Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
38



'Bersiaplah, ada kalanya hari ini mereka anggap kau musuh, tapi esok mereka mendekat padamu hanya karena butuh, saat itulah kau harus bisa memilih, jika tak ingin kembali di khianati.


___________________________________________


Angga sedang mengurus semua perkerjaannya, seperti biasa begitu fokus dan tak bisa di ganggu, namun tak lama Asisten Jang datang menemuinya, membuat perhatiannya sedikit terganggu.


"Ada apa?" kata Angga dengan suara beratnya.


"Utusan kerajaan datang lagi Tuan, tapi maaf Tuan, kali ini saya tidak dapat mengusirnya, " kata Asisten Jang tampak sedikit ketakutan, dia tahu Angga begitu benci berurusan dengan keluarga kerajaan.


Angga mengerutkan dahi, biasanya Asisten Jang bisa menangani hal seperti ini, lalu kenapa hari ini dia tidak bisa menanganinya?.


"Kenapa?" kata Angga.


"Karena hari ini yang datang langsung untuk menemui anda adalah Pangeran Aksa, Tuan, " kata Asisten Jang lagi.


Angga terdiam, Aksa? Kenapa dia datang kemari? Seorang Pangeran datang hanya untuk menemui Angga, pasti ada sesuatu, pikir Angga sambil mengerutkan dahinya.


" Baiklah, suruh dia menunggu di ruang tunggu khusus, " kata Angga


" Baik Tuan, " kata Asisten Jang memberikan salam, lalu segera keluar dari ruangan itu.


Angga menyenderkan dirinya sejenak, berpikir kenapa Aksa bisa datang kemari?, mereka bahkan tidak mengenal sama sekali walaupun sebenarnya mereka sepupu, kira-kira apa yang ingin di katakan Aksa padanya?. Dia tidak ingin membuang waktu, menyusun beberapa berkas-berkas pekerjaannya lalu segera berjalan menuju ruang tunggu khusus.


Asisten Jang segera membukakan pintu ruang tunggu itu untuk Angga, dia bisa melihat Aksa dengan tenang dan wajah penuh percaya dirinya sedang duduk santai di salah satu sofa yang ada di sana. Angga menatapnya dengan tajam dan dingin.


" Wah, terlalu to the point, kau memang orang yang tidak suka basa basi ya, sepupu? " kata Aksa dengan senyum ciri khasnya


" Aku menghargai waktu, jika tidak ada yang penting, lebih baik aku mengerjakan yang lain, " kata Angga dingin dan tajam


" Kau benar-benar pekerja keras, hebat, seumur begini, kau sudah punya bisnis raksasa seperti ini, " kata Aksa sambil memperhatikan sekeliling.


Angga hanya diam, tidak tertarik untuk menanggapi Aksa lebih lanjut.


" Hah, hidup harus lebih santai Sepupu, Ini, Aku ingin menyerahkan ini padamu, " kata Aksa menyerahkan sebuah undangan putih dengan ukiran emas di atasnya, Angga mengambilnya, membaca undangan itu, ternyata itu undangan pesta menyambut tahun baru, sebuah pesta topeng.


Angga menekuk alisnya, selama ini dia tidak pernah di undang untuk acara pesta seperti ini, dan memang dia tidak suka hal-hal seperti itu, biasanya dia di undang ke istana hanya untuk melihat kakek buyutnya yang sudah berusia 70 tahun itu dan sedang sakit keras itu. Setelah memabaca semuanya dia menyerahkan undangan itu pada Asisten Jang yang berdiri dengan setia di belakangnya. Angga kembali menatap Aksa dengan tajam.


Aksa sepertinya mengunggu untuk Angga bereaksi, namun yang di tunggunya tak terjadi, Angga hanya memandangnya dengan dingin dan datar, pria ini benar-benar seperti gunung es, pikir Aksa.


" Baiklah, aku hanya ingin mengantarkan itu, aku tahu kau sangat sibuk sepupu, oh… Bawa juga kekasihmu, mudah-mudahan dia sudah cukup sehat untuk datang ke sana, aku akan senang jika kalian datang " kata Aksa dengan senyum manis ciri khasnya, yang lebih mirip senyuman mengoda.


" Baiklah, " kata Angga seadanya saja.


" Ok, aku pergi dulu, " kata Aksa lagi, dia lalu berdiri, Angga pun mengikutinya berdiri, Aksa melihat Angga sebentar, lalu dia melangkah keluar, setelah Angga melihat Aksa keluar dia langsung berkata pada Asisten Jang.


" Asisten Jang hubungi Nona Mika, suruh dia menemuiku malam ini, " kata Angga


" Baik Tuan" Kata Asisten Jang patuh.