Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
194



"Kau ingin makan siang? Nanti akan ke kantor lagi? "kata Bella pada Angga, Angga hanya menatapnya.


"Ya, ayo makan siang, tapi hari ini aku tidak akan ke kantor lagi, aku akan menghabiskan waktu bersamamu, "kata Angga lembut.


"Benarkah? tumben sekali, baiklah, temani aku nonton drama, ok! "kata Bella senang, melingkarkan tangannya pada lengan suaminya dan mulai berjalan ke arah dapur.


"Bisa tidak menonton yang lain? "kata Angga melirik Bella.


"Oh! Ayo nonton film horor, "kata Bella semangat.


"Ya sudah, makan lah dulu, nanti akan ku temani. "


"Ye! Asik sekali, mimpi apa aku semalam, " kata Bella sumringah.


Mereka segera makan siang, setelah makan siang, Bella yang sudah tak sabar itu segera menarik Angga ke lantai dua dan masuk ke kamar mereka, Bella menutup semua jendela kamar dan matikan lampu kamar.


"Kenapa harus di matikan? " kata Angga.


"Agar efek seramnya terasa, "kata Bella dengan suara yang dibuat-buat khas untuk menakut-nakuti orang, Angga yang melihat tingkah Bella hanya mengerutkan dahinya, lalu geleng-geleng kepala.


Bella memilih film The haunted of Connecticut, sebuah film horor yang di inspirasi dari kisah nyata, dia langsung duduk anteng di atas ranjangnya, Angga yang berjanji menemaninya malah duduk bersandar sambil bekerja dengan laptopnya, Bella melirik Angga.


"Bukannya katanya kau ingin menemaniku nonton, "kata Bella.


"Aku tidak percaya hantu, dan tidak suka menonton film horor," kata Angga sambil serius dengan laptopnya.


"Bilang saja kau takut, itu hidupkan lampu bacamu, nanti matamu sakit, "kata Bella ngedumel, melihat gaya istrinya, Angga hanya bisa tersenyum, sambil menurutinya menghidupkan lampu bacanya.


Bella menontonya, awalanya dia merasa film itu biasa saja, namun semakin lama semakin menakutkan, dia sampai beberapa kali teriak, jarak antara Bella yang awalnya beberapa jengkal, sekarang semakin dekat, bahkan sampai berdempetan dengan tubuh Angga, Angga yang melihat Bella yang makin mendekat hanya menatap wajah Bella yang tegang, dia merasa itu sangat lucu.


"Kenapa? " kata Angga.


"HA? " kata Bella kaget, dari tadi Angga tidak berbicara, saat momen di film sedang tegang, dia malah berbicara, tentu membuat Bella kaget. "Jangan mengangetkan aku seperti itu! " kata Bella memukul pundak Angga, dia kesal pada Angga yang sudah menakutinya, Angga hanya mengerutkan dahi, apa salahnya?.


"Kalau takut kenapa harus memaksakan menonton, "kata Angga lagi.


"Karena aku penasaran tau, ah… kau tidak akan tahu, kembali saja dengan grafik dan laptop mu itu, "kata Bella kembali tegang, Angga melihat wajah tegang Bella merasa sangat lucu, tapi dia hanya geleng-geleng kepala dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Namun yang jadi masalah adalah setiap kali hantu muncul, Bella akan memukul Angga atau kalau tidak dia akan mencengkram hingga mencubit tangan Angga dengan kuat, sehingga sebenarnya Angga sama sekali tidak bisa melanjutkan pekerjaannya. Setelah menonton lebih dari 2 jam, akhirnya film horor itu selesai juga, Bella bernapas lega, begitu juga Angga.


"Baiklah, sekarang ronde ke 2, "kata Bella semangat.


"Ada lagi? " kata Angga kaget.


"Ya, aku masih punya banyak koleksi film, setiap hari di rumah, aku bosan dan hanya bisa menonton tv, "kata Bella memberikan pembelaan.


Bella terkekeh mendengar kata-kata Angga, dia lalu mencari film yang ada di aplikasi menonton dari tvnya, dan dia mendapatkan film bergendre romance, dia lalu memilih film itu.


"Film apa ini? "kata Angga ingin tahu.


"Romance, kau tak ingin horor kan, aku buatkan romance, "kata Bella tersenyum pada suaminya, Angga tetap tidak tertarik, jadi ya, dari pada sepanjang film itu dia di pukuli dan di cubit, lebih baik menonton hal ini.


Tapi baru beberapa menit  dia menemani Bella, handphonenya berdering, dia segera mengambilnya dan mengangkatnya, Bella hanya melihat suaminya yang meninggalkannya ke balkon, tak lama Angga muncul lagi, dan lalu pergi ke arah luar, saat di depan Bella dia berhenti sejenak.


"Ada beberapa hal yang harus aku urus, aku harus melakukan confrence, aku akan ada di sana, " kata Angga.


Wajah Bella cemberut, namun dia tidak bisa mengatakan apa-apa, lalu dia mengangguk. Ini sama saja Angga memindahkan semua pekerjaannya ke rumah, pikir Bella.


Bella tak ingin terlalu ambil pusing, dia juga bisa melihat Angga sedang sibuk dari ranjangnya, jadi dia pututskan untuk menikmati film itu, toh biasanya juga dia menontonnya sendiri.


Angga selalu serius melakukan pekerjaannya, dia serius mendengarkan karyawan-karyawannya yang melakukan confrence dengannya, sudah beberapa lama dia melakukan pekerjaannya, dia sedikit melirik ke arah istrinya yang masih dengan tenang menonton film itu, namun di segera menangkap hal yang aneh, tampak dari sana Bella seperti sengugukan, Angga yang melihat itu segera melepas alat komunikasinya, dan dengan buru-buru dan cepat dia segera datang ke tempat Bella. Benar saja Bella sedang menangis dengan sangat sedih.


"Ada apa? kau kenapa? ada yang sakit? "kata Angga panik melihat mata Bella yang sangat basah, Bella menatap suaminya, masih dengan air mata dan wajahnya yang menangis, tangannya yang memegang remot itu menunjuk ke arah tv, Angga langsung mengalihkan pandangannya ke tv mereka yang besar itu, melihat adegan pria dan wanita sedang berciuman diiringi tangisan.


"Kau menangis karena menonton film? " kata Angga tak percaya, dengan cepat Bella mengangguk, namun tetap menangis.


Angga menarik napasnya panjang, dia segera mengambil kotak tisu yang ada di samping tempat tidurnya, dia segera mengambilnya dan mengeluarkan beberapa helai tisu, lalu menyerahkannya pada Bella yang langsung mengambilnya, menghapus air matanya yang mengalir deras, Angga meletakkan sekotak tisu itu di samping istrinya.


"Jangan menangis, sutradara dan pemain film ini akan tetawa terbahak-bahak melihat kau menangis seperti ini, itu hanya adegan, kenapa harus sampai menangis seperti ini,"kata Angga lagi tidak masuk akal melihat seseorang menangis menonton sesuatu.


"Kau hanya tidak mengerti, ini sangat sedih, prianya akan pergi dan tidak tahu apakah dia selamat atau tidak, "kata Bella menatap suaminya, Angga mendengar itu merasa terpukul, kenapa rasanya film ini sama dengan situasinya sekarang?. Angga lalu duduk di samping Bella.


"Jika aku yang pergi begitu, kau akan menangis seperti ini? "kata Angga pada Bella, Bella menatap suaminya, wajahnya cemberut.


"Tidak tahu, "kata Bella lagi melanjutkan menonton tv.


"Kenapa jawabannya seperti itu? " kata Angga mengerutkan dahinya menatap istrinya yang fokus dengan tvnya.


"Ya, untuk apa aku memikirkannya, kau berjanji tidak akan meninggalkanku kan? Lagi pula kalau ada yang ingin membunuhmu, aku akan membunuhmu duluan, " kata Bella lagi, Angga tersenyum manis.


" Woh, aku rasa kau kebanyakan nonton film horor, "kata Angga bercanda pada istrinya.


"Kan benar, setelah membunuhmu, aku akan membunuh diriku, jadi kita bisa bersama selamanya, "kata Bella dengan gayanya yang di imutkan.


"Tenang saja, aku sudah bilang, kalau aku mati, aku akan mengentayangimu terus menerus, "kata Angga.


"Tuan Angga, selesaikan tugasmu dan jangan mengombal, aku tidak akan terpengaruh, atmosfirnya masih terlalu sedih, sudah sana, "kata Bella mendorong suaminya, merasa suaminya cukup merusak suasannya, Angga tertawa kecil, menunjukkan lesung pipinya yang indah, dia lalu berdiri, melangkah kembali ke ruang confrencenya, sebenarnya hatinya pun ragu, besok akan menjadi seperti apa?.