagaimana Angga bisa menanyakan itu?, dia sedang mengoda atau bagaimana? hal itu membuatnya langsung salah tingkah, selain salah tingkah wajahnya jadi bersemu merah, jantungnya jadi berdegup kencang.


Angga yang melihat reaksi Bella jadi sedikit tersenyum, Angga itu benar-benar mempesona, sedikit saja dia tersenyum, wajahnya langsung tampak begitu manis, membuat siapapun yang melihatnya akan terpaku, sayangnya dia jarang sekali tersenyum.


" Bersiap-siaplah untuk liburan, aku pergi kerja dulu,"kata Angga tak menunggu jawaban Bella, dia lalu bangkit dan pergi begitu saja, meninggalkan Bella yang masih salah tingkah.