
3 bulan kemudian …
Jofan membenarkan jas hitamnya yang sebenarnya sudah sangat rapi saat helicopter itu baru mendarat dengan sempurna.
"Silakan Tuan Presiden,"kata Ajudannya saat membuka pintu helicopter untuk Jofan.
Jofan mengangguk dengan wibawanya, turun dan menapakkan kakinya pada helipad yang ada di dekat kediaman milik kerajaan di pulau Albaris, dia langsung melihat ke arah kediaman itu, sangat-sangat megah dan mewah, benar-benar menunjukkan ciri khas kerajaannya, Pasukan Pengaman Presiden langsung membentuk formasi untuk menjaga Jofan, Jofan dengan segera langsung melangkah ke kediaman itu.
"Cari Nona Bella di dalam, " Perintah Jofan saat sebelum dia masuk ke dalam kediaman itu, Pasukan pengaman Presiden segera melakukan perintah Jofan, Penjaga kediaman itu langsung membukakan pintu kediaman itu untuk Pasukan Pengaman Jofan.
Setelah beberapa saat, para penjaga itu kembali lagi dan melaporkan keadaan di dalam.
"Maaf Tuan Presiden namun Nona Bella tidak ada di sana,"kata Penjaga Jofan, Jofan mengerutkan dahinya, ke mana Bella sekarang, memang semenjak 3 bulan ini, Aksa sama sekali tidak pernah datang ke pulau ini, namun dia juga tidak pernah pergi ke mana-mana, apa dia sudah memindahkan Bella, atau jangan-jangan dia benar-benar sudah melenyapkan Bella? pikir Jofan memutar otaknya.
"Kau penjaga tempat ini? "kata Jofan pada penjaga kediaman itu.
"Benar, Tuan Presiden,"kata seorang Pria setengah baya yang tampak cukup gentar diberi pertanyaan oleh Jofan.
"Kapan terakhir kalinya tempat ini di huni oleh keluarga kerajaan? " kata Jofan lagi.
"Terakhir kalinya 3 bulan yang lalu, pangeran Aksa datang ke mari,"kata Penjaga itu jujur, dia memang tidak tahu harus berbicara apa, kedatangan Jofan ini bahkan membuatnya sangat terkejut, tidak ada pemberitahuan sama sekali bahwa seorang Presiden akan datang hari ini, sehingga dia tidak menyiapkan apa pun, bahkan dia tidak sempat melaporkan keadaan ini pada pihak kerajaan, jadi dia mencoba untuk jujur saja.
"Apa Nona Bella pernah tinggal di sini? " kata Jofan lagi serius.
"E … " kata Penjaga itu takut mengatakan yang sesungguhnya.
"Perlu aku pertegas lagi sekarang yang bertanya padamu adalah seorang presiden? Hak ku untuk tahu semua adalah mutlak, bahkan pihak kerajaan tidak boleh menutupi-nutupi apa pun dari ku, katakan! Apa Nona Bella pernah ada di sini? " kata Jofan lagi serius, dia mendekati penjaga itu hingga berhenti tepat di depan penjaga, tatapan mata Jofan sangat mengintimidasi, membuat Penjaga itu sangat takut dengan aura yang di timbulkan oleh Jofan.
"Nona Bella sudah di asingkan 3 bulan yang lalu,"kata penjaga itu jujur saja, dia benar-benar seperti menelan buah simalakama, jika jujur pada presiden, dia akan di hukum pihak kerajaan, namun jika berbohong, sama saja dia bisa masuk penjara.
"Di asingkan? Kenapa? " kata Jofan kaget, dia sedikit peraturan kerajaan, seorang putri seperti Bella mendapatkan pengasingan, pasti karena dia berbuat sesuatu, biasanya karena berusaha membunuh keluarga kerajaan, atau kalau tidak sebuah hukuman karena sudah tidak setia.
"Bella hamil? " kata Jofan bertambah kaget, bagaimana bisa jadi seperti ini? tentu bisa, Angga dan Bella sudah menikah, ini hal yang bisa terjadi bukan? Pikir Jofan bingung.
"Kemana Nona Bella di asingkan? "kata Jofan lagi.
"Saya tidak tahu Tuan, tidak ada yang tahu kemana Nona pergi kecuali pangeran, dia yang memerintahkan kemana Nona Bella dibawa, semua orang tidak ada yang mengetahuinya, " kata Penjaga itu tampak lebih gemetar.
"Sial, " kata Jofan kecil, dia terlalu lama untuk datang ke sini, padahal dia sudah berusaha secepatnya agar bisa datang ke sini, namun perpindahan kekuasaan tak bisa di lakukan dalam waktu singkat, dan 3 bulan ini juga sudah termasuk waktu yang sangat singkat untuknya bisa menjadi seperti sekarang ini.
Jofan kembali melihat kediaman yang megah itu, debur ombak yang bersautan dengan suara burung camar yang membuat suasana tentram malah menganggu buatnya, apa yang harus di perbuatnya, apa yang harus di katakannya pada Angga, Angga sudah menyerahkan semuanya pada Jofan, dan dia pulang dengan kabar bahwa istrinya yang sedang hamil di asingkan ke pulau entah di mana di dunia ini?.
"Sama sekali tidak ada petunjuk?" kata Jofan lagi menatap penjaga itu.
Penjaga itu terdiam, Jofan mengamatinya dengan sangat serius, membuat pejaga itu makin salah tingkah, Jofan jadi merasa penjaga ini tahu sesuatu, jadi dia teruskan saja menatap tajam pada penjaga itu.
"Tuan, tapi Anda harus menjaga kesalamatan saya, semua informasi ini sebenarnya tidak boleh saya beritahukan kepada siapa pun, tolong jangan laporkan saya ke pihak kerajaan, lagi pula saya sudah terlanjur mengatakan bahwa Nona Bella sedang ada dalam pengasingan,"kata penjaga itu sangat memelas, dia bahkan hampir berlutut di depan Jofan, namun untungnya Jofan langsung menahannya.
"Aku akan menjaga kesalamatanmu, aku juga tidak akan melaporkan apa pun pada pihak kerajaan, apa yang kau punya? " kata Jofan tegas, tak ingin meninggalkan kharisma dan wibawanya.
"Nona Bella membawa seorang penjaga wanita bernama Shella dengannya, Shella Hariston, keluarga Shella tinggal di bagian depan pulau di seberang pulau ini, pulau Biru, jika Anda bisa menemukannya, saya yakin keluarganya tahu di mana Shella sekarang berkerja,"kata Penjaga itu pelan, hampir berbisik pada Jofan.
Jofan mendengarkan dengan seksama, mendengar itu matanya langsung berbinar, setidaknya dia masih punya kesempatan untuk membawa kabar baik bagi Angga, karena itu dia langsung tersenyum.
"Cari keluarga Shella Hariston di pulau Biru, aku butuh data dan laporannya secepatnya, "kata Jofan pada Ajudannya, Ajudan itu segera mengangguk dan langsung sibuk dengan apa yang di perintahkan oleh Jofan dan Tak berapa lama.
"Tuan Presiden kami sudah menemukan alamat yang Anda maksud, "kata Ajudannya melaporkan apa yang sudah berhasil dia temukan, Ajudannya menyerahkan tablet yang menunjukkan alamat dari Shella.
"Baiklah, terima kasih atas kerja samanya, semua yang Anda minta pasti saya akan lakukan, selama Anda juga merahasiakan kedatangan saya di sini, semua akan aman-aman saja, tapi jika Anda melaporkannya, saya juga bisa memberitahukan pada Aksa apa yang sudah Anda lakukan," kata Jofan memberitahukan dengan ramah, namun hal itu malah membuat penjaga itu merasa sangat tertekan, dengan cepat dia langsung menganggukan kepalanya, dia juga menutup mulutnya.
Melihat tingkah penjaga itu, Jofan langsung kembali tersenyum, tak menyia-nyiakan waktu langsung kembali menuju helikopternya dan segera pergi dari sana.